Tabloid Crypto – Di tengah hiruk-pikuk dunia cryptocurrency, Ripple (XRP) kembali jadi bahan perbincangan panas. Kali ini, bukan soal kenaikan harga atau partnership baru, tapi prediksi tajam dari Mark Yusko, Managing Director Morgan Creek Capital. Yusko tegas menyatakan bahwa rencana Ripple untuk meluncurkan bank sepenuhnya tak akan pernah terjadi! Mengapa? Karena regulasi ketat dari pemerintah AS yang bakal jadi penghalang utama. Ini bukan sekadar opini biasa—ini adalah analisis mendalam dari investor kawakan yang punya track record panjang di pasar keuangan. Para holder XRP, siap-siap dengar fakta pahit ini!
Mark Yusko, yang dikenal sebagai pendiri dan CEO Morgan Creek Capital, sebuah firma investasi yang mengelola aset miliaran dolar, baru-baru ini blak-blakan dalam sebuah wawancara. Menurutnya, Ripple memang punya teknologi canggih seperti RippleNet untuk transaksi lintas batas yang cepat dan murah, tapi impian mereka untuk jadi “bank” resmi? Lupakan saja! Alasannya sederhana: SEC (Securities and Exchange Commission) AS sedang gencar mengawasi crypto, dan Ripple sudah terlibat dalam gugatan panjang sejak 2020. Yusko bilang, status XRP sebagai non-security (seperti yang diputuskan pengadilan baru-baru ini) justru membuat Ripple sulit mendapat lisensi bank karena regulator tak mau ambil risiko dengan aset digital yang fluktuatif.
Baca Juga :Â Saham American Bitcoin Meledak 12% Pasca-Deploy 11.298 Mesin Mining Canggih!
Lebih lanjut, Yusko menyoroti bahwa Ripple bukanlah bank tradisional. Mereka lebih mirip perusahaan teknologi yang fokus pada pembayaran global menggunakan XRP sebagai jembatan. “Ripple tak akan pernah jadi bank karena mereka tak punya model bisnis yang sesuai dengan regulasi perbankan,” ujar Yusko. Bayangkan, untuk jadi bank, Ripple harus memenuhi persyaratan ketat seperti modal minimum, audit reguler, dan kepatuhan anti-money laundering (AML). Dengan sejarah litigasi melawan SEC—di mana Ripple dituduh menjual XRP sebagai security unregistered—peluangnya tipis sekali. Yusko bahkan membandingkannya dengan kasus serupa di industri fintech, di mana banyak startup gagal karena regulasi.
Tak hanya itu, Yusko juga bicara soal potensi XRP di masa depan. Meski bank Ripple mungkin mimpi belaka, XRP tetap punya nilai sebagai aset untuk remittances dan cross-border payments. Morgan Creek sendiri punya eksposur ke crypto melalui dana investasinya, tapi Yusko menekankan pentingnya diversifikasi dan pemahaman regulasi. “Crypto adalah masa depan, tapi regulator seperti SEC akan terus jadi penjaga gerbang,” katanya. Ini jadi pengingat bagi investor: jangan terlalu berharap pada narasi “Ripple Bank” yang sering digaungkan komunitas XRP Army.
Dari sisi pasar, harga XRP memang sempat melonjak setelah kemenangan parsial melawan SEC, tapi volatilitas tetap tinggi. Exchange besar seperti Coinbase dan Binance masih mendukung XRP, tapi bayang-bayang regulasi global—termasuk dari Eropa dan Asia—bisa berdampak. Yusko menyarankan investor fokus pada fundamental: teknologi On-Demand Liquidity (ODL) Ripple yang sudah dipakai oleh bank-bank seperti Santander dan Standard Chartered. Namun, tanpa lisensi bank, Ripple mungkin tetap jadi “penyedia layanan” daripada bank penuh.
Ini bukan akhir dari Ripple, tapi realitas check dari pakar seperti Yusko. Di ekosistem crypto yang penuh spekulasi, pendapat seperti ini bisa jadi sinyal untuk strategi investasi yang lebih bijak. Apakah XRP akan bangkit tanpa “bank” impiannya? Kita tunggu saja gebrakan selanjutnya!
Kesimpulan
Prediksi Mark Yusko dari Morgan Creek Capital bahwa Ripple tak akan pernah meluncurkan bank adalah pukulan telak bagi harapan komunitas XRP. Regulasi ketat, litigasi SEC, dan model bisnis yang tak sesuai jadi alasan utama. Meski demikian, Ripple tetap punya potensi besar di pembayaran global melalui XRP. Investor disarankan tetap waspada, lakukan riset mendalam, dan diversifikasi portofolio untuk menghadapi ketidakpastian regulasi di dunia crypto. (redtc)
Baca Juga :Â Shiba Inu Siap Meledak 10x! Dukungan Teknis Kuat Bikin Harga Melambung ke Bulan!
5 FAQ Tentang Prediksi Ripple Bank dari Morgan Creek
- Mengapa Mark Yusko bilang Ripple tak akan pernah jadi bank?
Yusko menyoroti regulasi ketat SEC dan litigasi XRP yang membuat lisensi bank sulit didapat, plus model bisnis Ripple yang lebih ke teknologi daripada perbankan tradisional. - Apa dampak prediksi ini bagi harga XRP?
Prediksi bisa menekan sentimen pasar jangka pendek, tapi XRP tetap kuat berkat utilitasnya di remittances; harga fluktuatif tergantung berita regulasi. - Siapa Mark Yusko dan Morgan Creek Capital?
Mark Yusko adalah CEO Morgan Creek, firma investasi yang mengelola aset miliaran dolar, dengan fokus pada crypto dan aset alternatif. - Apakah Ripple masih punya masa depan tanpa jadi bank?
Ya, melalui teknologi seperti RippleNet dan ODL, Ripple bisa terus berkembang di pembayaran lintas batas tanpa lisensi bank penuh. - Bagaimana investor bisa merespons prediksi ini?
Diversifikasi investasi, pantau update regulasi SEC, dan fokus pada fundamental XRP daripada spekulasi “Ripple Bank”.












