MEDIA ONLINE KOMUNITAS CRYPTO

Home » Ada yang Curi Perhatian Saat Kripto Bertumbangan, Apa Itu?

Ada yang Curi Perhatian Saat Kripto Bertumbangan, Apa Itu?

Foto: AP/Mark J. Terrill


TABLOID CRYPTO – Di tengah lesunya kinerja aset kripto (cryptocurrency) berkapitalisasi pasar besar (big cap) selama sepekan, token Crypto.com Coin (CRO) malah mencuri perhatian investor kripto dengan berhasil melonjak tinggi di pasar.

Menurut data Coinmarketcap.com, Sabtu (20/11/2021), pukul 16.56 WIB, token CRO melesat 10,25% dalam 24 jam terakhir ke posisi US$ 0,5699. Adapun dalam sepekan CRO melejit 47,91%.

Sejak awal November 2021, Crypto.com Coin memang menikmati lonjakan harga yang signifikan. Terhitung, selama sebulan terakhir token ini terbang 194,67%.

Nilai kapitalisasi pasar (market cap) CRO pun melambung tinggi hingga menempatkan token ini ke posisi 16 besar kripto dalam hal market cap, yakni mencapai US$ 14,18 miliar.

BACA JUGA : Ampun! Boncos Ga Kira-kira Nih, Bitcoin Cs Ambruk Lagi

Asal tahu saja, koin kripto dengan kapitalisasi pasar  terjumbo bitcoin ambles 8,26% dalam sepekan terakhir. Namun, hari ini koin kripto pertama itu berhasil rebound 2,71% ke US$ 58.701,17.

Kemudian, koin kripto terbesar kedua ethereum juga anjlok 7,72% dalam seminggu dan mencoba pulih dengan naik 3,71% ke US$ 4.309,87.

Kenaikan instan CRO akhir-akhir ini terjadi seiring platform perdagangan cryptocurrency ini mendapatkan kesepakatan kontrak 20 tahun senilai US$ 700 juta dengan Anschutz Entertainment Group (AEG) untuk membeli hak penamaan Staples Center di Los Angeles, kandang tim bola basket Amerika Serikat (AS) Los Angeles (LA) Lakers.

Perubahan nama itu akan berlaku pada Hari Natal, saat Lakers menjamu Brooklyn Nets.

Menariknya, saat nama Crypto.com Coin melambung tinggi, LA Lakers malah sedang tertatih-tatih sepanjang musim ini. Dalam 17 kali bertanding, Lakers baru menang sebanyak 8 kali, sedangkan 9 sisanya kandas di tangan lawan.

Bahkan, Anthony Davis (AD) Cs takluk dalam 3 hari pertandingan terakhir. Pada Selasa (16/11) Lakers kalah 121-103 melawan Chicago Bulls. Kemudian, pada Kamis (18/11), tim besutan pelatih Frank Vogel ini juga keok di hadapan Tim Giannis Antetokounmpo, Milwaukee Bucks, 109-102.

Teranyar, hari ini, Sabtu waktu Indonesia (20/11), di tengah kembalinya sang ‘raja’ LeBron James dari cedera, Lakes kembali kalah 108-130 melawan musuh bebuyutannya Boston Celtics. Kuartet James-AD-Russell Westbrook-Carmelo Anthony yang secara total mengumpulkan 79 poin harus tunduk di hadapan bintang Celtics Jayson Tatum yang melesatkan 37 poin hari ini.

Kurang dari empat tahun yang lalu, Crypto.com hanyalah sebuah blog pribadi milik Matt Blaze, seorang profesor ilmu komputer Universitas Pennsylvania, sebelum akhirnya domain tersebut dijual kepada perusahaan kripto.

Pada akhir tahun ini, nama tersebut akan terpampang di salah satu tempat olahraga paling terkenal di AS, bagian dari pemasaran yang mahal oleh perusahaan yang relatif masih kurang terkenal dibandingkan pesaingnya.

Perusahaan itu semula didirikan sebagai perusahaan rintisan bernama Monaco pada tahun 2016, sebagai bursa mata uang kripto yang juga menawarkan dompet digital dan kartu debit kripto.

Perusahaan memiliki kantor pusat di Singapura tetapi mempertahankan alamat di Malta, Inggris dan Irlandia. Kepala eksekutifnya, yang juga merupakan pemegang saham mayoritas, sebelumnya menjalankan situs transaksi harian yang gagal untuk Asia Tenggara. Perusahaan ini dimiliki secara pribadi dan tidak mengumpulkan dana institusional.

Namun minggu ini, perusahaan yang menyebut dirinya sebagai “platform cryptocurrency dengan pertumbuhan tercepat di dunia,” mengatakan telah mengamankan hak penamaan selama 20 tahun untuk Staples Center di Los Angeles yang menelan biaya sekitar US$ 700 juta, salah satu jumlah terbesar yang pernah dibayarkan untuk hak penamaan tempat olahraga.

Karena minat terhadap mata uang terus melonjak – harga Bitcoin telah melonjak hampir 230 persen dalam 12 bulan terakhir menjadi sekitar $60.000 per koin – perusahaan seperti Crypto.com berlomba-lomba untuk mendapatkan perhatian di kalangan masyarakat umum.

Dalam inkarnasi aslinya sebagai Monaco, perusahaan menawarkan kartu debit Visa yang dapat diisi ulang menggunakan mata uang kripto. Perusahaan ini mengumpulkan dana dengan mencetak token digitalnya sendiri dan menjualnya ke publik pada tahun 2017 dalam penawaran koin awal (initial coin offering), suatu bentuk pengumpulan dana yang mirip dengan penawaran umum perdana (IPO).

Setelah itu sang CEO Kris Marszalek memutuskan untuk mengubah citra Monaco dan menghubungi Matt Blaze, seorang profesor kriptografi saat itu di University of Pennsylvania, yang telah memiliki nama domain crypto.com selama 25 tahun.

BACA JUGA : Pelemahan Harga Bitcoin Diprediksi Cuma Sementara

Dalam sebuah wawancara, CEO Crypto.com Kris Marszalek, seorang pengusaha kelahiran Polandia, mengatakan Crypto.com dan perusahaan induknya, Foris Technology telah menguntungkan tetapi tidak memberikan angka pasti.

Crypto.com yang mengelola bursa perdagangan aset kripto menghasilkan uang dengan mengambil biaya transaksi untuk setiap jual beli Bitcoin, Eter, dan 150 mata uang digital lainnya yang tersedia di platform tersebut.

Selain hak nama atas stadion basket, baru-baru ini perusahaan tersebut juga menandatangani kesepakatan sponsorship olahraga dengan United Fighting Championship (UFC), Formula 1 Racing dan liga sepak bola Serie A Italia, serta tim olahraga termasuk tim sepak bola Paris Saint-Germain (PSG) di Prancis dan tim basket AS Philadelphia 76ers.

Sumber : cnbcindonesia.com

Berlangganan Tabloid Crypto