MEDIA KOMUNITAS CRYPTO

Home » Alert! Usai Rekor, Harga Bitcoin cs Ambruk, Ini Gara-garanya

Alert! Usai Rekor, Harga Bitcoin cs Ambruk, Ini Gara-garanya

Foto: Bitcoin (REUTERS/Benoit Tessier)

TABLOID CRYPTO – Harga ‘mata uang’ digital bitcoin jatuh sepanjang akhir pekan lalu dan ambles 19,5% dari rekor tertinggi yang dicatatkan cryptocurrency paling populer di dunia ini dalam sepekan terakhir.

Menurut data CoinDesk yang dilansir CNBC International, harga bitcoin anjlok hingga ke level US$ 52.148,98 atau setara dengan Rp 756 juta/koin pada Minggu pagi (18/4) setelah mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 64.800 atau Rp 940 juta/koin pada hari Rabu. Ini adalah perdagangan terakhir atas bitcoin di level harga lebih dari US$ 55.795.

Adapun cryptocurrency lainnya, termasuk ethereum dan dogecoin, juga terpukul selama akhir pekan.

Harga ethereum, koin digital terbesar kedua berdasarkan nilai pasar, turun sebanyak 18% dan drop di bawah US$ 2.000 atau Rp 29 juta/koin pada Minggu sebelum diperdagangkan lebih dari US$ 2.150. Harga ether juga baru-baru ini mencapai rekor tertinggi, melampaui US$ 2.500 pada Kamis (15/4), nilai itu setara dengan Rp 36 juta/koin.

Baca juga : Sebentar Lagi Bitcoin Bakal ‘Dikeroyok’ Bank Central Dunia

Sementara itu, dogecoin, yang melonjak lebih dari 400% pada satu titik pekan lalu dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di 45 sen dolar AS, turun terendah mencapai 24 sen dolar AS di akhir pekan ini.

Apa sebenarnya yang mendorong penurunan kripto?

Sebuah laporan yang belum diverifikasi di Twitter mengklaim bahwa Departemen Keuangan AS kemungkinan akan menindak lembaga keuangan yang melakukan pencucian uang menggunakan cryptocurrency.

Sebuah cuitan dari akun @Fxhedgers juga merujuk pada kemungkinan tindakan keras Departemen Keuangan AS, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya. Cuitan ini menjadi viral pada Sabtu malam.

Departemen Keuangan AS tidak segera menanggapi permintaan komentar CNBC.

Harga cryptocurrency mencapai rekor tertinggi pada pekan lalu di tengah euforia pasar setelah adanya debut pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO) dari perusahaan platform perdagangan cryptocurrency Coinbase, yang menjadi perusahaan cryptocurrency terbesar yang go public pada Rabu pekan lalu (14/4).

Pencatatan saham tersebut secara singkat menaikkan valuasi Coinbase menjadi sekitar US$ 100 miliar atau setara Rp 1.450 triliun (sebelum turun menjadi lebih dari US$ 62 miliar pada akhir pekan), dan ini memberikan dorongan kepada industri cryptocurrency lainnya untuk IPO.

Terlepas dari rekor harga tersebut, beberapa investor khawatir bahwa cryptocurrency seperti bitcoin mengalami gelembung harga. Lonjakan baru-baru ini yang dicatatkan oleh dogecoin, yang dimulai sebagai lelucon berdasarkan meme “Doge” 2013, khususnya, telah memicu kekhawatiran akan gelembung di pasar mata uang kripto.

Jebloknya mata uang kripto belakangan ini terjadi akibat kemungkinan diterapkanya regulasi oleh beberapa negara.

Baca juga : Alasan Dogecoin Kini Populer Ketimbang Bitcoin

Bank Sentral Turki sudah mengeluarkan larangan penggunaan seperti Bitcoin cs untuk membeli barang dan jasa. Kebijakan ini mulai berlaku pada 30 April 2021. Alasan pelarangan aset kripto karena bank sentral Turki menemukan risiko yang signifikan bagi pihak-pihak yang bertransaksi.

Saat aturan ini diterapkan lembaga keuangan tidak akan bisa memfasilitasi platform yang menawarkan jual-beli aset kripto, kustodi, transfer hingga penerbitan cryptocurrency.

Tidak hanya Turki, negara lain juga kemungkinan besar akan segera menyusul.

Pejabat eksekutif di World Economic Forum (WEF) memperingatkan pasar kripto akan terpukul oleh serangkaian regulasi yang “dramatis”.

“Kita akan melihat serangkaian upaya yang dramatis untuk meregulasi mata uang kripto” kata Sheila Warren, anggota komite eksekutif yang juga kepala data, blokchain dan aset digital WEF, sebagaimana dikutip Forbes, Kamis (15/4/2021).

Meski demikian, Warren melihat harga bitcoin CS masih akan terus menanjak ke depannya.

“Beberapa orang melihat saat ini adalah puncak (kenaikan harga bitcoin CS). Saya pikir itu salah,” tambahnya.

Sumber : cnbcindonesia.com