Awas Jantungan! Harga Kripto Makin Ambruk, Bitcoin Mendingan

oleh -36 Dilihat
3732a2ed 926a 4ae3 b91d a77adb49d604 169
Foto: Bitcoin (REUTERS/Benoit Tessier)

indodax bitcoin indonesia blotspot dot coms

TABLOID CRYPTO – Pasar kripto kembali berjatuhan pada perdagangan Kamis (20/5/2021) pagi, melanjutkan pelemahan yang sudah terbentuk sejak akhir pekan lalu.

Berdasarkan data dari Investing pukul 09:00 WIB, harga Bitcoin ambruk 9,36% ke level US$ 37.018,10 atau setara dengan Rp 528.648.170, Ethereum ambles hingga 26,76% ke US$ 2.341,37 atau Rp 33.440.617, Litecoin ambrol hingga 35,29% ke US$ 180,03 atau Rp 2.569.807.

Berikutnya Chainlink longsor 37,9% ke posisi US$ 24,90 atau setara dengan Rp 355.634, Ripple terkoreksi parah hingga 32,64% ke US$ 1,02 atau setara Rp 14.554, Cardano merosot 21,79% ke US$ 1,48 atau Rp 21.105, dan Dogecoin terjatuh 28,57% ke US$ 0,32 atau Rp 4.521.

Baca juga : 3 Fakta Kondisi Pasar Bitcoin Cs RI yang Didominasi Milenial

Cryptocurrency Dalam Dolar AS Dalam Rupiah Perubahan Harian (%)
Bitcoin 37,018.10 528,648,170 −9.36%
Ethereum 2,341.37 33,440,617 −26.76%
Litecoin 180.03 2,569,807 −35.29%
Chainlink 24.90 355,634 −37.90%
Ripple 1.02 14,554 −32.64%
Cardano 1.48 21,105 −21.79%
Dogecoin 0.32 4,521 −28.57%

Harga Bitcoin sudah ambruk hampir 50% dari level tertingginya yang terbentuk pada pertengahan April lalu. Namun pada pagi hari ini, pelemahan Bitcoin cenderung lebih baik dibandingkan dengan kripto lainnya yang ambruk hingga mencapai 30%.

Di lain sisi, aksi jual secara massif masih terjadi di pasar kripto pada pagi hari ini setelah tindakan keras China terhadap mata uang digital.

Penurunan harga uang kripto dengan kapitalisasi pasar ini dipicu kebijakan keras China yang melarang lembaga keuangan seperti bank dan fintech pembayaran untuk menyediakan layanan transaksi uang kripto. China juga mengingatkan investor agar tidak memperdagangkan uang kripto spekulatif.

“Baru-baru ini, harga uang kripto telah meroket dan anjlok, dan perdagangan spekulatif uang kripto telah pulih, secara serius melanggar keamanan dan mengganggu tatanan ekonomi dan keuangan normal,” kata tiga lembaga itu seperti dikutip dari CNBC International, Rabu (19/5/2021).

Institusi tidak boleh menyediakan layanan simpanan, trust atau penjaminan cryptocurrency, atau mengeluarkan produk keuangan yang terkait dengan cryptocurrency.

Baca juga : Harga Bitcoin Jeblok ke Bawah US$ 37.000, Terendah 3 Bulan

Tindakan terbaru ini melengkapi kebijakan sebelumnya di mana China melarang penawaran koin perdana (Initial Coin Offering/ICO) dan menutup platform jual-beli cryptocurrency. Kebijakan ini dikeluarkan pada 2017 silam.

Sebelum adanya tindakan keras oleh China, pelemahan pasar kripto juga disebabkan oleh komentar dari CEO Tesla, Elon Musk yang telah menangguhkan Bitcoin sebagai alat pembayaran untuk membeli mobil Tesla, dikarenakan adanya dampak lingkungan yang serius seiring masifnya proses penambangan Bitcoin.

Di sinilah komputer bertenaga tinggi digunakan untuk memecahkan algoritma matematika yang kompleks untuk menambah jumlah Bitcoin yang beredar di pasar dan memungkinkan untuk transaksi menggunakan bitcoin.

Ironisnya, pengumuman dibatalkannya pembayaran dengan Bitcoin datang hanya tiga bulan setelah Tesla mengungkapkan bahwa mereka membeli Bitcoin senilai US$ 1,5 miliar dan akan mulai menerima bitcoin sebagai imbalan atas produknya.

Sumber : cnbcindonesia.com

banner3

Tentang Penulis: Tabloid Crypto

MEDIA ONLINE KOMUNITAS CRYPTO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *