MEDIA KOMUNITAS CRYPTO

Home » Binance Tumbangkan Pasar Kripto, Doge Diselamatkan Elon Musk

Binance Tumbangkan Pasar Kripto, Doge Diselamatkan Elon Musk

Aset Kripto

Foto: REUTERS/Dado Ruvic


TABLOID CRYPTO – Setelah ambrol pada perdagangan Kamis kemarin, pasar mata uang kripto kembali diterpa kabar tak sedap. Alhasil bitcoin dan mata uang kripto lainnya kesulitan untuk bangkit.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, dalam 24 jam terakhir harga bitcoin turun lagi 2,02% ke kisaran US$ 49.944/BTC, kemudian ethereum lebih dalam lagi -2,46%, Ripple juga turun tipis 0,72%. Sementara itu mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ketiga yakni Binance Coin turun paling parah 5,13%.

Hanya dogecoin yang sukses melawan gravitasi dengan menguat 20,7% ke level harga US$ 0,52/DOGE setelah Elon Musk kembali mencuit mengenai mata uang meme ini. Ia menyebut sedang bekerja dengan tim developer Dogecoin untuk meningkatkan efisiensi sistem transaksi.

“Sedang bekerja dengan tim developer Doge untuk meningkatkan efisiensi sistem transaksi. Sangat menjanjikan. Seperti biasa, jangan panik,” tulis Elon Musk.

Baca juga : Binance Diduga Dipakai Penjahat, Nasib Bitcoin Cs Jadi Suram?

Tidak jelas apakah pernyataan Elon Musk ini mengacu pada efisiensi dalam hal penggunaan energi, kemudahan penggunaan atau kesesuaian sebagai mata uang, kata Mark Humphery-Jenner, seorang profesor keuangan di sekolah bisnis Universitas New South Wales di Sydney, seperti dikutip dari Reuters.

Namun konsumsi listrik Dogecoin memang lebih rendah dari Bitcoin. Menurut penyedia pusat data TRG, konsumsi listrik Dogecoin hanya 0,12 kilowatt jam per transaksi sementara Bitcoin mengkonsumsi 707 kilowatt. Namun hampir tidak mungkin menggunakan Dogecoin untuk membeli apa pun.

Jika kemarin Elon Musk membuat pasar mata uang kripto rontok, kali ini giliran Binance Holding Ltd, bursa mata uang kripto terbesar di dunia memberikan kabar buruk.

Binance Holding Ltd saat ini sedang diselidiki oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) dan Internal Revenue Service akibat diduga melakukan pencucian uang dan pelanggaran pajak.

Alhasil mata uang kripto binance hari pada Jumat (14/5/2021) pagi penurunannya paling besar, lebih dari 6%.

Sebuah perusahaan forensik yakni Chainalysis Inc menemukan bahwa pada tahun lalu, transaksi yang dilakukan di Binance lebih banyak terkait dengan aktivitas kriminal dibandingkan dengan pertukaran uang kripto.

“Kami menjalankan kewajiban hukum kami dengan sangat serius dan terlibat dengan regulator dan penegak hukum secara kolaboratif,” ujar juru bicara Binance Jessica Jung yang dikutip dariReutersyang mengutip pemberitaan Bloomberg, Kamis (13/5/2021).

Baca juga : Kena Prank Elon Musk, Investor Kripto ‘Rugi’ Rp 5.183 T

Selain itu, ia juga mengatakan perusahaannya tidak akan memberikan komentar apapun terhadap pernyataan dari berbagai pihak.

“Kami telah bekerja keras untuk membangun program kepatuhan yang kuat yang menggabungkan prinsip dan alat anti pencucian uang yang digunakan oleh lembaga keuangan untuk mendeteksi dan menangani aktivitas yang mencurigakan,” kata dia.

Pasar mata uang kripto yang kerap digunakan oleh penjahat atau pun melakukan kejahatan memang masih menjadi sorotan utama.

Coindesk yang mendapat data dari perusahaan analitik Coinfirm, melaporkan sepanjang tahun 2020 nilai kriminalitas di mata uang kripto mencapai US$ 10,5 miliar.

Dari total tersebut, 67,8% merupakan kasus penggelapan dan penipuan. Sementara kejahatan di urutan kedua yakni di pasar gelap serta perdagangan narkoba sebesar 18,4%. Selain itu ada juga digunakan untuk pendanaan terorisme meski nilainya kurang dari 0,1%.

Sumber : cnbcindonesia.com