MEDIA KOMUNITAS CRYPTO

Home » Bitcoin, Ethereum dan Dogecoin Kompak Menguat, Ini Penyebabnya

Bitcoin, Ethereum dan Dogecoin Kompak Menguat, Ini Penyebabnya

ILUSTRASI. Total kapitalisasi pasar dari mata uang kripto menembus US 2 triliun atau Rp 28.000 triliun

TABLOID CRYPTO –  Harga btcoin mencapai rekor tertinggi. Harga bitcoin sempat menyentuh US$ 65.000 per btc. Kondisi ini memengaruhi pasar mata uang kripto lainnya.

Koin kripto terbesar kedua di dunia, Ethereum, berada pada titik tertinggi sepanjang masa sekitar US$ 2.400, sementara Dogecoin juga mengalami peningkatan.

Harga Dogecoin naik lebih dari 80% dalam kurun waktu 24 jam, menurut pelacak cryptocurrency CoinDesk.

Harga Bitcoin melonjak membuat nilai mata uang kripto lainnya terungkit. Ini karena beberapa investor melihat cryptocurrency yang lebih kecil ini seperti Dogecoin sebagai alternatif yang lebih murah untuk Bitcoin. Apalagi bagi mereka yang berinvestasi dalam jangka pendek dan memanfaatkan naik turun harga yang sering bergejolak.

Baca juga : Debut Coinbase di Bursa Saham Jadi Momen Penting Industri Mata Uang Kripto

Bitcoin mengalami lonjakan harga cukup besar pada tahun 2021 setelah Tesla dan PayPal ikut andil dalam fluktuasi harga.

Tesla pada Februari mengumumkan telah menginvestasikan US$ 1,5 miliar dalam Bitcoin. Sementara, PayPal memungkinkan pelanggan menggunakan cryptocurrency untuk membeli dan menjual di platformnya.

Mastercard juga berencana untuk mulai mendukung pembayaran Bitcoin akhir tahun ini.

Sementara itu, harga Dogecoin ikut melonjak sejak akhir Januari. Kenaikan harga Dogecoin dipengaruhi postingan media sosial Elon Musk dan lonjakan GameStop.

Banyak ahli yang optimis, masa depan Bitcoin akan menjadi merupakan kabar baik untuk Dogecoin.

Simon Peters, analis di platform investasi eToro seperti dikutip INews mengatakan: “Dinamika telah berubah cukup dramatis tahun ini. Permintaan membanjiri pasar dari institusi sama seperti Bitcoin dan Ethereum dalam jumlah besar semakin banyak yang offline dan pemegang mentransfernya ke dompet mereka sendiri.”

Investor mengharapkan nilai tertinggi yang lebih tinggi dan posisi terendah yang lebih tinggi sepanjang tahun.

“Dalam jangka pendek, kita mungkin segera melihat beberapa aksi ambil untung dari beberapa investor – tema umum yang terjadi ketika Bitcoin atau rekan-rekannya mencapai rekor puncak – tetapi tren jangka panjang tetap solid, dengan permintaan untuk investasi alternatif yang terus berlanjut,” papar Simon seperti dikutip INews.co.uk

Baca juga : Bitcoin Pecah Rekor, Doge Naik 73 Persen, Tetap Hati-hati Investasi Aset Kripto

Bahkan, platform perdagangan Cryptocurrency Coinbase telah mengajukan mendaftar untuk IPO di Nasdaq. Kemungkinan ini menjadi IPO terbesar tahun ini.

Nick Spanos, salah satu pendiri platform kontrak pintar Zap.org, berkata: “Debut IPO Coinbase yang akan datang, sangat menarik bagi investor pasar arus utama serta penggemar pasar crypto.”

Ada juga peluang untuk langsung membeli saham perusahaan yang memainkan peran sentral dalam Bitcoin dan crypto. “Coinbase akan membuka gerbang bagi investor konservatif untuk masuk koin dan aset digital lainnya,” kata Nick seperti dikutip INews.co.uk.

Tapi, perlu diingat cryptocurrency terkenal sangat mudah berubah. Sehingga bisa menjadi investasi yang berisiko.

Terlebih ada oklan pertukaran cryptocurrency Coinfloor dilarang oleh Advertising Standards Authority bulan lalu karena menyarankan membeli Bitcoin adalah cara yang aman untuk berinvestasi.

Sumber : investasi.kontan.co.id