MEDIA KOMUNITAS CRYPTO

Home » Bitcoin Masuk Fase Koreksi? Ini Jawaban Para Ahli

Bitcoin Masuk Fase Koreksi? Ini Jawaban Para Ahli

Ilustrasi BITCOIN


TABLOID CRYPTO – Sentimen negatif masih terus menyelimuti Bitcoin dan aset kripto lainnya, yang membuat pergerakan pasar cenderung stagnan dan mengalami penurunan.

Sentimen ini pada akhirnya menimbulkan pertanyaan apakah masa kenaikan atau bullish Bitcoin sudah berakhir dan digantikan oleh bearish yang merupakan fase penurunan?

Menjawab kegelisahan para trader, Coinvestasi telah mengadakan acara Coinfest id yang mengupas tuntas mengenai kondisi pasar aset kripto saat ini berdasarkan sejumlah narasumber ahli.

CEO TRIV Gabriel Rey mengatakan, menentukan istilah yang tepat pada pasar saat ini tidak bisa diputuskan secara sembarangan.

“Paling tidak, ada empat pendekatan yang perlu dilakukan seperti sentimen pasar, ketertarikan institusi, volume exchange dan on-chain, serta analisis teknikal,” kata Gabriel Rey seperti dikutip keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Selasa (27/7/2021).

BACA JUGA : Konsistensi Tokocrypto Menarik Perhatian 14.000 Peserta Dari Sejumlah Negara

Gabriel menjelaskan, peak bull-run menurut data jaringan (on-chain) menunjukkan, pergerakan Bitcoin memperlihatkan bull-run terjadi pada Desember 2017 hingga Januari 2018, dimana terjadi perpindahan Bitcoin sebesar US$ 200 miliar pada waktu itu dalam jaringan (di luar exchange terpusat).

Sementara, pada bull-run kali ini (periode April-Mei 2021) terjadi perpindahan nilai Bitcoin sebesar US$ 450 miliar pada bulan-bulan tersebut dalam jaringan dengan kenaikan sebesar 2.25 kali dibanding bull-run sebelumnya

Peak bull-run bisa dilihat terjadi pada April dan Mei, setelah itu terlihat turun dan masih belum terlihat kembali naik, kemudian aktivitas ritel pun terpantau turun,” kata Gabriel Rey.

Secara umum, menurut Gabriel Rey, sentimen pasar crypto saat ini masih dipenuhi oleh kabar-kabar negatif yang membuat jumlah investor dan pencarian aset kripto di Google atau cuitan di Twitter terkait aset tersebut mengalami penurunan.

“Pengaruh sentimen pasar ini pada dasarnya sangat penting bukan hanya untuk aset kripto saja namun bagi semua instrumen investasi lainnya, karena ketika ada sesuatu yang negatif atau positif bisa membuat pergerakan pada pasar. Ritel bisa jual semua aset mereka ketika sentimen negatif tapi ketika positif mereka bisa saja Fomo,” tandas Gabriel Rey.

CPO Pintu, Anthony Thio mengatakan, saat ini Bitcoin memang sedang dalam fase koreksi karena banyak ritel yang sedang mengambil untung. Sementara, penambang atau miner Tiongkok terkena aturan tegas dari pemerintah terkait kegiatan mining.

“Meski begitu perlu dilihat jika 2020 Bitcoin mengalami kenaikan yang sangat pesat karena institusi yang mulai masuk, walau koreksi adopsi aset ini pun meningkat terutama di Amerika Serikat,” kata Anthony.

Melihat paparan kedua ahli tersebut, bisa ditarik kesimpulan jika kondisi Bitcoin memang sedang dalam fase bearish. Namun, perlu diperhatikan sebagai aset yang volatil perubahan harga Bitcoin sangat mungkin terjadi. Untuk saat ini, tidak ada yang mengetahui kapan fase bearish ini akan selesai dan Bitcoin kembali bangkit.

Begini Nasib Altcoin
Kabar Altcoin pada dasarnya tidak terlalu berbeda dengan Bitcoin, sebab aset ini mayoritas mengekor pergerakan harga Bitcoin.

Walau begitu, Founder Zipmex Indonesia Raymond Co mengingatkan, jika ada 11.000 lebih altcoin yang ada di dunia dengan berbagai tujuan berbeda dan bisa dijadikan pilihan jika ingin melakukan akumulasi di tengah pasar yang sedang turun.

“Bagi investor pemula, jangan kejar candle hijau dulu. Namun, pilihlah altcoin dengan fundamental bagus yang bisa bertahan lama,” katanya.

BACA JUGA : Duh! Gara-gara Amazon, Investor Panik & Harga Bitcoin Cs Drop

Founder Evolution Trading Kurnia Bijaksana menambahkan, pada dasarnya setiap investor perlu melihat siklus di pasar, siklus adalah hal yang wajar dan ada di seluruh jenis aset.

“Ada dua masalah ketika kita melihat siklus pasar. Kita tidak tahu berapa lama siklus ini berlangsung dan berapa persen sebuah siklus mengalami kenaikan atau penurunan, namun untuk saat ini altcoin kurang tepat jika dibilang bullish masih akumulasi saja,” katanya.

Kurnia memberikan tips bagi para investor di tengah pasar altcoin yang jauh lebih volatil dibandingkan Bitcoin, diantaranya membatasi risiko, tidak memasukan semua dana di cypto dengan serakah, melakukan analisa dan diskusi dengan orang lain di berbagai forum untuk menambah informasi.

Sumber : beritasatu.com