MEDIA KOMUNITAS CRYPTO

Home » Bitcoin Pecah Rekor, Doge Naik 73 Persen, Tetap Hati-hati Investasi Aset Kripto

Bitcoin Pecah Rekor, Doge Naik 73 Persen, Tetap Hati-hati Investasi Aset Kripto

Dalam file foto yang diambil pada 27 Januari 2020 ini tampak representasi mata uang virtual bitcoin dan uang kertas dollar Amerika Serikat.

TABLOID CRYPTO – Pertumbuhan nilai aset kripto, seperti bitcoin dan dogecoin, akhir-akhir ini mencapai rekor. Meroketnya nilai dogecoin pada Rabu (14/4/2021) hingga 69 persen dibandingkan sehari sebelumnya dinilai akan meningkatkan minat masyarakat Indonesia terhadap aset kripto sebagai instrumen investasi. Namun, untuk meminimalkan risiko, masyarakat diminta untuk tidak sekadar ikut-ikutan tren.

Berdasarkan data dari Binance, pada Rabu pagi ini, dalam dua hari terakhir, nilai bitcoin (BTC) terus tumbuh memecahkan rekor sebelumnya dengan menembus angka 61.000 dollar AS atau sekitar Rp 891 juta. Pada Rabu pagi, nilai bitcoin mencapai lebih dari 64.000 dollar AS.

Ini menjadi pencapaian terbaru aset kripto yang selama setahun terakhir nilainya telah tumbuh 928 persen atau hampir 10 kali lipat. Di bursa aset kripto dalam negeri, seperti Triv dan Indodax, tercatat nilai tukar bitcoin ke rupiah mencapai sekitar Rp 949 juta pada Rabu petang.

CEO Triv Gabriel Rey mengatakan, stabilitas pertumbuhan bitcoin memang terprediksi menurut analisisnya. Dalam sistemnya yang memonitor transaksi bitcoin, setiap pekan terdeteksi sejumlah pihak yang membeli Bitcoin dalam jumlah besar.

Ia mengatakan, kondisi bull market bitcoin yang terjadi selama ini tampaknya didorong oleh investasi institusional, bukan oleh individu atau retail. Contohnya, pada 14 April, ia melihat ada sebuah institusi yang membeli sekitar 14.000 BTC atau 902 juta dollar AS (Rp 13,1 triliun).

Tanpa ada batasan, tidak mungkin harga Dogecoin akan terus naik, karena bertentangan dengan fundamentalnya.

Hal ini, menurut dia, telah menyebabkan munculnya permintaan besar atas bitcoin yang pada akhirnya terus meningkatkan nilai aset kripto ini. ”Volume retail di (bursa) Coinbase hanya sekitar 30 persen, sedangkan 70 persen dikuasai institusi,” kata Gabriel.

Kondisi ini juga didorong dengan dimulainya proses IPO (initial public offering) guna melantainya bursa aset kripto terbesar di Amerika Serikat, Coinbase, di Nasdaq. Menurut Gabriel, ini adalah simbol penerimaan publik yang signifikan terhadap aset kripto secara umum.

Aset kripto lain yang mendapat sorotan adalah dogecoin (DOGE). Hingga Rabu petang pukul 18.25 WIB, dogecoin mengalami pertumbuhan nilai sebesar 73 persen dibandingkan sehari sebelumnya menjadi Rp 2.025 per 1 DOGE. Kata kunci ”Doge” bahkan masuk dalam jajaran topik terhangat (trending topic) Indonesia di media sosial Twitter hingga 157.000 cuitan.

Meski demikian, Gabriel tidak menyarankan masyarakat berinvestasi jangka panjang dengan dogecoin. Sebab, pertama, dogecoin ditambang dengan jumlah yang sangat besar, sekitar 14 juta dogecoin per hari. Kedua, dogecoin tidak mengenal batas produksi. Bitcoin, misalnya, telah diprogram untuk selamanya berjumlah 21 juta BTC. Saat ini, jumlah bitcoin yang sudah ditambang adalah 18,5 juta BTC.

Oleh karena itu, menurut Gabriel, gelembung dogecoin cepat atau lambat akan pecah dan akan merugikan investor jangka panjang. ”Tanpa ada batasan, tidak mungkin harga dogecoin akan terus naik, karena bertentangan dengan fundamentalnya,” katanya.

Ia menambahkan, yang cocok untuk jangka panjang hanya bitcoin. Selain itu, untuk meminimalkan risiko, investasi tidak dilakukan dalam jumlah besar (lump sum), tetapi dengan skema dollar cost averaging (DCA). Nilai investasi awal disebar dalam suatu jangka waktu.

Penasihat keuangan Mohamad Andoko juga mengutarakan pendapat yang senada. Menurut dia, masyarakat Indonesia harus benar-benar memahami karakteristik setiap aset kripto sebelum membelinya sebagai instrumen investasi.

Hal ini menjadi penting sebab ia melihat ada kecenderungan untuk sekadar mengikuti tren investasi di masyarakat Indonesia. Andoko mengambil contoh Tesla dan Elon Musk yang berinvestasi aset kripto dalam jumlah besar.

”Kita ini cenderung tidak analisis, tetapi sekadar karena ikut-ikutan. Padahal, dia tidak sadar kalau kelak nilainya jatuh, dia sendiri yang menanggung,” kata Andoko yang juga pendiri firma konsultan perencana keuangan OneShildt.

Musk sempat berkontribusi pada kenaikan nilai dogecoin hingga 800 persen pada akhir Januari hingga awal Februari 2021, mencapai sekitar Rp 1.100 per DOGE. Saat itu, Musk mencuitkan meme pelesetan logo majalah Vogue menjadi ”Dogue”.

Pada Rabu ini pun Musk mencuitkan gambar gif yang menunjukkan seekor anjing jenis Shiba Inu—inspirasi logo dogecoin—sedang tertawa. Cuitan ini di-retweet sebanyak 15.500 kali dan mendapat like hingga lebih dari 88.000.

Andoko menilai, status aset kripto yang sebagai barang baru akan terlihat sebagai barang yang menarik dan ”trendi” sebagai instrumen investasi. Dan inilah yang membuat banyak anak muda tertarik dengan aset kripto.

Yang cocok untuk jangka panjang hanya bitcoin. Selain itu, untuk meminimalkan risiko, investasi tidak dilakukan dalam jumlah besar.

Namun, Andoko berpendapat, sebuah investasi jangan dilihat dari segi keren dan tidaknya. Menurut dia, investasi harus tetap dilihat dari kemampuannya memberikan keuntungan modal (capital gain) dan pendapatan rutin (regular income).

”Sebelum investasi, pelajari plus-minus, risikonya, dan bagaimana cara analisisnya, supaya tidak terjebak,” katanya.

 

Sumber : kompas.id