MEDIA KOMUNITAS CRYPTO

Home » Bukan Bitcoin, Ini Masa Depan Uang Kripto Versi Goldman Sachs

Bukan Bitcoin, Ini Masa Depan Uang Kripto Versi Goldman Sachs

Foto: Infografis


TABLOID CRYPTO – Di masa depan, mata uang kripto nomor satu kemungkinan bukan lagi Bitcoin. Posisi itu nantinya akan digantikan oleh Ether, token digital yang memfasilitasi transaksi di blockchain Ethereum.

Golden Sachs mengatakan kasus penggunaan nyata Ether bisa memberikan potensi menjadi penyimpanan nilai digital yang dominan di tahun-tahun mendatang.

Bank itu percaya Ether “saat ini terlihat seperti cryptocurrency dengan potensi penggunaan nyata tertinggi sebagai Ethereum, platform yang menjadi mata uang digital asli adalah platform pengembangan paling populer untuk aplikasi smart contract,” demikian dikutip dari Business Insider, Kamis (8/7/2021).

BACA JUGA : Bitcoin Updates ! Bull Market Baru Setengah Jalan ? Prediksi Bitcoin Hari Ini !

Artinya Ether dapat menyalip Bitcoin yang menjadi mata uang kripto teratas. Di sisi lain Bitcoin tidak menawarkan kasus penggunaan nyata seperti Ether, sebagian karena kecepatan transaksinya lambat hanya tujuh transaksi per detik.

Namun kedua mata uang kripto itu tidak akan bisa menyalip emas dalam waktu dekat. Sebab volatilitas yang tinggi tidak menjadikan pesaing langsung dengan aset safe haven seperti emas.

“Emas bersaing dengan kripto pada tingkat yang sama dengan aset berisiko seperti saham dan siklus komoditas. Kami memandang emas sebagai lindung nilai inflasi defensif dan kripto sebagai lindung nilai risiko inflasi,” jelasnya.

BACA JUGA : Wamendag: Banyak Pemain Asing Kepincut Masuk Pasar Kripto RI

Berdasarkan data dari CoinMarketCap, saat ini terdapat 10.722 mata uang kripto berbeda yang ada di pasaran. Namun diantara cryptocurrency itu juga terlihat saling bersaing. Sayangnya persaingan tersebut menjadi kerugian bagi kripto tersebut.

Goldman mengatakan dengan persaingan antar aset kripto juga mampu merusak kemampuannya menjadi kelas aset yang aman bagi investor. “Kompetisi di antara cryptocurrency adalah faktor risiko lain yang menghalangi mereka menjadi aset safe haven di tahap ini,” kata Goldman.

Sumber : cnbcindonesia.com