MEDIA KOMUNITAS CRYPTO

Home » Cegah Risiko Keuangan, Cina Tindak Penambang dan Perdagangan Bitcoin

Cegah Risiko Keuangan, Cina Tindak Penambang dan Perdagangan Bitcoin

Ilustrasi Bitcoin


TABLOID CRYPTO – Komite Stabilitas dan Pengembangan Keuangan Dewan Negara menyatakan Cina akan menindak penambangan bitcoin dan aktivitas perdagangan sebagai bagian dari upaya untuk menangkis risiko keuangan.

“Negara juga akan menekan aktivitas ilegal di pasar sekuritas, dan menjaga stabilitas pasar saham, obligasi, dan valas,” kata komite itu dalam pertemuan yang dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri Cina Liu He yang dikutip dari Reuters, Jumat, 21 Mei 2021.

Pernyataan tersebut muncul hanya beberapa hari setelah tiga badan industri Cina memperketat larangan bank dan perusahaan pembayaran yang menyediakan layanan terkait kripto, menandai peningkatan tajam pergerakan terhadap mata uang virtual.

Baca juga : Aset Kripto, Bikin Untung atau Buntung

Liu adalah pejabat Cina paling senior yang secara terbuka memerintahkan tindakan keras terhadap bitcoin, dan ini adalah pertama kalinya dewan negara secara eksplisit menargetkan aktivitas penambangan kripto.

Langkah tersebut merupakan upaya perlindungan kepada investor dan pencegahan pencucian uang yang menjadi perhatian khusus pemerintah dan regulator keuangan. Di mana mereka bergulat dengan apakah dan bagaimana harus mengatur industri cryptocurrency.

Adapun harga Bitcoin turun tajam selama beberapa pekan dan longsor lebih dari 15 persen. Penurunan juga dialami aset kripto lain, Etherium.

Baca juga : Mengenal Lebih Jauh Aset Kripto dari Indonesia

Sebelumnya, Hong Kong mengusulkan pertukaran mata uang kripto lisensi regulator pasar kota dan hanya mengizinkan mereka untuk memberikan layanan kepada investor profesional.

“Sementara beberapa tingkat regulasi kripto tidak dapat dihindari, kebijakan yang terlalu ketat ini akan mengakibatkan terhambatnya peluang dan pelarian industri dari Asia,” kata Jehan Chu, mitra pengelola di perusahaan modal ventura blockchain Hong Kong, Kenetic Capital.

Sumber : bisnis.tempo.co