MEDIA KOMUNITAS CRYPTO

Home » DANA Masih Pertimbangkan Layanan Kripto, Rangga Wiseno: Kami Pelajari Tren dan Regulasi

DANA Masih Pertimbangkan Layanan Kripto, Rangga Wiseno: Kami Pelajari Tren dan Regulasi

Ilustrasi foto aplikasi Dana [Istimewa]


Tabloidcrypto News – Perusahaan teknologi finansial (tekfin) DANA hingga kini masih mengkaji soal layanan dengan mata uang kripto (cryptocurrency) di platformnya.

“Saat ini kami masih mode observasi. Kami masih meriset, baik secara langsung, wawancara mendalam maupun survei. Kami juga masih mempelajari tren hingga regulasi pemerintah,” kata Chief of Product DANA Indonesia Rangga Wiseno, Jumat (25/3/2022).

Terkait dengan regulasi, Rangga mengatakan terdapat kebijakan dari sejumlah regulator, yang pada akhirnya akan mempengaruhi observasi dan keputusan perusahaan ke depannya untuk layanan kripto ini.

BACA JUGA : Harga Kripto Hari Ini 26 Maret 2022: Bitcoin Pimpin Penguatan

“DANA diatur oleh Bank Indonesia (BI) dan regulator lain, seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Kami masih menunggu kejelasan dari kripto ini,” kata Rangga.

“Jadi, kami masih mempelajari. Terlebih, pemerintah menyiapkan Central Bank Digital Currency (CBDC). Nah, apakah ke kripto atau CBDC dulu? Kami memikirkan untuk perkembangan ke depan,” ujarnya lagi.

Untuk diketahui, CBDC atau rupiah digital adalah uang digital yang diterbitkan dan peredarannya dikontrol oleh bank sentral, dan digunakan sebagai pembayaran yang sah untuk menggantikan uang kartal.

Saat ini, penerbitan CBDC masih terus dibahas oleh para bank sentral di seluruh dunia.

Baru-baru ini, Bank Indonesia menjelaskan, CBDC masih harus menjadi topik diskusi antarnegara, termasuk dalam G20 terutama terkait landasan penerapan CBDC dan dampaknya.

BACA JUGA : Doni Salmanan Ternyata Aktif Trading Kripto, tapi Kalah Terus hingga Sisa Rp 500 Juta

Di sisi lain, negara-negara G20, termasuk Indonesia, sepakat untuk mengawasi perkembangan aset kripto secara global.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo pada konferensi pers G20 Finance Ministers and Central Bank Governors (FMCBG), Jumat (18/2) lalu, mengatakan ada kekhawatiran perkembangan kripto akan membawa instabilitas pada sektor keuangan dan perekonomian dunia.

Perry juga mengatakan saat ini seluruh dunia tidak mengakui secara resmi kripto adalah mata uang, namun diakui sebagai sebuah aset. Kini, kripto masih diperdagangkan sebagai aset di badan Pengawas Perdagangan Berjangka dan Komoditi (Bappebti).

Sumber : suara.com

Berlangganan Tabloid Crypto

Cloud Hosting