MEDIA KOMUNITAS CRYPTO

Home » Dogecoin Terus Diendorse Elon Musk, Segera Salip Kapitalisasi Pasar Binance?

Dogecoin Terus Diendorse Elon Musk, Segera Salip Kapitalisasi Pasar Binance?

Ilustrasi Bursa Kripto. shutterstock.com

TABLOID CRYPTO – Cuitan CEO Tesla Inc. Elon Musk sering kali membuat harga aset kripto melejit tak sedikit membuat para investor yang tak siap mental menjadi was-was. Selama beberapa pekan terakhir sentimen yang dibawa oleh salah satu orang terkaya sejagat ini memicu tak hanya lonjakan tapi juga ambrolnya harga mata uang digital seperti Bitcoin dan Dogecoin.

Pergerakan aset kripto selama ini diketahui sangat sensitif terhadap sentimen implementasi koin sebagai transaksi, terutama jika digunakan oleh korporasi besar. Dengan demikian, cukup wajar setiap dukungan yang diberikan korporasi, seperti Tesla hingga Mastercard, telah membawa aset kripto nyaman di zona hijau dan melesat tinggi.

Harga Bitcoin yang langsung meroket hingga puluhan persen misalnya, terjadi saat Elon Musk memutuskan koin itu dapat menjadi alat transaksi kendaraan listrik miliknya, Tesla. Hal itu semakin mengokohkan posisi Bitcoin sebagai aset kripto dengan total kapitalisasi pasar terbesar di dunia.

Namun, belum lama ini dukungan Elon Musk terhadap Bitcoin kini mulai beralih ke Dogecoin. Pada Kamis lalu, 13 Mei 2021, Musk mengungkapkan tengah bekerja sama dengan tim pengembangan Dogecoin untuk meningkatkan efisiensi transaksi sistem.

“Sedang membantu para pengembang Doge untuk meningkatkan efisiensi sistem transaksinya. Cukup menjanjikan,” cuit Musk dikutip Jumat, 14 Mei 2021.

Baca juga : Dihajar Double Blow, Bitcoin Dkk Tumbang Pekan Ini

Cuitan itu pun diunggah Musk setelah ia mengkritik Bitcoin yang boros energi dan mengemukakan kekhawatirannya terhadap dampak negatif yang ditimbulkan mata uang digital itu, baik dari aktivitas transaksi maupun penambangan (mining) yang menggunakan bahan bakar fosil.

Saat itu Musk mengatakan Tesla akan menghentikan sementara program yang memperbolehkan konsumen membeli kendaraan buatan Tesla dengan Bitcoin.

Walhasil, pasar Bitcoin mengalami volatilitas yang cukup tinggi selama 24 jam belakangan dan Dogecoin atau DOGE melesat hingga lebih dari 30 persen. Pada perdagangan Jumat  lalu, 14 Mei 2021, hingga pukul 16.43 WIB, harga DOGE di Tokocrypto naik 32,5 persen ke posisi Rp 7.459 per DOGE, sedangkan harga DOGE di Upbit Indonesia naik 5,96 persen ke posisi Rp 7.820.

Adapun harga DOGE di Indodax terkoreksi 26,75 persen ke posisi Rp 7.738 per DOGE. Berdasarkan coinmarketcap.com, nilai kapitalisasi pasar DOGE pun meningkat 38,07 persen menjadi sekitar US$ 68,24 miliar.

Dengan nilai tersebut, Dogecoin menjadi koin dengan kapitalisasi pasar terbesar ke empat di seluruh dunia. Di sisi lain, kapitalisasi pasar Dogecoin juga terus mengejar total kapitalisasi pasar Binance Coin di posisi US$ 97,9 miliar.

Baca juga : Cameron dan Tyler Winklevoss, Kembar Miliarder Berkat Bitcoin

Jika Dogecoin mampu terus menguat, bukan tidak mungkin kapitalisasi pasar koin dengan logo anjing Shiba Inu itu menyusul kapitalisasi pasar Binance Coin. Apalagi, belakangan ini, Binance Holdings Ltd., perusahaan perdagangan aset kripto terbesar di dunia tengah berada dalam investigasi Departemen Keadilan dan Layanan Pendapatan Internal AS.

Kabar tersebut pertama kali muncul dari pemberitaan Bloomberg Kamis lalu, 13 Mei 2021. Pemerintah AS dalam hal ini mulai menaikkan level kewaspadaan mereka karena menduga layanan Binance Holdings semakin sering disalahgunakan untuk tindak pencucian uang di kalangan pengusaha besar.

Hal itu pula yang membuat aset Binance coin terjerat di zona merah dalam beberapa perdagangan terakhir. Kendati demikian, COO perusahaan dompet kripto BRD Adam Zadikoff menilai tren kembali menguatnya harga Dogecoin hari ini tidak akan berlangsung lama.

Zardikoff memperkirakan kenaikan harga Dogecoin tersebut tak berlangsung lama. “Terutama melihat karakter Dogecoin sendiri yang memang sejak awal tidak ditakdirkan untuk punya kelebihan sebagai alat pembayaran maupun tempat menyimpan nilai,” tuturnya seperti diberitakan Daily Express, Jumat, 14 Mei 2021.

Sumber : bisnis.tempo.co