Duh! Ancaman Ngeri di Balik Booming Kripto Kian Mencemaskan

oleh -75 Dilihat
79c56c33 660e 4714 8cd9 00701a5093dd 169
Foto: REUTERS/Bobby Yip

indodax bitcoin indonesia blotspot dot coms
Tabloid Crypto News – Sebuah makalah baru menemukan penambangan Bitcoin lebih kotor untuk lingkungan. Temuan itu membantah para pendukung yang mengklaim penambangan yang pindah ke Amerika Serikat (AS) bisa membantu emisi karbon jaringan.

Hal ini terjadi sebagiannya karena jaringan berbahan bakar fosil di AS, intensitas karbon Bitcoin 17% lebih tinggi pada Agustus lalu dibandingkan rata-rata tahun 2020.

Sebagai informasi, setelah tindakan keras China membuat banyak pengembang pindah ke beberapa negara. Banyak diantaranya memutuskan beroperasi di AS.

BACA JUGA : Rusia Beralih ke Kripto, Harga Bitcoin Tembus Rp 631,4 Juta Per Keping

“Ini kebalikan dari apa yang dikatakan pendukung (Bitcoin),” kata penulis utama makalah tersebut, Alex de Vries yang juga menjalankan Indeks Konsumsi Energi Bitcoin, dikutip dari Gizmodo, Jumat (4/3/2022).

Tim peneliti menggunakan peta lokasi global penambang Bitcoin yang diperbarui secara berkala berbasis IP Address dari Cambridge Center for Altenative Finance. Ini memperkirakan bahwa peta mencakup hampir setengah dari jaringan Bitcoin.

Berikutnya mereka membandingkan lokasi penambang di jaringan Bitcoin sebelum tindakan China berlaku dengan lokasi pada beberapa bulan kemudian pada Agustus 2021. Para peneliti akhirnya menyimpulkan jenis bahan bakar yang digunakan penambang Bitcoin dan memperkirakan jejak karbon kasar untuk seluruh jaringan.

BACA JUGA : Deretan Kripto Ini Berpotensi Menguat pada Pekan Pertama Maret 2022

Dia menambahkan di AS sebagian besar penambangan ditenagai oleh gas alam, yang menggantikan pembangkit listrik tenaga air. Membuat aktivitas itu jauh dari ramah lingkungan.

“Itu kebalikan dari membuat Bitcoin lebih ramah lingkungan, Anda membuat Bitcoin lebih intensif karbon dengan menambahkan lebih banyak bahan bakar fosil ke jaringan,” ungkap de Vries.

Penggunaan bahan bakar fosil akan menghasilkan karbon yang berdampak pemanasan global dan perubahan iklim (climate change). Beberapa tahun ini dampak perubahan iklim sudah banyak dirasakan penduduk Bumi mulai dari kekeringan hingga bahaya kelaparan yang meningkat.

Sumber : cnbcindonesia.com

Berlangganan Tabloid Crypto

banner3

Tentang Penulis: Tabloid Crypto

MEDIA ONLINE KOMUNITAS CRYPTO

Responses (5)

  1. Hi,

    We’re wondering if you’d be interested in a backlink to tabloidcrypto.com from our website that has a Moz Domain Authority of 50?

    We charge just $40 (USD) to be paid via Paypal, card, or cryptocurrency. This is a one-time fee, so there are no extra charges and the link is permanent.

    If you’d like to know more about the site, please reply to this email and we can discuss further.

    Kind Regards,
    Antonia

  2. Hi

    I am writing to you on behalf Giejo Magazine. We have received a substantial number of enquiries asking us to feature tabloidcrypto.com in our “Business Spotlight” section covering inspirational business stories (not sure if these enquiries were from your PR team or customers).

    We would be happy to feature tabloidcrypto.com in the next month’s edition of the magazine.

    Here is a bit about the “Business Spolight” section

    The purpose of the section is to provide readers with an insight into how the business was started, a story about its founders, their motivations for starting the business, an executive overview of the company and what it does, a review of its products/services, how it compares to other companies in the industry. The piece should be informative rather than promotional. We are interested more in putting the founders/owners in the spotlight and tracking their journey. The purpose of this piece is to inspire people and not to promote products or services.

    Please let me know if you are interested. I would appreciate if you could revert to me by the end of the week as we are pretty tight on the deadlines. In your reply, please copy in stories@shopgiejo.com

    Kind regards

    Ieva Kubiliute

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *