MEDIA KOMUNITAS CRYPTO

Home » Duit Nasabah US$ 1 Miliar di Bursa Kripto FTX Raib Sebelum Bangkrut Apa yang Terjadi?

Duit Nasabah US$ 1 Miliar di Bursa Kripto FTX Raib Sebelum Bangkrut Apa yang Terjadi?

Ilustrasi Logo FTX

Ilustrasi Logo FTX


Crypto News – Investasi kripto mulai memakan korban di Amerika Serikat. Setidaknya dana nasabah di bursa kripto FTX sebesar US$ 1 miliar telah raib.

Hal ini terungkap dari dua orang yang mengetahui masalah tersebut yang dikutip kantor berita Reuters pekan lalu.

Sumber Reuters menyebutkan, pendiri bursa FTX Sam Bankman-Fried secara diam-diam telah mentransfer dana para investor sebesar US$ 10 miliar dari FTX ke perusahaan perdagangan Bankman-Fried Alameda Research.

Sumber tersebut juga menyatakan sebagian besar dari total dana di bursa kripto FTX itu telah raib. Satu sumber menyebutkan jumlah yang hilang sekitar US$ 1,7 miliar. Sementara sumber yang lain mengatakan selisih kekurangan jumlah dana di bursa kripto FTX yang raib itu antara US$ 1 miliar dan US$ 2 miliar.

Baca Juga : Kerajaan Kripto Runtuh!!! Ratusan Trilyun Menguap Dalam Semalam!!!

Meskipun diketahui bahwa FTX memindahkan dana pelanggan ke Alameda, dana yang hilang dilaporkan di bursa kripto FTX di Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya.

Hilangnya dana di bursa kripto FTX terungkap dalam catatan yang dibagikan Bankman-Fried dengan eksekutif senior lainnya hari Minggu lalu.

Menurut dua orang sumber. Catatan tersebut memberikan laporan terkini tentang situasi pada saat itu. Kedua sumber tersebut memegang posisi senior FTX hingga minggu ini dan mengatakan bahwa mereka diberi pengarahan tentang keuangan perusahaan oleh staf puncak.

FTX yang berbasis di Bahama mengajukan kebangkrutan pada hari Jumat (11/11) setelah penarikan pelanggan besar-besaran awal pekan ini.

Kesepakatan penyelamatan dengan bursa kripto saingan FTX, Binance gagal, mempercepat keruntuhan profil tertinggi kripto dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam pesan teks ke Reuters, Bankman-Fried mengatakan dia “tidak setuju dengan penyebutan” dari transfer US$ 10 miliar.

“Kami tidak diam-diam mentransfer,” kata Bankman-Fried. “Kami memiliki pelabelan internal yang membingungkan dan salah membacanya,” tambah dia tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Ditanya tentang dana yang hilang, Bankman-Fried menjawab: “???”

FTX dan Alameda tidak menanggapi permintaan komentar.

Dalam sebuah tweet pada hari Jumat, Bankman-Fried mengatakan dia sedang menyatukan apa yang terjadi di FTX.

“Saya terkejut melihat hal-hal yang muncul awal pekan ini. Saya akan, segera, menulis lebih lengkap apa yang terjadi,” tulis dia.

Inti masalah FTX adalah kerugian di Alameda yang tidak diketahui oleh sebagian besar eksekutif FTX, menurut laporan Reuters sebelumnya.

Penarikan pelanggan melonjak Minggu lalu setelah Changpeng Zhao, CEO bursa kripto raksasa Binance mengatakan, Binance akan menjual seluruh sahamnya di token digital FTX senilai setidaknya US$ 580 juta, karena pengungkapan baru-baru ini.

Empat hari sebelumnya, outlet berita CoinDesk melaporkan bahwa sebagian besar aset Alameda senilai US$ 14,6 miliar disimpan dalam token.

Hari Minggu lalu, Bankman-Fried mengadakan pertemuan dengan beberapa eksekutif di ibukota Bahama Nassau untuk menghitung berapa banyak dana dari luar yang dia butuhkan untuk menutupi kekurangan FTX, kata dua orang yang mengetahui keuangan FTX.

Bankman-Fried mengkonfirmasi kepada Reuters bahwa pertemuan itu terjadi.

Sumber Reuters mengatakan bahwa Bankman-Fried menunjukkan beberapa spreadsheet kepada kepala tim regulasi dan hukum FTX. Data keuangan ini menunjukkan bahwa FTX telah memindahkan sekitar US$ 10 miliar dana klien dari FTX ke Alameda, kata dua sumber.

Spreadsheet menunjukkan berapa banyak uang yang dipinjamkan FTX ke Alameda dan untuk apa uang itu digunakan.

Dokumen tersebut menunjukkan bahwa antara US$ 1 miliar dan US$ 2 miliar dari dana ini tidak diperhitungkan di antara aset Alameda. Spreadsheet tidak menunjukkan ke mana uang ini dipindahkan dan sumber mengatakan mereka tidak tahu apa yang terjadi.

Dalam pemeriksaan selanjutnya, tim hukum dan keuangan FTX juga mengetahui bahwa Bankman-Fried menerapkan apa yang digambarkan oleh kedua orang itu sebagai backdoor dalam sistem pembukuan FTX.

Mereka mengatakan backdoor memungkinkan Bankman-Fried untuk menjalankan perintah yang dapat mengubah catatan keuangan perusahaan tanpa memberi tahu orang lain, termasuk auditor eksternal.

Pengaturan ini berarti bahwa pergerakan dana US$ 10 miliar ke Alameda tidak memicu kepatuhan internal atau tanda bahaya akuntansi di FTX.

Dalam pesan teksnya kepada Reuters, Bankman-Fried membantah menerapkan backdoor.

Komisi Sekuritas dan Bursa atawa Securities and Exchange Commission (SEC) AS sedang menyelidiki penanganan dana pelanggan FTX.com serta aktivitas peminjaman kripto, ujar sumber yang mengetahui penyelidikan tersebut kepada Reuters pada hari Rabu. Departemen Kehakiman dan Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas juga sedang menyelidiki.

Baca Juga : Proyek Kripto asal Indonesia Trustlane akan Kembangkan Platform DBFI

Kebangkrutan FTX menandai pembalikan yang menakjubkan untuk Bankman-Fried. Pria berusia 30 tahun ini telah mendirikan FTX pada tahun 2019 dan menjadikannya salah satu bursa kripto terbesar.

Dia mengumpulkan kekayaan pribadi yang diperkirakan mencapai hampir US$ 17 miliar. Nilai perusahaan FTX diperkirakan mencapai US$ 32 miliar pada bulan Januari, dengan investor termasuk SoftBank dan BlackRock.

Krisis telah mengirimkan gaung ke seluruh dunia kripto dengan harga koin utama anjlok. Keruntuhan FTX menimbulkan perbandingan dengan kehancuran bisnis besar sebelumnya.

Pada hari Jumat, FTX mengatakan telah menyerahkan kendali perusahaan kepada John J. Ray III, spesialis restrukturisasi yang menangani likuidasi Enron Corp – salah satu kebangkrutan terbesar dalam sejarah.

Sumber : investasi.kontan.co.id

Berlangganan Tabloid Crypto

Email Hosting