Elon Musk Ungkap Siapa Satoshi Nakamoto Sang Pencipta Bitcoin

oleh -41 Dilihat
elon musk 169
Foto: Elon Musk (AP/Susan Walsh)

indodax bitcoin indonesia blotspot dot coms
Tabloidcrypto News – CEO Tesla Inc Elon Musk kembali membuat gempar lewat cuitannya di media sosial twitter. Padahal dalam sebuah post yang diunggahnya pada Rabu (9/3/2022) tersebut Elon tidak memberikan pernyataan apapun melainkan hanya sebuah gambar.

Hingga artikel ini ditulis, unggahan Elon Musk tersebut sudah mendapatkan lebih dari 340 ribu likes dan 47.500 retweets. Hal yang menjadikan postingan tersebut menarik adalah Elon seolah-olah merujuk pada identitas asli pencipta Bitcoin yang selama ini dikenal sebagai Satoshi Nakamoto.

Gambar yang diunggah oleh Elon di twitternya adalah logo 4 perusahaan consumer electronics yang sudah banyak diketahui oleh publik yaitu Samsung, Toshiba, Nakamichi dan Motorola. Perhatikan! Jika huruf-huruf awal tersebut diambil dan digabungkan maka akan membentuk nama Satoshi Nakamoto.

SAmsung TOSHIba NAKAmichi MOTOrola!

Tidak diketahui apa maksud dan tujuan Elon memposting gambar tersebut, apakah murni gurauan, mencari sensasi atau ada makna tersembunyi (implisit) di dalamnya. Sejauh ini, nama pseudonym Satoshi Nakamoto sang pencipta Bitcoin masih menjadi misteri dan pertanyaan besar banyak orang.

BACA JUGA : Live dMentor : Rayuan Kripto Artis Indonesia

Sebelumnya, Elon Musk sempat berspekulasi bahwa Satoshi Nakamoto hanyalah nickname yang dipakai oleh sang kreator dan pencipta Bitcoin diisukan bernama asli Nick Szabo.

Lantas siapa sebenarnya Nick Szabo? Apa alasan utama Elon Musk sampai mencurigai Nick Szabo?

Berdasarkan penelusuran CNBC Indonesia, pria yang dicurigai Elon Musk sebagai pencipta Bitcoin tersebut bernama asli Nicholas Szabo seorang ahli komputer dan kriptografi sekaligus peneliti aspek hukum (legal) yang memiliki spesialisasi di bidang kontrak dan uang digital.

Pada 1989, Nick memperoleh gelar sarjananya dari jurusan teknologi komputer dari Universitas Washington. Nick ternyata juga bergelar Juris Doctorate dari Universitas George Washington Fakultas Hukum.

Sebagai informasi, gelar Juris Doctorate digunakan untuk seseorang yang menempuh pendidikan awal di bidang hukum untuk profesional di bidang hukum dan bisa berkiprah sebagai pengacara (lawyer).

Untuk diketahui, Nick juga dikenal sebagai orang pertama yang mencetuskan istilah smart contract yang sudah tidak asing lagi di telinga investor dan trader token kripto. Selain itu Nick juga pernah punya pengalaman mengembangkan token kripto bernama BitGold yang dianggap sebagai cikal bakal Bitcoin.

Nick yang berusia 56 tahun menciptakan BitGold pada 1998 sebagai salah satu solusi untuk mengatasi masalah inefisiensi di sistem perbankan.

Spekulasi Elon soal Nick sebagai pencipta Bitcoin juga diperkuat oleh riset dan investigasi yang dilakukan oleh Pusat Linguistic Forensic Universitas Aston 2014 silam.

Setelah melakukan telaah terhadap berbagai makalah termasuk makalah yang dipublikasikan bersama dengan munculnya Bitcoin, kesamaan antara struktur kata dan bahasa yang digunakan Nick juga punya kemiripan tinggi.

Sehingga kesimpulan mengarah pada sosok Nick-lah yang punya kemungkinan besar sebagai pencipta token kripto dengan nilai pasar terbesar di dunia tersebut.

Meski Nick menampik dugaan yang diarahkan pada dirinya, tetapi Elon tetap percaya bahwa semua bukti yang dikumpulkan selalu mengarah pada nama Nick Szabo.

BACA JUGA : Ada Kabar Gencatan Senjata, Bitcoin cs Mulai Bangkit Lagi

Bersamaan dengan cuitan Elon di twitter, harga Bitcoin juga melesat. Harga Bitcoin naik 8% lebih dari US$ 39.000/BTC menjadi US$ 42.000/BTC. Namun kenaikan ini lebih disebabkan karena langkah yang dilakukan oleh AS.

Presiden AS, Joe Biden telah memerintahkan jajarannya untuk mulai meregulasi aset-aset digital seperti token kripto. Perintah eksekutif dari AS-1 tersebut merespons kritik terhadap Paman Sam yang begitu skeptis terhadap Bitcoin cs.

Dalam instruksinya, Biden mengatakan bahwa AS harus tetap mempertahankan kepemimpinannya di bidang teknologi di tengah pertumbuhan yang pesat dan dalam rangka untuk mendukung inovasi serta di saat yang sama memitigasi risiko yang dihadapi oleh konsumen, bisnis, sistem keuangan hingga iklim.

Tidak hanya Bitcoin saja yang harganya naik, tetapi token kripto lain juga ikut melesat. Ethereum, token kripto terbesar kedua dan yang paling banyak digunakan untuk pengembangan Non-Fungible Token (NFT) juga naik 6% lebih.

Sumber : cnbcindonesia.com

Berlangganan Tabloid Crypto

bannerbudi 9
PHP Dev Cloud Hosting

Tentang Penulis: Tabloid Crypto

MEDIA ONLINE KOMUNITAS CRYPTO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *