MEDIA ONLINE KOMUNITAS CRYPTO

Home » Harga Kripto ‘Elon Musk’ Liar, Melesat to The Moon

Harga Kripto ‘Elon Musk’ Liar, Melesat to The Moon

Foto: Ilustrasi mata uang Dogecoin. (Dok: Freepik)


TABLOID CRYPTO – Harga mayoritas mata uang kripto (cryptocurrency) kembali bergariah pada perdagangan Senin (16/8/2021) pagi waktu Indonesia, di mana kripto melanjutkan penguatan pada akhir pekan lalu. Harga Dogecoin tercatat menguat paling tinggi.

Berdasarkan data dari CoinMarketCap pukul 09:05 WIB, dari enam kripto berkapitalisasi terbesar non-stablecoin, hanya koin digital cardano dan ripple yang mulai melemah pada pagi hari ini. Namun pelemahan dua kripto tersebut masih cenderung tipis-tipis.

Cardano melemah 0,86% ke level harga US$ 2,16 per koin atau setara dengan Rp 31.072 per koinnya (asumsi kurs Rp 14.385/US$) dan ripple terkoreksi 1% ke level US$ 1,31 per koin atau Rp 18.844 per koin pada pagi hari ini.

Sedangkan sisanya masih on fire pada pagi hari ini. Bitcoin menguat 1,16% ke harga US$ 47.741,69 per koin atau setara dengan Rp 686.764.211 per koinnya, ethereum melesat 1,38% ke US$ 3.314,48 per koin (Rp 47.678.795 per koin).

Selanjutnya binance coin melonjak 2,18% ke US$ 417,19 per koin atau Rp 6.001.278 per koinnya dan dogecoin meroket 12,81% ke US$ 0,3418 per koin (Rp 4.917 per koin).

BACA JUGA : Simak! Ini Perbedaan Aset Kripto dengan Mata Uang Konvensional

Dalam sepekan terakhir, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar masih on fire, di mana penguatannya mayoritas di atas 10%. Bahkan ada yang sudah lebih dari 70% dalam sepekan terakhir. Koin digital ripple memimpin penguatan kripto terbesar dalam sepekan terakhir, yakni meroket hingga 70,28%.

Pada Jumat (13/8/2021) pagi waktu Indonesia, bitcoin dan kripto terbesar lainnya sempat berbalik arah ke zona merah karena aksi jual (profit taking) investor. Namun pada akhir pekan lalu, bitcoin dan kripto lainnya berhasil kembali ke zona hijau hingga pagi hari ini.

Bitcoin mulai mendekati perkiraan level harga US$ 50.000 yang diproyeksikan analis sebelumnya. Bahkan dari sisi kapitalisasi pasarnya, bitcoin mulai mendekati US$ 900 miliar.

“Memang, kami melihat banyak investor telah mengambil keuntungan dari pergerakan kripto baru-baru ini,” kata Asher Tan, CEO pertukaran cryptocurrency CoinJar, dikutip dari CoinDesk.

“Ada tren konservatisme di antara pengguna yang masuk ke kripto di sekitar harga yang sama di awal tahun ini, namun pengguna sedikit memangkas kepemilikan mereka.” tambahnya.

Sementara dari sisi volume perdagangan harian, memang total volume harian bitcoin di bursa utama, termasuk Bitstamp masih mendatar, jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya, terutama menjelang akhir Mei.

“Sementara pergerakan harga baru-baru ini telah melihat peningkatan jumlah aktivitas di pasar, di mana volume perdagangan secara global jauh dari level terakhir di harga US$ 45.000 atau jauh lebih rendah,” kata Janine Grainger, salah satu pendiri Pertukaran Easy Crypto yang berbasis di Australia, dilansir dari CoinDesk.

BitcoinFoto: TradingView & CoinDesk
Bitcoin

BACA JUGA : Gabung ke PSG, Lionel Messi Dibayar Pakai Kripto Selain Uang Tunai

Saat ini beberapa analis masih tetap optimistis soal harga bitcoin ke depannya, meskipun ketidakpastian peraturan di Amerika Serikat (AS) mengenai aturan pajak kripto masih membayangi sentimen laju harga kripto.

“Sektor kripto itu sendiri masih terbilang baru, di mana kripto berpijak sesuai industri teknologinya yang baru lahir, namun dengan adanya pajak kripto, hal itu dapat mengganggu pertumbuhannya,” kata Lucia della Ventura, seorang peneliti di Trinity College Dublin dan manajer kepatuhan hukum di perusahaan perangkat lunak keuangan Ledgermatic, dikutip dari CoinDesk.

Sementara itu menurut Edward Moya, analis dari perusahaan broker online Oanda mengatakan pada pekan lalu bahwa para trader tidak terlalu menanggapi dengan serius dari pengesahan paket stimulus infrastruktur AS senilai US$ 1 triliun yang dikeluarkan oleh Presiden AS, Joe Biden.

Trader cryptocurrency tidak begitu fokus pada pengesahan RUU infrastruktur Presiden Biden yang diharapkan, di mana salah satu poin dari RUU tersebut juga mencakup aturan pelaporan pajak baru yang sangat negatif bagi industri kripto,” kata Moya, dilansir dari CoinDesk.

Sumber : cnbcindonesia.com


Berlangganan Tabloid Crypto