MEDIA KOMUNITAS CRYPTO

Home » Jadi Penambang Bitcoin, Pemuda 19 Tahun Digaji Rp783 Juta Setahun

Jadi Penambang Bitcoin, Pemuda 19 Tahun Digaji Rp783 Juta Setahun

NIcks Sears, penambang Bitcoin yang digaji ratusan juta dalam setahun. Foto: CNBC


TABLOID CRYPTO – Nick Sears, pemuda berusia 19 tahun ini memilih menjadi penambang Bitcoin. Dengan menjadi penambang Bitcoin, penghasilannya dalam setahun mencapai 54.000 dolar Amerika Serikat (AS) atau Rp783,5 juta.

Sebelum menjadi penambang Bitcoin, saat berusia 17 tahun, Sears sudah membantu membangun pertanian penambangan Bitcoin di Dallesport, Washington.

Ketika usianya 18 tahun, dia membeli Bitcoin untuk pertama kalinya karena diizinkan secara hukum.  Dengan menjadi penambang Bitcoin, Sears bekerja di sebuah ruangan di dalam pusat data yang menampung 4.500 Application Specific Integrated Circuit (ASIC) yang berputar.

ASIC adalah hardware khusus untuk penambangan Bitcoin. Mesin tersebut menghasilkan kebisingan masing-masing sekitar 80 desibel.

BACA JUGA : Panik Menyebar di Antara Trader Bitcoin, Ethereum, BNB, XRP, dan Dogecoin, Ada Apa?

“Ruangan saya kedap suara. Jadi saya tidak mendengar mesin ketika saya menutup pintu, tetapi pasti berisik jika saya membuka pintu,” katanya, dikutip dari CNBC, Senin (2/8/2021).

Sears telah menghabiskan waktunya selama dua tahun terakhir mempelajari cara kerja mesin penambangan dan cara memperbaikinya secara otodidak. Dia percaya pengetahuannya di bidang penyolderan dan elektronik lebih berharga baginya dibanding gelar universitas.

“Saya tidak berpikir untuk kuliah, hanya ingin mengejar pengetahuan lebih banyak dalam memperbaiki mesin penambangan,” ujarnya, yang bekerja di SCATE Ventures.

Dia telah mengikuti kursus pelatihan online dari teknisi China yang bekerja untuk Bitmain, yang telah membantunya memperbaiki peralatan pertambangan khusus.

Bulan lalu, Sears dan karyawan lain menyelesaikan kelas virtual bersama Bitmain untuk mempelajari cara kerja pada chip ASIC di papan hash, serta catu daya S17, salah satu mesin paling populer yang sekarang digunakan untuk mencetak Bitcoin.

“Saya memiliki sertifikasi pemeliharaan perbaikan, saya juga baru saja menyempurnakan keterampilan saya di kategori itu. Ini mengesahkan pengetahuan saya dan memberi saya akses untuk membeli persediaan dan material secara langsung melalui Bitmain,” tutur Sears.

Dia pun akan menghadiri kelas tatap muka di Atlanta, Georgia untuk mempelajari lebih lanjut tentang penyolderan. “Bagian yang sulit adalah mempelajari cara menyolder dan membongkar papan sirkuit,” imbuhnya.

Bos Sears, Scott Bennett mengaku sangat senang memberi timnya akses ke sumber daya yang mereka butuhkan untuk menjadi lebih baik dalam pekerjaannya. Bennett yang merupakan CEO SCATE Ventures adalah penambang otodidak yang memulai bisnisnya di garasi orang tuanya pada 2017, tepat sebelum “musim dingin” kripto terakhir, ketika harga Bitcoin dan mata uang kripto lainnya anjlok.

Mirip dengan Sears, Bennett pernah tinggal di salah satu pusat datanya. Namun dia memilih untuk berkemah, daripada tinggal di ruangan di dalam fasilitas tersebut. “Semua fasilitas kami 100 persen bertenaga air,” kata Bennett.

Fasilitas penambangan tempat Sears bekerja berada di sebelah Sungai Columbia dan berbatasan langsung dengan Bendungan Dalles.

“Kami menyukai sumber daya itu. Murah, terbarukan, dan sangat melimpah,” ucapnya.

Sementara itu, sebagai penambang Bitcoin, Sears menghasilkan 54.000 dolar AS dalam setahun. Selain itu, dia juga mendapatkan asuransi kesehatan penuh yang dibayar oleh perusahaan.

Bennett juga menjalankan beberapa mesin penambangan khusus untuk karyawannya. Itu berjumlah sekitar 0,02 BTC setiap tiga bulan, yang menurut harga hari ini setara dengan bonus 788 dolar AS, yang didapat Sears dan karyawan lain.

“Dengan semua penambang di China offline, tingkat kesulitannya telah berubah, jadi bonusnya lebih tinggi. Terakhir kali kami mendapat sedikit lebih banyak dari yang kami dapat sebelumnya,” ujar Sears.

Dia menjelaskan, ketika pertama kali datang di pusat penambangan, mereka menyiapkan rak dan membuat infrastruktur jaringan untuk internet. Setelah infrastruktur fisik berjalan, dia bangun pukul 07.00 dan bekerja mulai pukul 08.00 hinggga 16.00.

Sears tetap di lokasi setelah itu untuk berjaga-jaga jika terjadi keadaan darurat. Namun ada teknisi yang berkerja pada malam hari, sehingga dia bisa beristirahat.

“Itulah hal keren tentang pekerjaan ini. Saya tidak memiliki rutinitas yang saya lakukan setiap hari. Setiap pagi, saya menemukan apa yang perlu diperbaiki,” ucapnya.

Tetapi bagian terbesar dari pekerjaannya adalah memantau dan mengelola 4.500 Bitmain dan Whatsminer ASIC untuk memastikan berjalan 24 jam sehari, tujuh hari seminggu.

BACA JUGA : Adopsi Bitcoin Makin Berkembang, Paypal Dikabarkan Bentuk Tim Kripto

Jika salah satu dari mesin tersebut offline, atau hanya berjalan pada kapasitas sebagian, tambang SCATE Ventures akan kehilangan uang. Itu karena ketika seseorang menambang Bitcoin, apa yang sebenarnya mereka lakukan adalah meminjamkan kekuatan komputasi mereka ke jaringan Bitcoin.

Semakin banyak mesin yang dimiliki secara online, semakin baik peluang untuk memenangkan Bitcoin. Kira-kira setiap 10 menit, 6,25 Bitcoin dibuat.

Untuk mencetak token baru ini, grup penambang global menyumbangkan daya komputasi mereka untuk menjalankan algoritma hashing.

Tetapi para penambang tidak bekerja dalam ruang hampa. Mereka bersaing satu sama lain untuk melihat siapa yang dapat membuka setiap batch Bitcoin baru terlebih dahulu. Jadi taruhannya besar untuk Sears.

Karena itu, menurutnya, rajin dan mengetahui cara mengatasi masalah di semua fasilitas sangat penting.

Sumber : inews.id


Berlangganan Tabloid Crypto