Kena ‘Prank’ Binance, Bandar Kripto Rp501 T Terancam Bangkrut

oleh -86 Dilihat
Pendiri bursa kripto Binance
Foto: Changpeng Zhao, CEO dan Foto: Changpeng Zhao, CEO dan Pendiri bursa kripto Binance (REUTERS/Darrin Zammit Lupi)(REUTERS/Darrin Zammit Lupi)

indodax bitcoin indonesia blotspot dot coms
Crypto News – Binance mundur dari proses akusisi FTX. Kabar ini, membuat bursa kripto milik Sam Bankman-Fried tersebut makin tersudut dan terancam bangkrut.

Hanya sehari setelah CEO Binance Chengpeng Zhao mengumumkan kesepakatan akuisisi bisnis FTX di luar Amerika Serikat, CNBC International melaporkan bahwa Binance mengumumkan ‘putar balik’ dari proses akuisisi.

Suntikan modal dari Binance padahal dinilai sebagai satu-satunya cara bagi FTX untuk selamat. Pada awal tahun ini, valuasi FTX mencapai US$32 miliar atau sekitar Rp 501 triliun berdasarkan penanaman modal oleh investor privat.

Baca Juga : Asosiasi Ajak Masyarakat Kawal Status Aset Kripto dalam RUU P2SK

“Pada awalnya, harapan kami adalah bisa membantu konsumen FTX dengan menyediakan likuidtas. Namun, isu ini ternyata di luar kemampuan kami untuk menolong,” kata Binance.

Pada Senin malam, Bankman-Fried dihadapkan pada kekeringan modal sehingga bergeriliya mencari dukungan suntikan modal dari modal ventura dan investor lain sebelum akhirnya membuka diskusi dengan Binance.

Zhao awalnya setuju untuk membantu, tetapi Binance kemudian berubah pikiran dengan alasan “salah kelola dana nasabah dan kemungkinan investigasi oleh badan pemerintah Amerika Serikat”.

Bankman-Fried, menurut Wall Street Journal, memberi tahu kepada investor bahwa FTX kekurangan dana US$8 miliar untuk memenuhi permintaan penarikan dana.

Kabar buruk tentang FTX sudah bergulir sejak Senin. Saat itu, upaya Bankman-Fried untuk menjaga keyakinan investor runtuk setelah Zhao mengumumkan penjualan token rilisan FTX, FTT, dari portofolio Binance.

Pada Selasa, Bankman-Fried menyatakan bahwa total permintaan penarikan dana konsumen mencapai US$6 miliar. Pada hari yang sama, ia menghapus tweet yang menyatakan FTX punya cukup aset untuk memenuhi permintaan tersebut.

Baca Juga : Singapura Ingin Jadi Pusat Kripto dan Blockchain di Bidang Keuangan

Kepada pegawai Binance, Zhao menegaskan bahwa dia tidak memiliki “rencana besar” di balik batalnya akuisisi FTX. Jika FTX bangkrut, lanjutnya “bukan hal baik untuk siapa pun di industri”.

Zhao juga mengimbau kepada pemegang token FTT untuk tidak bertransaksi hingga situasi di bursa kripto tersebut jelas. “Jangan beli atau jual.”

Sumber : cnbcindonesia.com

Berlangganan Tabloid Crypto
bannerbudi 9
Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Tentang Penulis: Tabloid Crypto

MEDIA ONLINE KOMUNITAS CRYPTO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *