MEDIA KOMUNITAS CRYPTO

Home » Kenalkan Taproot, ‘Super Bitcoin’ Penghadang Ethereum!

Kenalkan Taproot, ‘Super Bitcoin’ Penghadang Ethereum!

Foto: Ilustrasi/ Cryptocurrency


TABLOID CRYPTO – Bitcoin melakukan transformasi pertamanya setelah empat tahun, dan disetujui oleh penambang di seluruh dunia. Dimana akan hadir yang disebut Taproot, dan akan mulai berlaku pada November. Adanya transformasi ini akan meningkatkan lagi nilai bitcoin.

Transformasi bitcoin ini adalah momen konsensus yang langka di antara para pemangku kepentingan. Para ahli crypto menyebut ini adalah masalah yang cukup besar untuk cryptocurrency paling populer di dunia.

Ketika Taproot akan berlaku pada November, akan meningkatkan transaksi dan efisiensi, terpenting ini adalah kunci dari masa depan teknologi blockchain yang akan menghilangkan perantara bahkan akan menjadi transaksi yang paling kompleks.

BACA JUGA : Khawatir Tapering Off, Begini Nasib Emas dan Kripto

“Taproot penting, karena membuka peluang luas bagi pengusaha yang tertarik untuk memperluas utilitas bitcoin,” ujar Alyse Killeen, Pendiri dan Managing Partner dari perusahaan ventura yang berfokus pada bitcoin Stillmark, seperti dikutip CNBC Internasional, Minggu (13/6/2021).

Taproot membuat kontrak pintar lebih murah dan lebih kecil, dalam hal ruang yang mereka ambil di blockchain. Killeen mengatakan bahwa peningkatan fungsionalitas dan efisiensi ini menghadirkan “potensi yang menakjubkan.”

Saat ini, kontrak pintar dapat dibuat baik di lapisan protokol inti bitcoin dan di Lightning Network, platform pembayaran yang dibangun di atas bitcoin, yang memungkinkan transaksi instan. Kontrak pintar yang dieksekusi di Lightning Network biasanya menghasilkan transaksi yang lebih cepat dan lebih murah.

“Transaksi kilat bisa menjadi pecahan dari satu sen … sementara transaksi bitcoin di lapisan protokol inti bisa jauh lebih mahal dari itu,” jelas Killeen.

Pengembang sudah mulai membangun Lightning, untuk mengantisipasi peningkatan, yang akan memungkinkan kontrak yang sangat spesifik.

“Hal terpenting bagi Taproot adalah… kontrak pintar,” kata Fred Thiel, CEO spesialis penambangan cryptocurrency Marathon Digital Holdings.

“Ini sudah menjadi pendorong utama inovasi di jaringan ethereum. Kontrak pintar pada dasarnya memberi Anda kesempatan untuk benar-benar membangun aplikasi dan bisnis di blockchain,” ujar Thiel lagi.

Taproot digadang-gadang tidak akan seperti fenomena bitcoin 2017 yang disebut sebagai ‘perang saudara terakhir’. Pasalnya Taproot memiliki dukungan hampir universal, sebagian karena perubahan ini merupakan peningkatan yang cukup bertahap pada kode.

Perubahan Bitcoin berkaitan dengan tanda tangan digital yang dapat Anda anggap sebagai sidik jari yang ditinggalkan seseorang pada setiap transaksi yang mereka lakukan.

BACA JUGA : Beda dengan Xi Jinping, Presiden El Salvador Rangkul Penambang Kripto

Saat ini, cryptocurrency menggunakan sesuatu yang disebut ‘Algoritma Tanda Tangan Digital Kurva Elliptik’, yang dibuat dari kunci pribadi yang mengontrol dompet bitcoin dan memastikan bahwa bitcoin hanya dapat digunakan oleh pemilik yang sah.

Sementara, Taproot akan beralih ke sesuatu yang dikenal sebagai ‘Tanda Tangan Schnorr’, yang pada dasarnya akan membuat transaksi multi-tanda tangan yang tidak dapat dibaca. Hal tersebut dijelaskan oleh De La Torre, Wakil Presiden di pooling pertambangan utama yang berkantor pusat di Hong Kong.

Dalam praktiknya, itu berarti privasi yang lebih besar, karena kunci Anda tidak akan memiliki banyak eksposur pada tiap transaksi. “Anda bisa menyembunyikan siapa diri Anda sedikit lebih baik, dan itu bagus,” kata Brandon Arvanaghi, yang sebelumnya merupakan insinyur keamanan di bursa kripto Gemini.

Sumber : cnbcindonesia.com