MEDIA KOMUNITAS CRYPTO

Home » Kripto Anjlok, Ini Penjelasan Analis

Kripto Anjlok, Ini Penjelasan Analis

Perkembangan pasar aset kripto di Indonesia. foto: istimewa

Crypto News – Kondisi sosiopolitik global yang tidak menentu telah membawa perekonomian Amerika Serikat mengalami inflasi sebesar 8,6 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Tingkat ini mencatat rekor tertinggi sejak 1981.

Untuk menekan laju inflasi, bank sentral Amerika Serikat, The Fed memberikan sinyal akan kembali menaikkan suku bunga. Akibatnya, investor institusional cenderung beralih ke instrumen investasi yang dinilai berisiko lebih rendah.

Hal ini berdampak pada penurunan permintaan pada instrumen investasi dengan profil risiko yang lebih tinggi, seperti saham perusahaan teknologi dan aset kripto, yang mengakibatkan penurunan nilai pasar aset digital secara keseluruhan.

Baca Juga : Terima Pembayaran Kripto, Perusahaan Properti di Dubai Hasilkan Rp 728,7 Miliar

Menanggapi hal tersebut, Research Analyst Zipmex Indonesia, Fahmi Almuttaqin menyampaikan pergerakan pasar kripto juga dapat turut dipengaruhi oleh beberapa faktor lainnya.

“Setelah terjadinya insiden pada stablecoin Terra USD dan saudaranya Luna pada Mei lalu, investor aset kripto kini diterpa krisis kepercayaan akibat dibekukannya fitur penarikan dana di Celsius Network, sebuah platform digital yang memungkinkan penggunanya mengajukan pinjaman dengan aset kripto sebagai jaminan,” jelas Fahmi dalam keterangan tertulis, Selasa (14/6/2022).

Baca Juga : Pasar Goyang, Startup Pinjol Kripto Ini Bekukan Akun Pengguna

Meskipun begitu, Fahmi menjelaskan jumlah dompet dengan kepemilikan lebih dari 10.000 Bitcoin tercatat mengalami kenaikan dalam beberapa minggu terakhir. Situasi ini mencerminkan posisi investor skala besar yang berada dalam posisi akumulasi mengingat data Coinbase Premium Index masih berada pada angka negatif.

Sumber : liputan6.com

Berlangganan Tabloid Crypto

Cloud Hosting