MEDIA KOMUNITAS CRYPTO

Home » Kripto Cerah Bergairah, Bitcoin Kembali Ke Level US$ 40.000

Kripto Cerah Bergairah, Bitcoin Kembali Ke Level US$ 40.000

Ilustrasi Bursa Kripto. shutterstock.com


Tabloidcrypto News – Harga Bitcoin, Ethereum, dan kripto utama kembali cerah bergairah pada perdagangan Rabu (16/3/2022) pagi waktu Indonesia, di tengah sikap investor yang masih menanti hasil rapat bank sentral Amerika Serikat (AS) terkait kebijakan suku bunga acuan.

Melansir data dari CoinMarketCap pada pukul 09:10 WIB, hanya koin digital (token) Terra yang melemah pada hari ini. Terra ambles 4,46% ke level harga US$ 90,05/koin atau setara dengan Rp 1.287.715/koin (asumsi kurs Rp 14.300/US$).

Sedangkan sisanya terpantau kembali cerah bergairah. Bitcoin melonjak 5,19% ke level harga US$ 40.952,17/koin atau setara dengan Rp 585.616.031/koin, Ethereum melompat 5,95% ke level US$ 2.702,79/koin atau Rp 38.649.897/koin.

BACA JUGA : Apa Itu Pedagang Fisik Aset Kripto?

Selanjutnya BNB melesat 3,14% ke US$ 380,33/koin (Rp 5.438.719/koin), Cardano terdongkrak 4,15% ke US$ 0,8278/koin (Rp 11.838/koin), Solana meroket 6,19% ke US$ 85,15/koin (Rp 1.217.645/koin), dan Avalanche terbang 5,9% ke US$ 71,68/koin (Rp 1.025.024/koin).

Berikut pergerakan 10 kripto besar berdasarkan kapitalisasi pasarnya pada hari ini.

Kripto

Bitcoin kembali menguat dan sudah kembali ke level psikologis US$ 40.000 pada pagi hari ini, setelah beberapa hari sempat bertahan di kisaran level US$ 38.000. Tak hanya Bitcoin, Ethereum dan kripto utama lainnya juga kembali menguat.

Investor menanti hasil rapat bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) terkait kebijakan suku bunga acuan. The Fed akan mengumumkan hasil rapat dua harinya pada Rabu siang waktu AS atau Kamis dini hari waktu Indonesia.

Analis memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunganya sebesar 25 basis poin (bp), yang dapat memperketat kondisi keuangan setelah digempur oleh pandemi virus corona (Covid-19). The Fed juga diperkirakan akan mengumumkan rencana untuk mengurangi neracanya hampir US$ 9 triliun.

Investor, trader, dan analis juga akan mencermati sikap The Fed yang akan mengakhiri program pembelian obligasi (quantitative easing/QE) alias kebijakan uang longgarnya.

Sementara itu dari seputar konflik antara Rusia-Ukraina, hingga hari ini belum menandakan adanya kata damai, meski pembicaran keduanya telah memasuki putaran keempat pada Senin lalu.

Di lain sisi, kripto alternatif (altcoin) berhasil mengungguli Bitcoin pada Selasa kemarin, yang dapat mencerminkan selera risiko yang lebih besar di antara para trader.

BACA JUGA : Analis Sebut Penambangan Kripto Dapat Keuntungan dari Perintah Eksekutif Biden

Beberapa analis memperkirakan tekanan jual akan berkurang di seluruh aset spekulatif, termasuk kripto dan saham.

“Indikator pasar modal utama menunjukkan bahwa perlambatan signifikan dalam pertumbuhan global sudah diabaikan,” kata MRB Partners, dalam laporan riset hariannya, dikutip dari CoinDesk.

“Begitu ketegangan geopolitik mereda, pasar saham global mulai kembali bangkit dan hal itu dapat menjadi sentimen positif bagi pasar kripto mengingat Bitcoin dan saham, utamanya saham teknologi memiliki korelasi yang cukup kuat,” tambah MRB Partners.

Sumber : cnbcindonesia.com

Berlangganan Tabloid Crypto


Email Hosting