MEDIA KOMUNITAS CRYPTO

Home » Perang Rusia-Ukraina Bikin Investor Jiper, Bitcoin Cs Lunglai

Perang Rusia-Ukraina Bikin Investor Jiper, Bitcoin Cs Lunglai

Foto: Ilustrasi Cryptocurrency (Photo by Pierre Borthiry on Unsplash)


Tabloidcrypto News – Harga mayoritas kripto utama kembali diperdagangkan di zona merah pada perdagangan Senin (7/3/2022) pagi waktu Indonesia, karena perang antara Rusia dengan Ukraina yang belum mereda masih terus membebani sentimen pasar kripto.

Melansir data dari CoinMarketCap pada pukul 09:10 WIB, hanya satu koin digital (token) berjenis stablecoin yakni Tether yang menghijau tipis pada hari ini.

Sedangkan sisanya kembali ambles. Bitcoin merosot 2,81% ke level harga US$ 38.348,26/koin atau setara dengan Rp 552.214.944/koin (asumsi kurs Rp 14.400/US$), Ethereum ambles 4,2% ke level US$ 2.547,48/koin atau Rp 36.683.712/koin.

BACA JUGA : Daftar Token Kripto Selebriti Indonesia

Selanjutnya XRP merosot 4,23% ke US$ 0,7187/koin (Rp10.349/koin), Terra anjlok 8,26% ke US$ 79,77/koin (Rp 1.148.688/koin), Cardano ambrol 5,04% ke 0,8217/koin (Rp 11.832/koin), dan Solana tergelincir 6,44% ke US$ 83,07/koin (Rp 1.196.208/koin).

Berikut pergerakan 10 kripto besar berdasarkan kapitalisasi pasarnya pada hari ini.

Kripto

Bitcoin dan sebagian besar kripto utama lainnya kembali terkoreksi pada perdagangan awal pekan ini, melanjutkan koreksi yang sudah terjadi sejak akhir pekan lalu.

Investor masih mengkhawatirkan konflik antara Rusia dengan Ukraina yang masih memanas hingga hari ini. Padahal pada awal pekan lalu, investor sempat mengabaikannya dan membuat harga kripto utama kembali bangkit dari zona koreksinya.

Di Bitcoin, pada hari ini kembali diperdagangkan di bawah level psikologisnya di US$ 40.000, atau lebih tepatnya berada di kisaran level US$ 38.000. Kapitalisasi pasar Bitcoin yang sebelumnya sempat kembali ke kisaran US$ 800 miliar, kini kembali ke kisaran US$ 720 miliar.

Sebelumnya pada Jumat pekan lalu, pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Zaporizhzhia, Ukraina diserang oleh militer Rusia dan menyebabkan fasilitas training PLTN Zaporizhzhia terbakar. Asal tahu saja, PLTN tersebut merupakan PLTN terbesar di Eropa.

BACA JUGA : Investor Ini Ungkap Pemicu Bitcoin Sempat Menguat di Tengah Geopolitik Rusia-Ukraina

Peristiwa serangan PLTN Ukraina tersebut sontak membuat pelaku pasar kembali khawatir dan harga-harga aset berisiko kembali berjatuhan. Tak hanya di kripto saja, bahkan di pasar saham juga kembali lesu.

Meski kembali dalam tren lesu, beberapa analis tetap optimis kripto akan membentuk tren bullish karena permintaan jangka panjang yang berkelanjutan, terutama di Bitcoin.

“Sebagian besar investor menjadi pemegang jangka panjang, yang bermanfaat untuk apresiasi harga karena jelas bahwa lebih banyak investor mencari harga yang lebih tinggi untuk dijual,” kata Marcus Sotiriou, analis di broker aset digital GlobalBlock dikutip dari CoinDesk, Jumat (4/3/2022)

“Adopsi kripto secara global terus melonjak dan sejalan dengan analisis kami bahwa pasar kripto sedang berada dalam fase akumulasi,” tambah Sotiriou.

Sumber : cnbcindonesia.com

Berlangganan Tabloid Crypto