MEDIA KOMUNITAS CRYPTO

Home » Sempat Jeblok, Bitcoin Rebound dan Diprediksi Bakal Tembus Rp 1,2 Miliar

Sempat Jeblok, Bitcoin Rebound dan Diprediksi Bakal Tembus Rp 1,2 Miliar

Ilustrasi Bitcoin

TABLOID CRYPTO – Komisaris Utama PT HFX Internasional Berjangka Sutopo Widodo menilai penurunan harga Bitcoin sebagai hal yang wajar dan bersifat sementara. Pasalnya, Bitcoin dan aset kripto lainnya telah menguat cukup signifikan dalam 3 bulan terakhir ini. Dengan begitu, secara analisa teknikal memang akan terjadi koreksi.

Ditambah lagi ada sentimen dari berita negatif tentang CEO dari platform transaksi cryptocurrency , Thodex Exchanger  dari Turki, Fatih Faruk Ozer yang menghilang dengan membawa kabur aset investor senilai US$ 2 miliar. Nilai aset investor itu setara dengan Rp 29 triliun.

“Sehingga kemarin berbagai aset crypto terjun cukup dalam, ada aset yang turun hingga 40 persen tapi sekarang mulai naik kembali,” ujar Sutopo ketika dihubungi belum lama ini.

Baca juga : Elon Musk Lagi-Lagi Bikin Bitcoin Nanjak, Bakal Pecah Rekor?

Namun demikian, ia yakin tren koreksi Bitcoin belum akan berakhir. Dalam jangka pendek, menurut dia, mata uang kripto ini masih berpotensi untuk turun sekitar 20 – 40 persen dari posisi saat ini sebelum selanjutnya akan berbalik menguat.

Hal ini, menurut Sutopo, juga sudah dipahami oleh sebagian trader yang melihat volatilitas dan risiko aset kripto sebagai hal biasa. Sebaliknya, tren penurunan yang mendadak ini juga dapat membuat ‘shock theraphy’ bagi para investor baru.

“Kalau terjadi penurunan yang dalam akan membikin mereka, terutama investor baru kapok. Tapi setelah harga kembali naik, biasanya akan FOMO lagi, biasa begitu tipe investor kita,” ucap Sutopo.

Dalam hitungannya, ia memperkirakan Bitcoin bakal mencapai kisaran level US$ 70,000 -US$ 80,000 atau sekitar Rp 1 miliar – Rp 1,16 miliar. Oleh karena itu, ia merekomendasikan kepada investor dalam jangka panjang untuk tak lepas uang kripto populer mereka seperti Bitcoin, Ethereum, Binance Coin, dan OKEx’s.

Sementara bagi yang melakukan trading jangka pendek, bisa melakukan penjualan karena harganya masih akan terkoreksi. Perdagangan bisa dilakukan sembari menunggu hingga harga aset turun untuk kembali masuk.

Baca juga : Tinggal Tunggu Persetujuan Bappebti, Bursa Aset Kripto Indonesia Segera Hadir?

Sebelumnya diberitakan, setelah bergerak dalam tren menanjak beberapa waktu terakhir, Bitcoin menunjukkan volatilitasnya. Pada perdagangan Jumat pekan lalu, aset kripto besutan Satoshi Nakamoto ini anjlok 7,9 persen ke level US$ 47.525, di bawah rata-rata pergerakan Bitcoin selama 100 hari terakhir.

Padahal, pada 14 April lalu Bitcoin sempat menyentuh rekor tertingginya di level US$ 64.870. Kemarin, Senin, 26 April 2021, harga Bitcoin rebound karena pelaku pasar memanfaatkan anjloknya harga untuk melakukan buyback.

Bloomberg menyebutkan cryptocurrency dengan valuasi terbesar itu rebound hingga 9,6 persen ke level US$ 52.747 atau Rp 767 juta (kurs Rp 14.548 per dolar AS). Bitcoin diperdagangkan di kisaran level US$ 52.500 atau Rp 763,7 juta pada pukul 12.00 waktu Hong Kong.

Sumber : bisnis.tempo.co