MEDIA KOMUNITAS CRYPTO

Home » Uang Kripto Bitcoin Booming, Bill Gates Cemaskan Bencana Ini

Uang Kripto Bitcoin Booming, Bill Gates Cemaskan Bencana Ini

Foto: REUTERS/Hannah McKay

TABLOID CRYPTO – Dalam beberapa bulan terakhir minat masyarakat terhadap Bitcoin dan uang kripto meningkat. Ini digambarkan dengan tren harga cryptocurrency yang terus menguat.

Bertambahnya minat masyarakat pada aset Kripto membuat pendiri Microsoft Bill Gates cemas. Orang terkaya dunia ini khawatir tentang energi yang dihabiskan untuk menghasilkan cryptocurrency.

Baca juga : Bye-bye Rekor! Ini Alasan Harga Bitcoin Ambyar

Untuk menambang Bitcoin atau uang kripto lainnya dengan memecahkan teka-teki matematika kompleks butuh komputer dengan spesifikasi gahar dan menghabiskan banyak listrik. Hal ini memperburuk efek perubahan iklim.

“Bitcoin menggunakan lebih banyak listrik daripada metode lain yang dikenal umat manusia,” ujar Bill Gates seperti dikutip dari Fox Business, Rabu (21/4/2021). “Ini bukan masalah iklim yang baik.”

Bill Gates mengungkapkan perubahan terhadap cryptocurrency bisa saja berubah jika penciptaannya menggunakan energi terbarukan yang ramah lingkungan. “Jika [penciptaannya] menggunakan listrik ramah lingkungan dan tidak mengurangi kegunaan lainnya, mungkin tidak apa-apa,” jelasnya.

Menurut riset Universitas Cambridge, konsumsi listrik untuk menambang Bitcoin mencapai 121,36 terawatt-hour (TWh) setahun. Konsumsi ini mengalahkan listrik yang dipakai negara Argentina selama setahun sebesar 121 TWh dan Belanda sebesar 108TWh.

Baca juga : Mohon Maaf Investor Latah, Bitcoin di Ambang Bubble & Crash

Sebagian besar listrik di Bumi dihasilkan dengan menggunakan bahan bakar fosil yang artinya peningkatan konsumsi listrik akan meningkatkan pelepasan karbon dioksida (CO2) ke udara sehingga menimbulkan perubahan iklim.

Bagi Bill Gates, perubahan iklim menjadi bencana besar yang harus segera direspons manusia. Perubahan iklim bahkan lebih mematikan dari Covid-19. Sebab, perubahaan iklim menimbulkan angka kematian yang tinggi dan kesulitan ekonomi.

Sumber : cbncindonesia.com