MEDIA KOMUNITAS CRYPTO

Home » Waspada Investasi Bodong Berkedok Startup Cryptocurrency

Waspada Investasi Bodong Berkedok Startup Cryptocurrency

lustrasi Investasi bodong (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

TABLOID CRYPTO – Aksi menjaring korban dengan modus investasi hingga kini terus marak. Terbaru, OJK mengeluarkan daftar perusahaan tak tedaftar izinnya yang melakukan penghimbunan dana dengan menawarkan jumlah keuntungan tertentu. Pengumuman tersebut tertuang dalam Nomor Surat PENG-3/MS.312/2021.

Dengan surat ini, masyarakat dihimbau untuk selalu waspada atas investasi bodong dan menganjurkan agar melakukan riset atas izin/lisensi platform yang digunakan sebelum berinvestasi.

Saat ini, disebutkan, banyak sekali ditemukan modus pengatasnamaan/pemalsuan produk oleh platform-platform investasi tidak berizin dengan niat untuk melakukan penipuan.

“Dengan ini kami bermaksud untuk menyatakan bahwa perusahaan yang terdapat pada daftar tersebut yaitu Pintu Investasi/PT Dana Syariah Indonesia/ Pintu Crypto Investasi, bukan merupakan perusahaan kami dan tidak memiliki hubungan afiliasi apapun dengan perusahaan kami. bukan merupakan perusahaan kami dan tidak memiliki hubungan apa pun,” kata Jeth Soetoyo selaku CEO dan Founder PT Pintu Kemana Saja, Kamis (2/4/2021).

PT Pintu Kemana Saja (Pintu), telah resmi terdaftar oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dengan No. 003/BAPPEBTI/CP-AK/02/2020, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, sebagai salah satu pedagang aset kripto resmi di Indonesia dan telah terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dengan Nomor No. 02093/DJAI.PSE/12/2019. Adapun PT Pintu Kemana Saja tidak pernah melakukan pemalsuan izin usaha yang mengatasnamakan OJK.

“Kami mengapresiasi tindakan tegas dari Otoritas Jasa Keuangan terkait kasus ini. Adanya oknum yang melakukan pemalsuan izin dengan mengatasnamakan OJK dan juga menyerupai nama perusahan kami tentunya sangat meresahkan. Dengan demikian, kami mohon agar masyarakat terus waspada guna menghindari kerugian dari tindak penipuan serupa,” tegasnya.

“Kami ingin menghimbau untuk selalu berhati-hati pada segala jenis penipuan yang mengatasnamakan aplikasi Pintu. Penipuan dapat terjadi baik di media sosial maupun akun messenger seperti Telegram atau Whatsapp. Akun resmi media sosial Pintu hanya tersedia di platform berikut,” pungkas Jeth Soetoyo.

Sumber : liputan6.com