Tabloid Crypto – Bitcoin kembali berada di bawah tekanan harga setelah mencatat empat minggu penurunan berturut-turut, sebuah rekor yang jarang terjadi dalam siklus kenaikan aset kripto utama ini. Di tengah tulahannya, sejumlah metrik on-chain dan data fluks masuk/keluar mulai menampilkan sinyal pembentukan potensi dasar (bottoming) tanda bahwa fase penurunan bisa mendekati akhir.
Menurut laporan terbaru, institusi masih melakukan penarikan dana dari produk terkait Bitcoin selama beberapa pekan, namun aktivitas pembelian oleh pemegang jangka panjang dan penurunan aliran keluar memberi harapan bahwa tekanan jual mulai berkurang.
Apa Sinyal Kunci yang Muncul?
1. Aliran Keluar dari ETF dan Produk Terkait
Product berdasar Bitcoin seperti ETF menunjukkan arus keluar signifikan, menandakan bahwa investor institusional mulai mengurangi eksposur. Data menunjukkan bahwa ini adalah minggu ke-empat berturut-turut aliran keluar, yang menimbulkan kecemasan akan sustainabilitas tren bullish sebelumnya.
2. Penurunan Supply di Bursa
Supply Bitcoin yang tersedia di bursa mulai menurun biasanya sinyal bahwa pemegang memilih untuk memindahkan aset ke tempat penyimpanan jangka panjang, bukan untuk dijual cepat.
3. Metrik Realisasi Kerugian (RHODL, SOPR) Menunjukkan Kapitulasi
Indikator-indikator seperti SOPR (Spent Output Profit Ratio) dan RHODL (Ratio of Realized Value Long-Term/Short-Term Holders) menunjukkan bahwa banyak pemegang jangka pendek telah melepas posisi mereka dengan kerugian kondisi yang sering mendahului fase akumulasi.
Baca Juga : Bitcoin Kian Mirip Saham Teknologi: Analis Soroti Perilaku Risk-On dan Korelasi Pasar
4. Level Support Teknis Mendekat
Harga Bitcoin mulai mendekati zona support historis yang sebelumnya efektif sebagai lantai penurunan. Penurunan terhenti di dekat kisaran harga yang sebelumnya dijuluki “zona akumulasi”.
5. Sentimen Pasar Masih Ekstrem
Indeks Fear & Greed untuk kripto menunjukkan nilai yang sangat rendah menandakan dominasi rasa takut di pasar. Kombinasi supply yang menurun, metrik on-chain yang mulai stabil dan sentimen yang ekstrem biasanya menjadi sinyal awal pembalikan pasar.
Apakah Ini Tanda Bottoming Atau Hanya Koreksi Lanjut?
Banyak analis tetap berhati-hati meskipun sinyal bottoming mulai muncul. Berikut dua skenario yang paling mungkin:
Skenario A: Bottoming dan Pemulihan
Jika Bitcoin dapat mempertahankan level support kunci dan arus masuk mulai kembali, maka fase consolidasi bisa diakhiri dan pasar mulai bergerak ke fase akumulasi. Ini akan menjadi peluang bagi investor jangka panjang.
Skenario B: Retest atau Penurunan Lebih Lanjut
Jika tekanan makroekonomi, regulasi atau likuidasi besar kembali muncul, maka Bitcoin bisa menguji level yang lebih rendah sebelum rebound yang lebih meyakinkan. Metrik on-chain yang menunjukkan stagnasi atau pembalikan bisa menjadi peringatan.
Kesimpulan
Bitcoin mencatat empat minggu penurunan berturut-turut sebuah sinyal bahwa fase koreksi cukup dalam sedang berlangsung. Namun, sinyal-sinyal on-chain mulai menunjukkan potensi bottoming, seperti pengurangan supply di bursa dan akumulasi pemegang jangka panjang.
Bagi investor, ini adalah waktu yang tepat untuk menilai kembali strategi, melihat apakah posisi jangka panjang dapat dibuka, atau apakah perlu menunggu konfirmasi pemulihan. Namun peringatan tetap ada: risiko penurunan lebih lanjut belum bisa diabaikan. (redtc)
Baca Juga : Bitcoin ETF Cetak Rekor Baru, Salip Emas Namun Status “Safe Haven” Masih Dipertanyakan
1. Mengapa Bitcoin bisa turun empat minggu berturut-turut?
Karena kombinasi tekanan makro (suku bunga, likuiditas global), penarikan dana institusional, dan tekanan likuidasi di pasar derivatif.
2. Apa metrik on-chain yang menunjukkan potensi bottoming?
Metrik seperti SOPR, RHODL, dan supply di bursa yang menurun menunjukkan bahwa banyak trader jangka pendek sudah keluar, dan posisi mulai stabil.
3. Apakah ini berarti harga Bitcoin sudah aman naik?
Belum pasti. Meskipun sinyal bottoming muncul, investor harus konfirmasi lewat rebound harga dan aliran masuk modal sebelum yakin bahwa fase naik dimulai.
4. Apa level support penting yang harus diperhatikan?
Zona harga historis di mana Bitcoin sebelumnya akumulasi harus diamati jika broken, maka risiko turun lanjutan meningkat.
5. Apa yang harus dilakukan investor sekarang?
Pertimbangkan strategi jangka panjang dengan akumulasi bertahap (dollar-cost averaging), serta pastikan profil risiko sesuai karena volatilitas masih tinggi.













Response (1)