Geger Skandal Crypto! Penasihat White House Diduga “Dibeli” Tether, Firm-nya Terima $6,3 Juta Saat Buat UU Stablecoin

oleh

Tabloid Crypto – Dunia crypto lagi heboh total! Laporan investigasi The Wall Street Journal (WSJ) mengungkap dugaan konflik kepentingan berat melibatkan Bo Hines, mantan penasihat crypto top di White House di era Trump. Firm konsultansi yang ia co-found, Nxum, diduga menerima sekitar $6,3 juta dari Tether — penerbit stablecoin terbesar di dunia — tepat saat Hines membantu merancang undang-undang stablecoin yang sangat menentukan nasib Tether di pasar Amerika.

Bukan cuma itu. Setelah keluar dari White House, Hines langsung bergabung ke Tether dan kini jadi CEO divisi AS-nya. Senat AS pun sudah bergerak: Senator Richard Blumenthal (Demokrat) meminta catatan lengkap dari Tether dan Nxum. Tabloid Crypto rangkum kronologi lengkapnya.

Kronologi Skandal: Dari White House ke Tether

Bo Hines sempat menjabat Executive Director of the White House Council of Advisers on Digital Assets (awal 2025 hingga Agustus 2025). Di periode itu, ia jadi salah satu arsitek utama GENIUS Act — undang-undang landmark yang mengatur stablecoin di AS, ditandatangani Presiden Trump Juli 2025.

Menurut laporan WSJ (14 Oktober 2026):

  • Hines tetap memegang saham sepertiga di firm konsultansi Nxum yang ia dirikan bersama ayahnya dan partner lain.
  • Mei 2025, Tether menyepakati kontrak “strategic brand and public affairs plan” dengan nilai sekitar $415.000 per bulan.
  • Pembayaran pertama sekitar $2,49 juta mengalir ke wallet terkait Nxum pada Mei 2025 — saat Hines masih aktif di White House.
  • Dua pembayaran serupa menyusul di Desember 2025 dan April 2026.
  • Total yang diterima Nxum diperkirakan $6,3 juta.

Pesan Signal yang ditinjau WSJ menunjukkan Hines masih aktif di group chat dengan partner Nxum, bahkan menyampaikan update legislasi dan talking points GENIUS Act sementara partnernya berkomunikasi dengan CEO Tether Paolo Ardoino.

Hines juga dilaporkan mendorong perpanjangan masa compliance dari 18 menjadi 36 bulan — perubahan yang dinilai sangat menguntungkan penerbit stablecoin asing besar seperti Tether.

Reaksi dan Penyelidikan Senat

Nxum dan Hines membantah ada pelanggaran. Mereka menyatakan Hines sudah mundur dari operasional harian firm saat masuk White House dan tidak menerima dana terkait Tether selama menjabat. Tether sendiri mengaku sudah melakukan investigasi internal dan “tidak menemukan bukti pelanggaran”.

Namun Senator Richard Blumenthal, ranking Democrat di Permanent Subcommittee on Investigations, tidak puas. Pada 22-23 Oktober 2026 ia mengirim surat resmi ke Tether dan Nxum, menuntut seluruh catatan kontrak, pembayaran, komunikasi, dan aktivitas lobbying paling lambat 3 November 2026. Ia menyebut hubungan ini “sangat tidak biasa” dan berpotensi melanggar aturan etika, anti-korupsi, serta hukum lobbying federal.

Mengapa Ini Penting bagi Pasar Crypto?

GENIUS Act adalah fondasi regulasi stablecoin AS. Tether (USDT) sebagai pemain terbesar tentu punya kepentingan besar terhadap isi dan timeline implementasi undang-undang tersebut. Dugaan bahwa pihak yang merancang aturan sekaligus menerima aliran dana dari pemain utama industri memicu pertanyaan serius soal integritas proses legislasi crypto di AS.

Kasus ini menambah daftar panjang sorotan terhadap kedekatan pejabat pemerintahan dengan industri crypto, terutama di era Trump yang dikenal pro-crypto.

Kesimpulan

Skandal dugaan “pembelian” pengaruh lewat firm penasihat White House ini menjadi pengingat keras bahwa regulasi crypto masih sangat rentan konflik kepentingan. Meskipun semua pihak membantah adanya pelanggaran hukum, aliran $6,3 juta dari Tether ke Nxum saat Hines masih di pemerintahan — plus rekrutmennya segera setelah keluar — sudah cukup membuat Senat AS bergerak.

Bagi pelaku industri dan investor, kasus ini bisa memengaruhi sentimen terhadap Tether dan regulasi stablecoin ke depan. Tabloid Crypto akan terus pantau perkembangan investigasi Senat dan respons resmi dari pihak terkait. Stay tuned!

Disclaimer: Artikel ini berdasarkan laporan investigasi media dan pernyataan resmi. Bukan tuduhan hukum final. Selalu verifikasi sumber primer.

5 FAQ Skandal Bo Hines – Tether

1. Siapa Bo Hines dan apa perannya di White House?
Bo Hines adalah Executive Director of the White House Council of Advisers on Digital Assets (2025). Ia berperan penting dalam penyusunan GENIUS Act, undang-undang regulasi stablecoin AS.

2. Berapa uang yang diduga diterima firm-nya dari Tether?
Menurut WSJ, Nxum menerima sekitar $6,3 juta dari Tether melalui kontrak konsultansi dan public affairs yang dimulai Mei 2025.

3. Apakah Hines langsung bergabung ke Tether setelah keluar White House?
Ya. Ia meninggalkan White House Agustus 2025, lalu bergabung sebagai strategic adviser Tether dan kemudian diangkat menjadi CEO divisi AS Tether.

4. Apa yang sedang dilakukan Senat AS?
Senator Richard Blumenthal meminta Tether dan Nxum menyerahkan seluruh dokumen terkait kontrak, pembayaran, dan komunikasi paling lambat 3 November 2026 untuk investigasi konflik kepentingan.

5. Bagaimana respons Tether dan Nxum?
Keduanya membantah pelanggaran. Nxum menyatakan Hines tidak terlibat operasional dan tidak menerima dana Tether saat masih di pemerintahan. Tether mengaku investigasi internal tidak menemukan bukti wrongdoing.

Tentang Penulis: Tabloid Crypto

MEDIA ONLINE KOMUNITAS CRYPTO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *