Dana Hasil Hack Binance $6,3 Miliar Justru Dongkrak Revenue DeFi, Investigator Ungkap Fakta Mengejutkan

oleh

TABLOID CRYPTO – Di tengah geger peretasan Binance senilai sekitar $6,3 miliar, muncul fakta tak terduga. Investigator on-chain menemukan bahwa proses pencucian dana hasil peretasan justru menghasilkan revenue signifikan bagi sejumlah protokol DeFi.

Menurut analisis yang dipublikasikan oleh investigator bernama dethective pada 2 November 2026, lima protokol DeFi berhasil meraup total lebih dari $101.000 hanya dalam beberapa hari dari aktivitas yang terkait dengan wallet yang diduga milik kelompok peretas.

Siapa yang Paling Diuntungkan?

Berikut rincian revenue yang tercatat dari aktivitas terkait dana hasil peretasan:

  • SunSwap: sekitar $29.697
  • THORChain: sekitar $28.184
  • Relay: lebih dari $23.000
  • Symbiosis: sekitar $12.000-an
  • Chainflip: $7.433

Yang lebih mencengangkan, lonjakan revenue di beberapa protokol sangat ekstrem. THORChain mencatatkan kenaikan hingga 2.229% dibanding rata-rata harian bulan Oktober, sementara Relay naik 1.954%. SunSwap sendiri melonjak 815%.

Data ini dihitung berdasarkan daftar wallet yang dirilis FBI dan Elliptic, serta sejumlah alamat tambahan yang dilacak on-chain. Investigator juga memasukkan seluruh transfer Tron antara 29 Oktober hingga 1 November 2026.

Baca Juga : Saylor Hinting Beli Bitcoin Lagi? Postingan Minggu Strategy Picu Spekulasi

Konteks Peretasan Binance

Peretasan yang terjadi sekitar 29–30 Oktober 2026 merupakan yang terbesar dalam sejarah crypto. FBI secara resmi mengaitkan serangan tersebut dengan kelompok TraderTraitor yang diduga terkait Korea Utara. Sebagian besar dana dicuri dari hot wallet Binance di berbagai blockchain, termasuk Ethereum, Bitcoin, dan Tron.

FBI sendiri sebelumnya telah memperingatkan bahwa para pelaku akan melanjutkan pencucian dana melalui layanan DeFi dan instant swap. Temuan investigator ini seolah menjadi konfirmasi dari prediksi tersebut.

Perlu digarisbawahi bahwa temuan ini tidak menuduh protokol DeFi tersebut terlibat secara sengaja. Revenue yang dihasilkan hanyalah konsekuensi otomatis dari sistem fee yang berlaku di protokol-protokol tersebut.

Kesimpulan

Kasus ini kembali menyoroti sisi gelap sekaligus kompleksitas ekosistem DeFi. Di satu sisi, protokol-protokol terdesentralisasi menjadi saluran yang sulit diblokir sepenuhnya untuk pencucian dana. Di sisi lain, volume transaksi yang tinggi dari aktivitas ilegal justru menambah pendapatan bagi protokol tersebut.

Bagi industri crypto, temuan ini menjadi pengingat bahwa transparansi on-chain memang menjadi pedang bermata dua: memudahkan pelacakan, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku untuk memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada.

Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan laporan investigator on-chain dan data publik. Bukan merupakan saran investasi atau tuduhan terhadap pihak mana pun. Harga cryptocurrency dan aktivitas on-chain sangat dinamis. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR). Tabloid Crypto tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian yang mungkin timbul.

Baca Juga : CEO Strive: Binance Bertahan Baik, Tapi Bitcoin Masih Butuh Waktu Recovery

5 FAQ Seputar Temuan Investigator

1. Berapa total revenue yang dihasilkan protokol DeFi dari dana hasil hack Binance?
Menurut investigator, lima protokol utama menghasilkan lebih dari $101.000 dalam beberapa hari.

2. Protokol mana yang paling banyak mendapatkan revenue?
SunSwap dan THORChain menjadi dua yang teratas, masing-masing sekitar $29.000 dan $28.000.

3. Apakah protokol DeFi tersebut terlibat dalam peretasan?
Tidak. Revenue yang didapat hanya berasal dari fee otomatis atas volume transaksi yang melewati protokol mereka.

4. Siapa yang diduga berada di balik peretasan Binance?
FBI mengaitkan serangan tersebut dengan kelompok TraderTraitor yang diduga terkait Korea Utara.

5. Mengapa dana hasil peretasan bisa menghasilkan revenue di DeFi?
Karena para pelaku menggunakan protokol DeFi dan instant swap untuk mencampur dan memindahkan aset, sehingga protokol tersebut secara otomatis mendapatkan fee transaksi.

Oleh : Tim Redaksi Tabloid Crypto

Tentang Penulis: Tabloid Crypto

MEDIA ONLINE KOMUNITAS CRYPTO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *