TABLOID CRYPTO – Bitcoin masih bertahan di kisaran $75.700 per 8 November 2026, setelah mengalami tekanan dalam beberapa pekan terakhir. Jarak dari all-time high Oktober 2025 yang sempat menembus $126.000 masih cukup jauh, membuat banyak trader bertanya-tanya: apakah BTC masih punya peluang rebound kuat sebelum tutup tahun?
Analis pasar membagi prospek Bitcoin hingga 31 Desember 2026 ke dalam tiga skenario utama. Berikut ringkasannya.
Skenario 1: Downside — Bitcoin Turun ke $70.000
Ini adalah skenario bearish. Jika Bitcoin menutup harian di bawah 200-day moving average yang saat ini berada di sekitar $73.191, tekanan jual bisa meningkat. Level $70.000 menjadi target selanjutnya, atau sekitar 7,5% lebih rendah dari harga saat ini.
Pemicu potensial: data inflasi yang lebih panas, outflow ETF yang berkelanjutan, atau aksi jual dari pemegang institusional.
Baca Juga : Bitcoin ETF Outflow $430 Juta, Saldo 2026 Jatuh ke Zona Negatif
Skenario 2: Recovery — Rebound ke $80.000–$90.000
Ini dianggap skenario paling realistis oleh banyak pihak. Untuk mencapainya, Bitcoin perlu merebut kembali level $77.700, lalu menutup di atas $81.300.
Jika berhasil, ruang menuju $80.000 hingga $90.000 terbuka. Skenario ini membutuhkan stabilisasi aliran dana ETF dan sinyal makro yang tidak terlalu hawkish dari The Fed.
Skenario 3: Rally — Melonjak ke $100.000
Ini skenario paling bullish. Dari harga saat ini, BTC butuh kenaikan sekitar 32% dalam waktu kurang dari dua bulan. Syaratnya cukup berat: The Fed menunda atau membatalkan kenaikan suku bunga Desember, inflow ETF kembali deras dalam skala miliar dolar, serta tidak ada aksi jual besar dari corporate treasury.
Jika Bitcoin mampu menembus $90.000 sebelum 9 Desember, peluang menuju $100.000 menjadi lebih terbuka.


Faktor yang Perlu Diawasi
Trader dan investor sedang memantau beberapa indikator kunci:
- Pergerakan 200-day MA di $73.191
- Aliran dana ETF Bitcoin spot
- Keputusan The Fed terkait suku bunga Desember
- Sentimen risiko global setelah serangkaian peristiwa pasar sebelumnya
Kesimpulan
Bitcoin saat ini berada di persimpangan. Level $73.191 menjadi garis pertahanan penting. Jika bertahan di atasnya, peluang rebound ke $80.000–$90.000 masih terbuka. Sementara target $100.000 membutuhkan kombinasi kondisi makro yang sangat mendukung. Sebaliknya, breakdown di bawah 200-day MA bisa membuka jalan menuju $70.000.
Seperti biasa di pasar crypto, volatilitas tetap tinggi. Manajemen risiko tetap menjadi prioritas utama.
Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan analisis pasar dan data publik per 8 November 2026. Bukan merupakan saran investasi. Harga cryptocurrency sangat volatil dan dapat berubah cepat. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan investasikan dana yang tidak siap Anda kehilangan. Tabloid Crypto tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.
Baca Juga : Bitcoin Anjlok di Bawah $76.000, Liquidasi Crypto Tembus $1 Miliar
5 FAQ Seputar Prospek Bitcoin Akhir 2026
1. Berapa harga Bitcoin saat ini?
Sekitar $75.700 per 8 November 2026.
2. Apa level support penting yang harus dijaga?
200-day moving average di sekitar $73.191. Breakdown di bawah level ini bisa membuka jalan ke $70.000.
3. Skenario mana yang paling mungkin terjadi?
Banyak analis menganggap rebound ke $80.000–$90.000 sebagai skenario paling realistis, asalkan support utama bertahan.
4. Apa yang dibutuhkan agar Bitcoin bisa ke $100.000 sebelum akhir tahun?
Kenaikan sekitar 32%, dukungan kuat dari inflow ETF, serta kebijakan The Fed yang lebih dovish.
5. Apakah Bitcoin masih bisa rebound kuat di sisa 2026?
Masih mungkin, tetapi sangat bergantung pada data makro dan aliran dana institusional dalam beberapa pekan ke depan.
Oleh : Tim Redaksi Tabloid Crypto












