TABLOID CRYPTO – Bitcoin kembali menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian politik Amerika Serikat. Setelah sempat tertekan akibat hasil midterm, harga BTC rebound kuat dan mencatat kenaikan hingga 4,2%, menembus level di atas $81.000.
Pergerakan ini terjadi bersamaan dengan pemulihan pasar saham AS, menunjukkan bahwa pelaku pasar lebih fokus pada berkurangnya ketidakpastian dibanding kekhawatiran regulasi jangka pendek.
Apa yang Terjadi di Pasar?
Pada malam pemilu midterm 3 November 2026, Bitcoin sempat turun tajam ke kisaran $75.600, level terendah dalam tujuh minggu. Penurunan ini dipicu kekhawatiran pasar terhadap kemenangan Partai Demokrat di House of Representatives dan Senate.
Namun, reaksi jual tersebut tidak berlangsung lama. Seiring pasar saham AS berbalik arah dan ketidakpastian politik mereda, Bitcoin cepat pulih. Dalam sesi perdagangan berikutnya, BTC naik lebih dari 4% dan sempat menyentuh di atas $81.000.
Ethereum juga ikut menguat signifikan, dengan kenaikan sekitar 6% ke kisaran $2.430–$2.440.
Baca Juga : Harga Crypto 4 November 2026: BTC Turun Tipis 0,45%, ETH Naik 0,19%
Headwind dari Kongres Baru
Meskipun harga rebound, tantangan regulasi masih membayangi. Kemenangan Demokrat berarti:
- Peluang pengesahan CLARITY Act (RUU struktur pasar crypto) semakin kecil dalam waktu dekat.
- Komite-komite yang mengawasi industri crypto akan dikuasai Demokrat mulai Januari 2027.
- Potensi pengawasan dan hearing yang lebih ketat terhadap perusahaan digital asset.
Analis menilai bahwa meski pemerintahan Trump masih bisa mendorong kebijakan pro-crypto melalui jalur eksekutif, legislasi besar kemungkinan akan tertunda setidaknya hingga 2027 atau lebih lama.
Mengapa Bitcoin Tetap Naik?
Beberapa faktor yang mendukung rebound:
- Ketidakpastian mereda – Hasil pemilu yang jelas mengurangi spekulasi politik.
- Risk-on sentiment – Pasar saham AS ikut rebound, menarik kembali minat risiko.
- Short squeeze – Banyak posisi short yang terlikuidasi saat harga naik tajam.
- Faktor makro – Penurunan harga minyak dan pelemahan dolar turut memberi dukungan.
Kesimpulan
Bitcoin berhasil rebound kuat 4,2% dan kembali ke atas $81.000 setelah sempat diguncang hasil midterm AS. Pergerakan ini menunjukkan bahwa pasar crypto saat ini lebih sensitif terhadap ketidakpastian daripada hasil politik itu sendiri.
Namun, kemenangan Demokrat di Kongres tetap menjadi headwind jangka menengah bagi agenda regulasi crypto yang lebih longgar. Investor disarankan tetap waspada terhadap volatilitas dan fokus pada faktor fundamental serta arus dana institusi.
Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan data pasar dan laporan media internasional per 5 November 2026. Bukan merupakan saran investasi. Harga cryptocurrency sangat volatil dan dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengambil keputusan. Tabloid Crypto tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian yang mungkin timbul.
Baca Juga : Solana Setiap Hari Cetak 62.415 SOL Baru, Apa Artinya bagi Harga SOL?
5 FAQ Seputar Pergerakan Bitcoin Pasca Midterm
1. Berapa kenaikan Bitcoin setelah midterm AS 2026?
Bitcoin sempat naik hingga 4,2% dan menembus level di atas $81.000 setelah sebelumnya turun ke sekitar $75.600.
2. Mengapa Bitcoin turun dulu saat hasil pemilu keluar?
Pasar khawatir kemenangan Demokrat akan memperlambat regulasi pro-crypto dan meningkatkan pengawasan industri.
3. Apa dampak Kongres baru bagi crypto?
CLARITY Act berpotensi tertunda lebih lama, dan komite pengawas crypto akan dikuasai Demokrat mulai 2027.
4. Apakah rebound ini sudah konfirmasi tren naik?
Belum tentu. Analis masih menunggu konfirmasi di atas level $82.000 untuk memastikan kekuatan rebound.
5. Faktor apa yang paling mendukung kenaikan Bitcoin?
Berkurangnya ketidakpastian politik, rebound pasar saham, short squeeze, dan dukungan faktor makro.












