Tabloid Crypto – Beijing tak main-main. Pemerintah China melalui Central Cyberspace Affairs Commission baru saja merilis Rencana Informatisasi Nasional untuk periode Rencana Lima Tahun ke-15 (2026–2030). Isinya jelas: jaringan blockchain nasional harus “sebagian besar selesai” (largely complete) pada 2030.
Bukan soal token, coin, atau trading crypto. Ini soal infrastruktur data skala negara. Backbone pusat, hub regional yang saling terhubung, layanan identitas digital terdistribusi, plus penerapan di sektor riil. Rencana ini diumumkan 23 Oktober 2026 oleh Cyberspace Administration of China, memperjelas target yang sebelumnya sudah disebut di dokumen pembangunan nasional Maret 2026 dan kebijakan bersama Partai Komunis–Dewan Negara 9 Oktober 2026.
Apa yang Sebenarnya Dibangun?
Dokumen resmi menyebut “jaringan blockchain nasional” sebagai sistem yang terdiri dari:
- Backbone pusat yang dipercepat pembangunannya
- Hub regional yang dihubungkan dan dioperasikan
- Layanan bersama termasuk identitas digital terdistribusi (distributed digital identity)
- Integrasi dengan privacy-preserving computing dan standar teknis yang lebih kuat
Aplikasinya spesifik per wilayah ekonomi utama:
- Yangtze River Delta: blockchain lebih dalam untuk perdagangan dan keuangan
- Chengdu–Chongqing (barat daya): deployment skala besar di manufacturing, pertanian, dan distribusi komersial
- Beijing–Tianjin–Hebei: logistik pintar di sekitar dua hub bandara
- Guangdong–Hong Kong–Macao Greater Bay Area: aplikasi inovatif dan aliran data lintas batas
Di level nasional, prioritas juga mencakup digitalisasi shipping/freight, layanan pemerintah, perpajakan, dan pengurangan karbon.
Rencana ini bukan berdiri sendiri. Ia duduk sejajar dengan target infrastruktur lain: jaringan komunikasi generasi berikutnya, intelligent internet, dan dimulainya layanan komersial 6G “pada waktu yang tepat” sebelum 2030. Internet penetration ditargetkan naik dari 80,1% (2025) menjadi 85%, sementara base station 5G per 10.000 orang dari 34 menjadi 50.


Kenapa Ini Penting (dan Bukan Signal Crypto Rally)?
China sejak 2019 sudah menempatkan blockchain sebagai prioritas teknologi strategis (ucapan Xi Jinping kala itu). Tapi sejak 2021, aktivitas bisnis terkait cryptocurrency tetap dilarang keras. Dokumen 14 halaman ini pun tidak menyebut cryptocurrency native, tidak membuka trading token, dan tidak memberi akses investasi untuk investor asing.
Ini infrastruktur state-controlled: permissioned, terkontrol, fokus pada data sharing yang bisa diverifikasi antar lembaga, bukan open public chain ala Bitcoin atau Ethereum. Modelnya mirip Blockchain-based Service Network (BSN) yang sudah ada sejak 2020, dioperasikan lembaga negara bersama operator telekomunikasi dan UnionPay.
Bagi pelaku industri blockchain global, ini sinyal jelas: China serius membangun kedaulatan data dan infrastruktur digital. Bagi trader crypto, ini bukan katalis harga jangka pendek. Regulasi anti-crypto tetap berlaku.
Dampak Jangka Panjang
Jika target tercapai, China akan punya “rel data” nasional yang menghubungkan empat kawasan ekonomi utama. Data bisa bergerak lebih aman dan efisien antar institusi, sektor, dan wilayah. Standar teknis yang diperkuat juga bisa memengaruhi bagaimana blockchain dipakai di Asia dan negara-negara mitra Belt and Road.
Digital yuan (e-CNY) tetap bagian agenda, tapi dokumen ini tidak memberi target transaksi atau jadwal integrasi spesifik dengan jaringan blockchain nasional.
Kesimpulan
China lagi-lagi menunjukkan cara bermain yang berbeda: blockchain sebagai infrastruktur negara, bukan aset spekulatif. Target 2030 adalah komitmen jangka panjang yang sejalan dengan ambisi digitalisasi dan self-reliance teknologi. Bagi dunia crypto, ini pengingat bahwa “blockchain” di Beijing punya makna yang sangat berbeda dengan “crypto” di Twitter. Pantau terus perkembangan standar teknis dan penerapan regional—di situlah dampak nyata akan terlihat.
Disclaimer
Artikel ini disusun berdasarkan laporan resmi dari Central Cyberspace Affairs Commission dan liputan media terpercaya per 23–25 Oktober 2026. Bukan merupakan saran investasi. Cryptocurrency dan aset digital memiliki risiko tinggi. Selalu lakukan riset sendiri (DYOR) dan konsultasikan dengan penasihat keuangan profesional sebelum mengambil keputusan. Tabloid Crypto tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari penggunaan informasi ini.
5 FAQ Seputar Jaringan Blockchain Nasional China
1. Apa target China terkait blockchain?
China menargetkan penyelesaian dasar jaringan blockchain nasional pada tahun 2030.
2. Siapa yang mengeluarkan rencana ini?
Central Cyberspace Affairs Commission melalui National Informatization Plan untuk periode lima tahun 2026–2030.
3. Apakah rencana ini terkait cryptocurrency?
Tidak. Fokusnya pada infrastruktur blockchain dan aplikasi industri, bukan trading atau aset kripto spekulatif.
4. Sektor mana saja yang akan menggunakan jaringan ini?
Perdagangan, keuangan, manufaktur, pertanian, serta layanan identitas digital dan sirkulasi data.
5. Mengapa China terus mendorong blockchain meski melarang crypto?
China memandang blockchain sebagai teknologi strategis untuk efisiensi data, supply chain, dan layanan publik, terpisah dari spekulasi cryptocurrency.
Oleh : Tim Redaksi Tabloid Crypto














