Tabloid Crypto – Setelah vakum lebih dari dua tahun, Coinbase resmi membuka kembali pendaftaran pengguna di India. Langkah ini merupakan bagian dari strategi global exchange kripto asal AS untuk mengambil kembali pangsa di pasar kripto terbesar di dunia ke-2 berdasarkan pengguna internet. Saat ini layanan dibuka untuk trading crypto-to-crypto, dan Coinbase menargetkan peluncuran fitur deposito rupiah (fiat on-ramp) pada tahun 2026.
Kembalinya Coinbase ke India menjadi sinyal bahwa perusahaan optimistis dengan perkembangan regulasi dan potensi pasar lokal meskipun tantangan pajak dan regulasi aset digital di India tetap kuat.
📌 Sejarah, Alasan Keluar, dan Strategi Kembali Coinbase ke India
-
Coinbase pertama kali memasuki pasar India pada 2022 dan menawarkan dukungan untuk pembayaran melalui sistem UPI. Namun layanan langsung disetop karena regulator lokal menolak pengakuan terhadap aktivitas kripto melalui UPI.
-
Pada 2023, Coinbase resmi menghentikan layanan dan meminta pengguna di India untuk menutup akun mereka.
-
Tahun 2025, Coinbase melakukan pendaftaran ulang ke badan pengawas setempat Financial Intelligence Unit (FIU) guna memastikan kepatuhan terhadap regulasi anti pencucian uang (AML) dan aturan lokal lainnya.
-
Sejak Oktober 2025, Coinbase membuka akses kembali melalui program early access, dan kini sudah menerima pendaftaran umum bagi pengguna India.
🔧 Layanan yang Tersedia & Rencana Fitur ke Depan
Untuk saat ini, pengguna India hanya bisa melakukan crypto-to-crypto trading artinya membeli atau menukar satu kripto ke kripto lain.
Namun, Coinbase telah menyatakan bahwa mereka akan menambahkan fiat on-ramp pada 2026 memungkinkan pengguna menyetor rupiah langsung ke aplikasi dan membeli kripto tanpa harus melalui exchange lokal.
Langkah ini dipandang penting untuk menjangkau investor ritel yang menginginkan kemudahan, transparansi, dan akses yang lebih simpel ke aset digital, tanpa perlu konversi kompleks atau perantara.
Baca Juga : Pemegang Kripto Global Mencapai 708 Juta pada 2025: Momentum Adopsi Masif di Asia & Barat
🌍 Mengapa India Menjadi Fokus Coinbase Lagi
Beberapa faktor membuat India sangat menarik bagi Coinbase:
-
Pasar kripto di India berkembang pesat dengan basis pengguna internet besar, adopsi Web3 meningkat, dan komunitas developer yang aktif.
-
Coinbase sudah berinvestasi dalam exchange lokal seperti CoinDCX memberikan sinyal komitmen jangka panjang terhadap pasar India.
-
Dengan regulasi yang makin jelas (registrasi FIU, izin AML), risiko operasional menurun memungkinkan Coinbase untuk membangun kembali layanan secara legal dan terstruktur.
⚠️ Tantangan & Hambatan yang Masih Menghadang
Meski optimisme tinggi, ada beberapa tantangan yang perlu diperhatikan:
-
Regulasi dan pajak kripto di India masih ketat — termasuk pajak tinggi atas keuntungan kripto dan pemotongan transaksi (dipahami signifikan oleh pengguna kecil). Ini bisa menghambat adopsi luas meskipun layanan tersedia.
-
Infrastruktur pembayaran & bank lokal — untuk fiat on-ramp, Coinbase perlu kerjasama dengan bank atau payment aggregator lokal yang patuh regulasi, sebuah proses yang bisa panjang dan rumit.
-
Persaingan lokal & regulasi ketat — meskipun telah mendapatkan izin, pasar kripto India tetap sensitif terhadap perubahan kebijakan; ketidakpastian regulasi bisa muncul di masa depan.
-
Tantangan edukasi & literasi kripto — banyak pengguna mungkin belum siap dengan risiko kripto: volatilitas tinggi, pajak, keamanan digital membutuhkan edukasi lebih intensif.
🧾 Kesimpulan
Kembalinya Coinbase ke India setelah dua tahun vakum menandakan dimulainya babak baru dalam integrasi kripto ke pasar finansial besar dan berkembang. Dengan kembali aktif membuka layanan dan merencanakan fiat on-ramp di 2026, Coinbase berharap bisa memanfaatkan potensi besar pasar India.
Bagi pengguna dan investor di India ini bisa menjadi kesempatan menarik, terutama bagi mereka yang menunggu akses langsung dalam rupee untuk membeli kripto dengan mudah. Namun, regulasi, pajak, dan literasi tetap menjadi kunci keberhasilan jangka panjang.
🟡 Intinya: Coinbase kembali dengan strategi yang lebih matang bukan hanya untuk trading kripto, tetapi untuk membangun ekosistem kripto yang legal, teregulasi, dan inklusif di India. (redtc)
Baca Juga : Bank Raksasa Prancis BPCE Buka Akses Kripto untuk 2 Juta Nasabah, Era Baru Integrasi Kripto dan Perbankan
❓ FAQ — Pertanyaan Umum tentang Kembalinya Coinbase ke India
1. Apakah sekarang pengguna India bisa membeli kripto langsung dengan rupee?
Belum. Saat ini hanya tersedia trading crypto-to-crypto. Fitur deposito rupiah (fiat on-ramp) direncanakan diluncurkan tahun 2026.
2. Kenapa Coinbase dulu keluar dari India?
Karena bank lokal dan operator pembayaran (UPI) tidak mengakui transaksi kripto, sehingga mendesak Coinbase menghentikan layanan.
3. Apa yang berbeda sekarang sehingga Coinbase bisa kembali?
Coinbase telah mendaftar ke otoritas lokal (FIU), mematuhi regulasi AML, dan memulai ulang dengan sistem yang lebih patuh hukum memungkinkan reentry ke pasar secara legal.
4. Kapan tepatnya fiat on-ramp diharapkan aktif?
Coinbase menargetkan peluncuran 2026, tergantung regulasi dan kerjasama dengan bank/payment aggregator lokal.
5. Apa arti kembalinya Coinbase bagi pasar kripto global?
Ini sinyal bahwa exchange besar masih melihat potensi besar pada pasar berkembang dan bisa memacu adopsi kripto lebih luas, serta memberi tekanan kompetisi pada exchange lokal.












