Tabloid Crypto – Otoritas di Filipina resmi memperketat pengawasan terhadap aktivitas Binance, yang berujung pada penarikan aplikasi platform tersebut dari marketplace aplikasi digital.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah Filipina untuk memperkuat regulasi dan perlindungan investor dalam industri aset digital yang terus berkembang.
Aplikasi Binance Keluar dari App Market
Sebagai bagian dari kebijakan penegakan aturan, aplikasi Binance tidak lagi tersedia di beberapa toko aplikasi resmi di Filipina.
Langkah ini dilakukan menyusul kekhawatiran regulator terkait:
-
Operasional tanpa lisensi lokal
-
Perlindungan konsumen
-
Kepatuhan pajak
-
Risiko pencucian uang
Penarikan dari app market menjadi sinyal tegas bahwa regulator ingin memastikan semua platform kripto mematuhi aturan domestik.
Baca Juga : Prediksi Harga Dogecoin 2026–2032: Bisakah DOGE Tembus ATH dan “To The Moon”?
Mengapa Filipina Bertindak Sekarang?
Filipina dikenal sebagai salah satu pasar kripto aktif di Asia Tenggara. Tingginya adopsi aset digital, termasuk perdagangan Bitcoin dan stablecoin, membuat pemerintah meningkatkan pengawasan.
Beberapa faktor pendorong kebijakan ini antara lain:
-
Lonjakan investor ritel
-
Risiko platform luar negeri tanpa izin
-
Dorongan harmonisasi regulasi regional
Dampak bagi Pengguna Binance di Filipina
Bagi pengguna lokal, kebijakan ini berpotensi:
🔹 Membatasi akses langsung ke aplikasi
🔹 Mendorong migrasi ke platform berlisensi
🔹 Meningkatkan kesadaran soal kepatuhan hukum
Namun, pengguna yang sudah memiliki akun kemungkinan masih dapat mengakses layanan melalui kanal alternatif, tergantung kebijakan lanjutan.
Binance dan Tantangan Regulasi Global
Binance dalam beberapa tahun terakhir menghadapi tekanan regulasi di berbagai yurisdiksi. Filipina menjadi salah satu contoh terbaru bagaimana negara-negara memperketat pengawasan terhadap exchange global.
Pendekatan ini mencerminkan tren global menuju regulasi kripto yang lebih ketat dan terstruktur.
Apa Artinya bagi Industri Kripto Asia Tenggara?
Langkah Filipina dapat:
-
Menjadi preseden bagi negara ASEAN lain
-
Mendorong exchange untuk memperoleh lisensi lokal
-
Mempercepat integrasi regulasi kripto regional
Di sisi lain, regulasi yang jelas juga dapat meningkatkan kepercayaan investor dalam jangka panjang.
Kesimpulan
Filipina mempertegas sikapnya terhadap Binance dengan menarik aplikasi dari app store sebagai bagian dari pengetatan regulasi kripto. Kebijakan ini menegaskan pentingnya kepatuhan hukum bagi platform global yang beroperasi di pasar domestik.
Meski berdampak jangka pendek bagi pengguna, langkah ini berpotensi memperkuat fondasi regulasi dan perlindungan investor dalam jangka panjang. (redtc)
Baca Juga : Pasar Kripto Meledak Hari Ini! Bitcoin, Ethereum, XRP & Solana Kompak Reli — Ini Penyebabnya
FAQ Seputar Pemblokiran Binance di Filipina
1. Mengapa Filipina memblokir Binance?
Karena masalah kepatuhan regulasi dan perizinan operasional lokal.
2. Apakah pengguna masih bisa mengakses Binance?
Tergantung kebijakan lanjutan dan metode akses alternatif.
3. Apakah ini berarti kripto dilarang di Filipina?
Tidak, yang ditegaskan adalah kepatuhan platform terhadap regulasi.
4. Apa dampaknya terhadap harga Bitcoin?
Secara global dampaknya terbatas, namun bisa memengaruhi sentimen regional.
5. Apakah negara lain akan mengikuti langkah ini?
Kemungkinan ada, mengingat tren global menuju regulasi kripto yang lebih ketat.













Response (1)