Pasar Kripto Loyo, Tersengat Indikator Ekonomi AS yang Mengecewakan

oleh -99 Dilihat
051288500 1678243458 Crypto 6
Ilustrasi Kripto

indodax bitcoin indonesia blotspot dot coms
Crypto News – Pasar kripto bergerak menurun di tengah pekan pertama Maret 2023 yang diakibatkan anjloknya nilai Bitcoin (BTC).

Bitcoin sempat jatuh ke level terendah di USD 27.828 atau setara Rp 415,9 juta (asumsi kurs Rp 14.948 per dolar AS), sebelum akhirnya pulih lalu cenderung bergerak datar.

Menurut tim riset Tokocrypto dalam analisis harian yang diterima Liputan6.com, KInvestor Kripto, amis (6/4/2023) menyebut Ada sejumlah faktor yang melemahkan Bitcoin dan pasar kripto pekan ini.

Baca Juga : Harga Kripto Masih Disitu-Situ Aja, Ternyata Karena Ini

Diantaranya adalah indikator ekonomi AS terus mengecewakan. Data PMI Non-Manufaktur turun jauh dari yang diproyeksikan dari 55,1 menjadi 51,2 dibandingkan perkiraan 54,5. Khususnya, indeks ketenagakerjaan turun dari 54,0 menjadi 51,3.

“Automatic Data Processing (ADP) merilis laporan ketenagakerjaan yang menunjukkan bahwa pada bulan Maret sektor swasta menambahkan 145.000 pekerjaan, di bawah konsensus pasar 200.000. Angka Februari direvisi lebih tinggi dari 242.000 menjadi 261.000. Banyak ekonom memperkirakan bisa terjadi kenaikan 200.000,” jelas tim riset.

Setelah lowongan pekerjaan Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) yang lebih lemah dari perkiraan dan angka PMI Non-Manufaktur yang mengecewakan, seperti menjadi bel alarm resesi mulai berdering.

Angka-angka data tersebut menunjukkan pengetatan pasar tenaga kerja, yang kemungkinan akan berdampak pada prospek ekonomi yang lebih luas dan menghilangkan mood investor, khususnya di pasar kripto.

Di samping itu, indeks saham AS, seperti NASDAQ turun 1,07 persen, sehingga menempatkan BTC di bawah tekanan.

Baca Juga : Apakah Sekarang Waktu yang Tepat Untuk Beli Bitcoin? Ini Jawabannya!

Investor juga sedang menjauh dan wait and see untuk melihat perilisan data angka klaim pengangguran (initial jobless claims) dan tingkat ketenagakerjaan (Non-Farm Payroll/NFP) yang rilis pada Jumat.

“Laporan Non-Farm Payrolls AS berdampak signifikan pada pasar keuangan, menyebabkan volatilitas di pasar kripto, saham, karena menjadi salah satu indikator yang dilihat oleh The Fed untuk menentukan kebijakan moneternya,” pungkas tim riset.

Sumber : liputan6.com

Berlangganan Tabloid Crypto
Verifikasi Data Indodax Cara Membuat Wallet dan Deposit di Indodax 6

Tentang Penulis: Tabloid Crypto

MEDIA ONLINE KOMUNITAS CRYPTO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *