Eks Agen FBI Mengaku Bersalah: Curi $2,5 Juta Crypto Pakai Kredensial dari Kasus Investigasi

oleh

TABLOID CRYPTO – Kasus mencengangkan kembali mengguncang dunia crypto. Mantan agen supervisory FBI, Patrick Steven Yaroch, resmi mengaku bersalah mencuri sekitar $2,47–$2,5 juta cryptocurrency dengan memanfaatkan kredensial dan seed phrase yang didapat dari sistem internal FBI.

Pengakuan bersalah tersebut diterima pengadilan di Virginia pada 5 November 2026. Yaroch didakwa melakukan wire fraud dan money laundering.

Bagaimana Modusnya?

Yaroch sebelumnya bertugas di Divisi Counterintelligence and Espionage FBI dan memiliki akses Top Secret. Ia memanfaatkan posisinya untuk:

  • Mengakses sistem FBI yang menyimpan data wallet crypto terkait investigasi
  • Mengingat (memorize) seed phrase / recovery phrase dari sekitar 35 kasus investigasi
  • Melakukan hampir 100 transfer ke wallet pribadi miliknya
  • Mencuri dana dari wallet subjek investigasi, termasuk wallet milik negara adversary dan bahkan satu wallet operasional milik FBI sendiri

Menurut dokumen pengadilan, aksinya berlangsung sejak akhir 2024 hingga Juli 2026. Ia sempat menempatkan sebagian dana di platform DeFi seperti Suilend dan memiliki akun di Kraken.

Baca Juga : Robert Kiyosaki Prediksi Bitcoin Crash, Tapi Ada “Catch”-nya: Dia Justru Mau Beli Lebih Banyak!

Rencana Kabur ke Portugal & ChatGPT

Yang membuat kasus ini semakin unik, Yaroch ternyata berkonsultasi dengan ChatGPT. Ia menanyakan cara menginvestasikan dana sekitar $1 juta dan rekomendasi negara di Eropa untuk menetap. ChatGPT bahkan menyarankan Portugal sebagai pilihan utama.

Yaroch sempat bepergian ke Portugal, membuat surat kuasa hukum di sana, dan merencanakan pembelian properti (kebun anggur). Namun, rasa bersalah membuatnya akhirnya menyerahkan diri. Ia mengaku “shame is eating him up inside”.

Pemulihan Dana

Otoritas berhasil memulihkan sebagian besar aset. Pada 31 Juli 2026, sekitar $925.400 crypto dipindahkan ke wallet pemerintah, ditambah dana di akun Kraken.

Kesimpulan

Kasus Patrick Yaroch menjadi pengingat keras bahwa ancaman terhadap aset crypto tidak selalu datang dari hacker eksternal. Akses internal, terutama dari pihak yang memiliki wewenang tinggi, justru bisa menjadi celah paling berbahaya.

Bagi komunitas crypto, ini menegaskan pentingnya pengelolaan seed phrase yang ketat dan prinsip “not your keys, not your coins” — bahkan terhadap institusi resmi sekalipun.

Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan laporan pengadilan AS, pernyataan Departemen Kehakiman, dan liputan media internasional per 6 November 2026. Bukan merupakan saran investasi atau hukum. Tabloid Crypto tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian yang mungkin timbul. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR).

Baca Juga : Binance Buka Rahasia Hack $6,3 Miliar: Interview Kerja Palsu & Software Berbahaya

5 FAQ Seputar Kasus Pencurian Crypto oleh Agen FBI

1. Siapa pelaku pencurian crypto ini?
Patrick Steven Yaroch, mantan supervisory special agent FBI di Divisi Counterintelligence and Espionage.

2. Berapa nilai crypto yang dicuri?
Sekitar $2,47 hingga $2,5 juta, melalui hampir 100 transfer dari kredensial 35 kasus investigasi.

3. Bagaimana cara Yaroch mencuri dana tersebut?
Ia mengakses sistem internal FBI, mengingat seed phrase wallet terkait investigasi, lalu memindahkan dana ke wallet pribadinya.

4. Apakah dana berhasil dipulihkan?
Sebagian besar berhasil. Sekitar $925.400 crypto dipindahkan ke wallet pemerintah, ditambah dana di akun Kraken.

5. Apa yang membuat kasus ini unik?
Yaroch menggunakan ChatGPT untuk meminta saran investasi dan rencana pindah ke Portugal, sebelum akhirnya menyerahkan diri karena rasa bersalah.

Oleh : Tim Redaksi Tabloid Crypto

Tentang Penulis: Tabloid Crypto

MEDIA ONLINE KOMUNITAS CRYPTO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *