TABLOID CRYPTO – Pasar cryptocurrency kembali diguncang aksi jual masif. Bitcoin (BTC) anjlok di bawah level psikologis $76.000, bahkan sempat menyentuh level terendah di kisaran $75.500–$75.600.
Dalam 24 jam terakhir, total liquidasi di pasar crypto menembus lebih dari $1 miliar, dengan hampir 90% di antaranya merupakan posisi long (taruhan harga naik).
Data Utama Crash 5 November 2026
| Metrik | Nilai |
|---|---|
| Harga BTC terendah | ± $75.500 – $75.600 |
| Penurunan 24 jam | Sekitar 5 – 5,5% |
| Total liquidasi 24 jam | $1,03 – $1,08 miliar |
| Proporsi posisi long | ± 88 – 90% |
| Jumlah trader terlikuidasi | Lebih dari 200.000 |
| Liquidasi terbesar | ETH/USDT di Binance (± $10,9 juta) |
Bitcoin menjadi aset dengan liquidasi terbesar, diikuti Ethereum dan Solana. Dalam beberapa jam puncak aksi jual, liquidasi mencapai ratusan juta dolar hanya dalam satu jam.
Baca Juga : Bitcoin Naik 4,2% ke Atas $81.000 Meski Kongres Baru Jadi Ancaman Regulasi Crypto


Apa Pemicunya?
Crash ini terjadi seiring aksi jual besar di saham teknologi dan AI di Wall Street. Indeks Nasdaq dan saham-saham chip (termasuk Nvidia dan AMD) mengalami tekanan signifikan, memicu efek domino ke aset berisiko tinggi seperti crypto.
Pasar crypto yang sebelumnya sempat rebound ke atas $80.000 setelah hasil midterm AS, cepat kehilangan momentum. Posisi leverage yang terlalu agresif di sisi long menjadi korban pertama.


Dampak ke Altcoin
Tidak hanya Bitcoin. Ethereum, Solana, XRP, dan sebagian besar altcoin ikut tertekan dengan penurunan 5–8%. Total kapitalisasi pasar crypto sempat menyusut ratusan miliar dolar dalam waktu singkat.


Kesimpulan
Penurunan Bitcoin di bawah $76.000 disertai liquidasi lebih dari $1 miliar menegaskan betapa sensitifnya pasar crypto terhadap sentimen risiko global, khususnya dari saham teknologi.
Trader yang menggunakan leverage tinggi kembali menjadi pihak paling terdampak. Level $75.000–$76.000 kini menjadi zona kritis yang akan menentukan arah jangka pendek pasar.
Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan data CoinGlass, laporan pasar, dan liputan media internasional per 6 November 2026. Bukan merupakan saran investasi. Harga cryptocurrency sangat volatil dan dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan kelola risiko dengan bijak. Tabloid Crypto tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian yang mungkin timbul.
Baca Juga : Harga Crypto 4 November 2026: BTC Turun Tipis 0,45%, ETH Naik 0,19%
5 FAQ Seputar Crash Bitcoin di Bawah $76.000
1. Berapa harga Bitcoin saat anjlok?
Bitcoin sempat menyentuh level terendah di kisaran $75.500–$75.600, sebelum bergerak di sekitar $76.000.
2. Berapa total liquidasi yang terjadi?
Lebih dari $1 miliar dalam 24 jam, dengan hampir 90% merupakan posisi long.
3. Apa yang menyebabkan crash ini?
Aksi jual besar di saham teknologi dan AI di Wall Street yang menyebar ke pasar crypto, diperparah oleh leverage tinggi di posisi long.
4. Aset mana yang paling banyak terlikuidasi?
Bitcoin menjadi yang terbesar, diikuti Ethereum. Liquidasi tunggal terbesar tercatat di pair ETH/USDT di Binance.
5. Apakah level $76.000 penting?
Ya. Level ini menjadi support psikologis penting. Kegagalan mempertahankan area ini dapat membuka peluang penurunan lebih lanjut.
Oleh : Tim Redaksi Tabloid Crypto













Response (1)