Tabloid Crypto – Pertanyaan besar kembali menghantui pasar: apakah Bitcoin sudah benar-benar mencapai titik terendah (bottom)? Seorang analis kripto terkemuka mengungkap bahwa masih ada satu sinyal penting yang belum muncul, sehingga kemungkinan koreksi lanjutan belum sepenuhnya tertutup.
Dalam beberapa pekan terakhir, Bitcoin menunjukkan volatilitas tinggi setelah sempat mengalami tekanan jual signifikan. Meski terjadi rebound teknikal, sejumlah indikator makro dan on-chain dinilai belum sepenuhnya mendukung skenario pembalikan tren jangka panjang.
Sinyal Kritis yang Masih Ditunggu Pasar
Menurut analis tersebut, ada indikator historis yang biasanya muncul saat Bitcoin benar-benar membentuk dasar harga. Sinyal tersebut antara lain:
-
Lonjakan volume kapitulasi besar-besaran
-
Sentimen pasar ekstrem di zona ketakutan
-
Penurunan tajam minat ritel
-
Divergensi kuat pada indikator teknikal jangka panjang
Hingga saat ini, beberapa indikator memang menunjukkan pelemahan, namun belum mencapai level ekstrem yang biasanya menjadi penanda akhir tren bearish.
#BTC – The Bottom Is NOT In (Yet) 🧠:
Unless this time we get a serious curveball.
📌Historical chart is very clear:
Every time the light blue crosses below the red line, a bottoming structure forms, either a few days before the cross or weeks after it. But never without it.… pic.twitter.com/IapKVrElUx— EGRAG CRYPTO (@egragcrypto) February 27, 2026
Baca Juga :Â Solana Bertahan di $83,50, Target $94 Kian Dekat? Ini Analisis Harga SOL Terbaru
Apa Itu “Bottom” dalam Pasar Kripto?
Dalam istilah pasar, “bottom” adalah titik terendah sebelum harga berbalik naik secara signifikan. Menentukan bottom bukan perkara mudah karena:
-
Pasar kripto sangat dipengaruhi sentimen global
-
Faktor makroekonomi berubah cepat
-
Likuiditas dapat menguat atau melemah tiba-tiba
Sejarah menunjukkan bahwa bottom sering kali terbentuk saat mayoritas pelaku pasar sudah kehilangan harapan.
Indikator Teknikal: Masih Netral-Bearish
Secara teknikal, beberapa indikator utama masih berada di zona abu-abu:
-
RSI belum menunjukkan divergensi bullish kuat
-
Moving average jangka panjang belum sepenuhnya berbalik arah
-
Volume rebound relatif moderat
Jika sinyal-sinyal tersebut belum terkonfirmasi, risiko penurunan tambahan tetap perlu diperhitungkan.
Faktor Makro yang Mempengaruhi Bitcoin
Selain indikator teknikal, harga Bitcoin juga dipengaruhi oleh faktor global seperti:
-
Kebijakan suku bunga bank sentral
-
Inflasi dan pertumbuhan ekonomi
-
Arus dana institusional
-
Regulasi kripto di negara besar
Jika kondisi makro memburuk, potensi tekanan jual tambahan bisa muncul.
Apakah Ini Saat yang Tepat untuk Masuk?
Beberapa investor jangka panjang melihat fase koreksi sebagai peluang akumulasi. Namun, analis mengingatkan pentingnya strategi bertahap seperti dollar cost averaging (DCA).
Strategi yang dapat dipertimbangkan:
-
Membagi pembelian dalam beberapa tahap
-
Menentukan batas risiko
-
Menghindari penggunaan leverage berlebihan
-
Memantau indikator on-chain
Pendekatan disiplin dapat membantu mengurangi dampak volatilitas.
Skenario Bullish yang Masih Terbuka
Meski ada risiko koreksi lanjutan, skenario bullish tetap mungkin terjadi jika:
-
Bitcoin bertahan di atas support utama
-
Volume beli meningkat signifikan
-
Sentimen global membaik
Dalam kondisi tersebut, potensi pembentukan dasar harga akan semakin kuat.
Kesimpulan
Meski terjadi rebound dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah analis menilai bahwa Bitcoin mungkin belum sepenuhnya mencapai titik terendahnya. Sinyal historis yang biasanya menandai akhir tren bearish dinilai belum muncul secara jelas.
Investor disarankan untuk tetap berhati-hati, memadukan analisis teknikal dan fundamental, serta mengelola risiko dengan disiplin. Dalam pasar kripto, kesabaran dan strategi matang sering kali menjadi kunci keberhasilan jangka panjang. (redtc)
Baca Juga :Â AI Grok Ungkap Prediksi Harga Bitcoin Terbaru, Elon Musk Kembali Picu Spekulasi Pasar
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apakah Bitcoin sudah mencapai bottom?
Belum ada konfirmasi pasti. Beberapa indikator penting masih belum muncul.
2. Apa tanda umum bahwa bottom telah terbentuk?
Kapitulasi besar, sentimen ekstrem, dan divergensi teknikal jangka panjang.
3. Apakah sekarang waktu yang tepat membeli Bitcoin?
Tergantung strategi dan toleransi risiko masing-masing investor.
4. Apa risiko jika bottom belum terbentuk?
Potensi penurunan lanjutan dan volatilitas tinggi.
5. Bagaimana cara mengurangi risiko di pasar kripto?
Gunakan strategi DCA, tentukan stop-loss, dan hindari over-leverage.












