Dari The Fed hingga Halving Bitcoin: 5 Alasan Pasar Kripto Kembali Bergairah

oleh
Ilustrasi

Tabloid Crypto – Pasar aset kripto kembali bergairah. Dalam 24 jam terakhir, harga sejumlah koin utama seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Solana (SOL) melonjak antara 3–7 persen. Kenaikan ini memicu optimisme baru di kalangan investor, yang sebelumnya sempat waspada akibat volatilitas tinggi dan ketidakpastian ekonomi global.

Lantas, apa yang sebenarnya mendorong reli pasar kripto kali ini? Berikut lima faktor utama yang menjadi pendorongnya, lengkap dengan analisis kondisi terkini.

1. Ekspektasi Penurunan Suku Bunga Global

Salah satu faktor terbesar yang mendorong reli kripto hari ini adalah meningkatnya ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga acuan oleh bank sentral utama dunia, termasuk Federal Reserve (The Fed).

Data inflasi Amerika Serikat yang mulai melandai memperkuat pandangan bahwa The Fed akan menahan diri untuk tidak menaikkan suku bunga lagi. Imbasnya, aset berisiko seperti saham teknologi dan kripto kembali diburu investor.

“Begitu pasar menilai biaya pinjaman akan turun, investor mencari peluang imbal hasil yang lebih tinggi — dan kripto menjadi alternatif utamanya,” ujar analis keuangan digital dari Genesis Market Research, Daniel Park.

Penurunan suku bunga berarti uang lebih murah beredar, sehingga mendorong permintaan terhadap aset non-tradisional seperti Bitcoin dan Ethereum.

2. Masuknya Dana Institusi Besar

Faktor kedua datang dari adopsi institusional yang semakin luas. Beberapa lembaga keuangan global seperti BlackRock, Fidelity, dan ARK Invest diketahui memperkuat eksposur mereka terhadap aset kripto, khususnya melalui instrumen seperti ETF Bitcoin Spot.

Langkah ini memperluas akses investor ritel dan meningkatkan legitimasi kripto di mata publik. Ketika lembaga keuangan besar menambah posisi, pasar melihatnya sebagai sinyal kepercayaan jangka panjang.

Selain itu, volume perdagangan yang meningkat di bursa kripto besar seperti Binance dan Coinbase menunjukkan bahwa likuiditas pasar ikut menguat, yang membuat reli harga lebih stabil dibanding sebelumnya.

3. Efek Short Squeeze dan Momentum Teknis

Kenaikan tajam hari ini juga tidak lepas dari faktor teknikal. Setelah sempat melemah di pekan lalu, banyak trader melakukan posisi jual (short). Namun, ketika harga justru berbalik naik, posisi-posisi tersebut terlikuidasi secara massal, memicu apa yang disebut short squeeze.

Menurut data Coinglass, likuidasi posisi pendek Bitcoin dalam 24 jam terakhir mencapai lebih dari US$150 juta, salah satu yang tertinggi dalam sebulan terakhir.
Fenomena ini menciptakan tekanan beli tambahan yang mempercepat lonjakan harga di seluruh pasar.

“Short squeeze adalah bahan bakar instan bagi reli jangka pendek. Begitu momentum ini muncul, investor ritel biasanya ikut masuk,” kata analis kripto lokal, Reza Pranata.

4. Sentimen Global yang Mulai Membaik

Selain faktor teknikal dan kebijakan moneter, stabilitas geopolitik dan penurunan ketegangan ekonomi global juga membantu memperbaiki sentimen pasar.
Kabar positif mengenai meredanya konflik di Timur Tengah dan membaiknya hubungan dagang AS–Cina menciptakan suasana lebih kondusif bagi aset berisiko.

Bersamaan dengan itu, harga minyak mentah dunia yang menurun turut mengurangi kekhawatiran terhadap inflasi baru, memperkuat keyakinan investor bahwa tekanan ekonomi mulai mereda.

Dengan menurunnya kekhawatiran makro, kripto kembali menjadi pilihan menarik bagi investor yang ingin memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi global.

5. Fundamental Kripto: Pasokan Terbatas, Permintaan Naik

Dari sisi fundamental, faktor kelangkaan pasokan juga berperan besar.
Bitcoin, misalnya, memiliki suplai maksimal 21 juta unit, dan setiap empat tahun sekali jumlah koin baru yang masuk ke pasar berkurang setengahnya dalam peristiwa halving.

Dengan Bitcoin Halving berikutnya diperkirakan terjadi pada April 2026, banyak investor mulai berspekulasi bahwa fase akumulasi sudah dimulai.
Kondisi ini diperkuat dengan meningkatnya jumlah dompet kripto aktif dan arus masuk dana (inflow) ke bursa kripto besar.

“Fundamental Bitcoin selalu sama: suplai terbatas, permintaan bertumbuh. Setiap kali pasar mulai sadar hal ini, reli besar biasanya menyusul,” tambah Reza.

Kesimpulan: Antara Optimisme dan Kewaspadaan

Meski euforia kenaikan harga hari ini terasa kuat, para analis menilai investor tetap perlu berhati-hati. Pasar kripto dikenal dengan volatilitas ekstrem, di mana kenaikan tajam sering diikuti koreksi cepat.

Namun, kombinasi faktor makroekonomi, peningkatan adopsi institusional, dan momentum teknikal menjadikan reli kali ini berbeda dari sekadar “pantulan sesaat.”

Bila tren positif berlanjut dan dukungan makro tetap kuat, Bitcoin berpotensi menembus kembali level psikologis US$100.000 dalam beberapa tahun ke depan, seperti yang diprediksi sejumlah analis global. (redtc)

Tentang Penulis: Tabloid Crypto

MEDIA ONLINE KOMUNITAS CRYPTO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *