Tabloid Crypto – Wall Street raksasa angkat bicara lagi! Goldman Sachs melalui analis James Yaro menyatakan bahwa harga Bitcoin dan pasar kripto secara keseluruhan mungkin sudah mencapai bottom setelah penurunan signifikan dari puncak Oktober 2025.
Namun, ada catatan penting: trading volumes diprediksi akan menurun lebih lanjut dalam beberapa bulan ke depan. Penurunan volume ini berpotensi memangkas revenue perusahaan kripto hingga 2% dan profit hingga 4% sepanjang 2026.
Meski begitu, Goldman Sachs optimis bahwa periode volume rendah biasanya berlangsung singkat — median hanya 3 bulan sebelum rebound signifikan. Ini menjadi sinyal campuran bagi investor: harga mungkin stabil, tapi likuiditas dan volatilitas tetap jadi tantangan besar.
Detail Prediksi Goldman Sachs soal Bitcoin 2026
Menurut laporan Goldman Sachs terbaru:
- Harga kripto (termasuk Bitcoin) kemungkinan sudah trough (bottom siklus).
- Trading volumes crypto diperkirakan akan turun lebih dalam dalam waktu dekat.
- Dampaknya “manageable” bagi perusahaan besar seperti Coinbase, Robinhood, dan Figure Technologies — yang justru mendapat rating “buy” dari Goldman.
- Periode volume rendah historically berlangsung sekitar 3 bulan sebelum recovery.
Analis James Yaro menekankan bahwa meski harga bisa stabil di sekitar level saat ini (dekat $70.000 zona), volume rendah membuat pasar lebih rentan terhadap swing ekstrem dan recovery yang rapuh.
Mengapa Trading Volume Diprediksi Turun?
Beberapa faktor yang menjadi alasan Goldman Sachs:
- Pasar sedang dalam fase konsolidasi pasca penurunan tajam dari ATH.
- Investor institusi dan ritel cenderung wait-and-see setelah volatilitas tinggi.
- Likuiditas keseluruhan menurun, terutama di periode risk-off akibat geopolitik dan makro ekonomi.
- Banyak trader leveraged keluar pasar setelah liquidasi massal sebelumnya.
Meski volume turun, Goldman tetap bullish jangka menengah terhadap Bitcoin dan saham-saham terkait crypto.
Dampak ke Pasar Kripto dan Investor Indonesia
Penurunan volume trading biasanya berarti:
- Harga lebih sulit bergerak naik signifikan (kurang momentum).
- Volatilitas bisa meningkat karena likuiditas tipis.
- Peluang bagi whale untuk memengaruhi harga lebih besar.
Di Indonesia, di mana volume trading kripto masih tinggi, prediksi ini menjadi pengingat untuk lebih selektif. Trader disarankan kurangi leverage berlebih dan fokus pada proyek dengan fundamental kuat selama periode volume rendah.
Kesimpulan
Goldman Sachs memberikan sinyal campuran tapi cenderung positif untuk Bitcoin: harga mungkin sudah bottom, tapi investor harus siap menghadapi penurunan trading volume yang bisa berlangsung beberapa bulan ke depan di 2026. Meski dampaknya manageable, periode ini akan menguji kesabaran holder dan trader.
Bagi investor jangka panjang, ini bisa jadi waktu akumulasi yang tenang sebelum rebound volume dan harga. Bagi trader jangka pendek: waspadai volatilitas tinggi dan likuiditas rendah. (redtc)
Baca Juga :Â Binance Geger di Nigeria! Minta Damai di Kasus Pajak Rp30 Triliun, Sidang Ditunda hingga Mei 2026
Tabloid Crypto akan terus update analisis Goldman Sachs, pergerakan harga Bitcoin, serta perkembangan volume pasar kripto secara real-time.
Disclaimer: Artikel ini bukan saran investasi atau financial advice. Prediksi bank besar pun bisa meleset. Harga kripto sangat volatil. Selalu lakukan DYOR dan kelola risiko dengan bijak.
5 FAQ Prediksi Goldman Sachs Bitcoin
1. Apa kata Goldman Sachs soal harga Bitcoin saat ini? Goldman Sachs menyatakan harga Bitcoin dan crypto mungkin sudah mencapai bottom siklus setelah penurunan dari puncak 2025.
2. Mengapa trading volume Bitcoin diprediksi turun? Karena pasar sedang konsolidasi, investor wait-and-see, serta likuiditas keseluruhan menurun pasca volatilitas tinggi.
3. Berapa lama periode volume rendah biasanya berlangsung? Menurut Goldman, periode trough volume biasanya berlangsung median 3 bulan sebelum rebound signifikan.
4. Apa dampak penurunan volume ke perusahaan kripto? Bisa memangkas revenue hingga 2% dan profit hingga 4% sepanjang 2026, meski Goldman bilang dampaknya masih manageable.
5. Apakah ini sinyal bullish atau bearish untuk Bitcoin 2026? Cenderung bullish jangka menengah karena harga sudah bottom, tapi short-term waspada karena volume rendah bisa picu swing ekstrem.










