Hacker Korut Ramai-ramai Curi Kripto Hingga Rp 15,5 T

oleh -97 Dilihat
Mata Uang Kripto
Ilustrasi Mata Uang Kripto

indodax bitcoin indonesia blotspot dot coms
Crypto News – Tahun 2022 ini, hacker asal Korea Utara berhasil mencuri kripto dalam jumlah besar. Bahkan berdasarkan laporan perusahaan analis kripto Chainalysis mereka mencuri sekitar US$1 miliar (Rp 15,5 triliun) dalam sembilan bulan pertama dari pertukaran kripto saja.

Salah satunya yang menimpa Axie Infinity, platform game untuk berkembang, berdagang dan melawan monster yang berkesempatan mendapatkan token kripto. Awal tahun ini, jaringan diserbu oleh sindikat peretas Korea Utara dan kehilangan US$620 juta dalam ether, dikutip dari Ars Technica, Selasa (15/11/2022).

Baca Juga : Sentimen Negatif Melanda Pasar Kripto, Berikut Strategi yang Dapat Dilakukan Investor

Perampokan kripto yang sukses itu menggambarkan kecanggihan Korea Utara yang berkembang jadi aktor serangan siber. Badan keamanan Barat dan perusahaan keamanan siber memperlakukannya sebagai salah satu dari empat ancaman siber berbasis negara bangsa di dunia, selain China, Iran, dan Rusia.

Panel ahli PBB yang memantau penerapan sanksi internasional, uang hasil curian oleh para hacker tersebut untuk membantu mendanai program rudal balistik dan nuklir terlarang Korea Utara. Pada Juli lalu, Wakil Penasihat Keamanan Nasional AS untuk keamanan siber, Anne Neuberger mengatakan Korea Utara menggunakan dunia maya untuk mendapatkan sepertiga dari dana untuk program rudalnya.

Dari jumlah yang dicuri, sayangnya hanya US$30 juta yang berhasil ditemukan. Ini dilakukan setelah aliansi lembaga penegak hukum dan perusahaan analisis kripto melacak sejumlah dana yang dicuri lewat serangkaian pertukaran terdesentralisasi dan yang disebut sebagai ‘crypto mixer’.

Sebagai informasi crypto mixer adalah  alat untuk mencampurkan kepemilikan kripto dari pengguna yang berbeda untuk mengaburkan asalnya. AS juga mengincar alat tersebut belum lama ini.

Baca Juga : FTX Bangkrut, Kekayaan Raja Kripto Rp 232 T Lenyap

Pada Agustus, AS memberikan sanksi pada mixer Tornado Cash yang disebut digunakan para peretas mencuci lebih dari US$450 juta Ethereum. Sejak saat itu AS menuding alat tersebut untuk mendukung hacker Korea Utara, yang akhirnya mendukung program senjata pemusnah massal.

Menurut para ahli, di masa depan kemungkinan hanya akan jadi lebih buruk karena pertukaran kripto semakin terdesentralisasi dan lebih banyak barang serta jasa baik legal dan ilegal yang bisa dibeli dengan kripto.

Sumber : cnbcindonesia.com

Berlangganan Tabloid Crypto
1599719601191
Cloud Hosting Indonesia

Tentang Penulis: Tabloid Crypto

MEDIA ONLINE KOMUNITAS CRYPTO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *