Tabloid Crypto – Senator Amerika Serikat Cynthia Lummis kembali melontarkan kritik keras kepada JPMorgan setelah bank terbesar di AS itu dianggap menunjukkan sikap kontradiktif mengenai industri aset digital.
Menurut Lummis, JPMorgan selama ini kerap menjelekkan kripto terutama Bitcoin melalui pernyataan publik CEO-nya, Jamie Dimon. Namun di balik layar, Lummis menilai perusahaan itu justru terus memperluas eksposurnya terhadap blockchain dan aset digital.
Lummis menegaskan bahwa sikap ganda seperti ini tidak membantu perkembangan regulasi yang adil dan terbuka di Amerika Serikat. Ia menyoroti perlunya transparansi dari bank-bank besar yang secara publik menolak kripto, tetapi diam-diam menggunakannya untuk inovasi internal.
Lummis Sebut JPMorgan Ingin “Menguasai, Bukan Mendukung” Kripto
Senator asal Wyoming itu menyatakan bahwa JPMorgan sebenarnya tidak menolak teknologi blockchain, namun ingin mengontrolnya dengan cara memonopoli akses dan infrastruktur. Ia menambahkan bahwa bank tradisional harus jujur mengenai ambisi mereka, daripada terus-menerus menghambat inovasi terbuka seperti Bitcoin.
Lummis menyoroti:
-
JPMorgan telah mengembangkan produk dan jaringan blockchain internal.
-
Bank besar itu terlibat dalam proyek aset digital berskala institusional.
-
Namun mereka tetap menyerang kripto publik seperti Bitcoin dan Ethereum.
Menurutnya, tindakan tersebut menimbulkan ketidakadilan bagi startup dan inovator kripto yang mencoba bersaing di ramah yang sudah dikuasai institusi besar.
Baca Juga : Michael Saylor Tegaskan Komitmen: “Kami Terus Beli Bitcoin” Meski Isu Jual Beredar
JUST IN: 🇺🇸 Senator Cynthia Lummis slams JPMorgan for its anti-crypto policies.
“Policies like JP Morgan’s undermine confidence in traditional banks and send the digital asset industry overseas.” pic.twitter.com/9pqYCbdIyb
— Watcher.Guru (@WatcherGuru) November 24, 2025
Kritik Lummis Terhadap Regulasi Bias di AS
Lummis berpendapat bahwa sikap anti-kripto dari sebagian lembaga keuangan justru memperumit regulasi AS. Ia menilai regulator terlalu memihak pada bank besar yang ingin mempertahankan sistem lama, sementara perusahaan kripto dibebani tuntutan hukum dan pembatasan yang berat.
Senator Lummis yang dikenal sebagai salah satu pendukung utama Bitcoin di Kongres mendorong pemerintah AS untuk mengadopsi regulasi yang lebih adil dan kompetitif agar tidak tertinggal dari negara lain.
Ia memperingatkan bahwa:
-
AS berisiko kehilangan inovasi blockchain ke negara yang lebih pro-kripto.
-
Bank besar dapat memonopoli industri aset digital jika tidak diatur secara adil.
-
Pengguna ritel harus dilindungi dari manipulasi institusi tradisional.
JPMorgan Tetap Ekspansi Blockchain Meski Kritik Terus Mengalir
Terlepas dari komentar pedas Lummis, JPMorgan terus memperluas penggunaan teknologi blockchain dalam berbagai layanan, termasuk pembayaran internasional dan penyelesaian transaksi.
Bank itu juga mengembangkan tokenization untuk aset institusional, membuktikan bahwa mereka percaya dengan masa depan teknologi blockchain—namun dengan pendekatan yang terpusat.
Fenomena ini semakin memperkuat kritik bahwa JPMorgan tidak anti-kripto, tetapi anti-kompetisi dalam industri terbuka seperti Bitcoin.
Kesimpulan
Kritik Senator Lummis menyoroti kontradiksi besar dalam industri keuangan AS: bank besar seperti JPMorgan secara publik menyerang kripto, namun secara internal menggunakan blockchain dan memperluas eksposurnya terhadap aset digital.
Menurut Lummis, hal ini berpotensi merusak kepercayaan publik dan memperlambat inovasi terbuka. Ia menyerukan regulasi yang lebih transparan dan kompetitif agar Amerika Serikat tidak tertinggal dalam revolusi blockchain. (redtc)
Baca Juga :Â Mantan Pengacara Coinbase Maju ke Dunia Politik: Dorong Regulasi Kripto Lebih Jelas di AS
FAQ (Pertanyaan yang sering ditanyakan)
1. Mengapa Senator Lummis mengkritik JPMorgan?
Karena JPMorgan dianggap munafik: menyerang publik tentang kripto tetapi diam-diam mengadopsi teknologi blockchain dan aset digital.
2. Apa yang dikatakan Jamie Dimon tentang Bitcoin?
Dimon beberapa kali menyebut Bitcoin tidak berharga dan berisiko, meski perusahaannya meneliti teknologi serupa di dalam.
3. Apakah JPMorgan benar-benar menggunakan blockchain?
Ya. JPMorgan telah mengembangkan JPM Coin, jaringan Onyx, dan berbagai layanan berbasis blockchain.
4. Apa kekhawatiran Lummis terkait regulasi kripto?
Ia menilai regulasi terlalu memihak bank besar dan menghambat inovasi perusahaan kripto independen.
5. Apakah kritik ini berdampak pada industri kripto AS?
Kritik seperti ini menambah tekanan politik dan meningkatkan perhatian publik pada bagaimana bank besar berperan dalam ekosistem blockchain.













Response (1)