Tabloid Crypto – Pertanyaan yang sering muncul di komunitas kripto akhir-akhir ini: “Apakah XRP sudah mati?”
Harga XRP memang turun tajam sekitar -37% dalam 12 bulan terakhir. Dari puncak $3.65 di pertengahan 2025, token Ripple ini kini diperdagangkan di kisaran $1.33 – $1.35. Banyak trader ritel kecewa dan mulai menyebut XRP sebagai “dead coin”.
Tapi tunggu dulu — ada catch besar yang sering terlewatkan jika hanya melihat chart harga. Meski price action lesu, fundamental dan on-chain metrics Ripple justru semakin kuat. Ini klasik kasus price vs value divergence yang sering terjadi di pasar kripto.
Tabloid Crypto kupas tuntas: kenapa harga XRP turun, apa catch-nya, dan apakah ini peluang atau jebakan bagi investor.
Kenapa Harga XRP Turun 37% Setahun?
Beberapa faktor utama di balik penurunan:
- Dominasi Bitcoin yang Tinggi — BTC masih memimpin pasar, membuat altcoin seperti XRP kesulitan mencari momentum.
- Profit Taking Massal — Setelah rally kuat di 2025, banyak holder mengambil untung di level tinggi.
- Sentimen Pasar yang Lemah — Ketegangan makro dan geopolitik membuat investor lebih memilih aset aman.
- Kurangnya Katalis Baru — Meski Ripple terus ekspansi, pasar butuh berita yang lebih bombastis untuk gerak naik signifikan.
Akibatnya, XRP mengalami sideways panjang dengan volatilitas rendah, membuat banyak orang merasa “coin ini mati”.


Baca Juga : Hitung Mundur Bitcoin Dimulai! Google Beri Deadline 2029 Hadapi Ancaman Quantum Computer
Tapi Ada Catch! Fundamental XRP Justru Makin Kuat
Meski harga drop, inilah yang sering terlewat:
- ETF XRP Inflows Signifikan — XRP ETFs sudah serap miliaran dolar inflow dalam waktu singkat, menunjukkan minat institusi tetap tinggi.
- Utility Ripple Payments — Platform stabilcoin dan pembayaran cross-border Ripple terus berkembang, dengan volume transaksi dan adopsi institusi yang naik.
- On-Chain Metrics Positif — Exchange outflows besar, jumlah wallet aktif meningkat, dan aktivitas di XRP Ledger tetap solid.
- Legal Clarity — Kasus dengan SEC sudah selesai, memberi kepastian regulasi yang lebih baik.
Ini adalah divergence klasik: harga turun, tapi value jangka panjang justru naik. Banyak analis bilang ini fase akumulasi sebelum potensi breakout di Bull Run selanjutnya.
Dampak ke Investor Indonesia
Di Indonesia, XRP masih populer sebagai aset trading dan remitansi. Penurunan harga ini membuat banyak holder ragu, tapi komunitas yang paham fundamental cenderung tetap hold atau bahkan tambah posisi di level rendah.
Kesimpulan
XRP bukan coin mati. Penurunan -37% dalam setahun memang menyakitkan, tapi “catch”-nya adalah fundamental Ripple yang terus menguat di balik layar. Utility sebagai bridge asset, adopsi institusi, dan on-chain activity menunjukkan bahwa XRP masih punya narasi jangka panjang yang solid.
Bagi holder: ini saat kesabaran diuji. Bagi yang baru ingin masuk: lakukan riset mendalam dan kelola risiko. Harga bisa sideways lebih lama, tapi jika katalis besar muncul (seperti altcoin season atau berita Ripple positif), XRP berpotensi rebound kuat. (redtc)
Tabloid Crypto akan terus update harga XRP, perkembangan Ripple, dan analisis apakah ini akhir atau awal babak baru. Jangan buru-buru sebut “dead coin” — kripto penuh kejutan!
Disclaimer: Artikel ini bukan saran investasi. Harga kripto sangat volatil. Selalu lakukan DYOR (Do Your Own Research) dan hanya investasikan uang yang siap Anda hilang.
5 FAQ XRP Turun 37% Setahun
1. Apakah XRP sudah mati karena turun 37% setahun? Tidak. Penurunan harga tidak berarti proyek mati. Fundamental Ripple dan utility XRP Ledger justru semakin kuat meski harga sideways.
2. Berapa harga XRP saat ini? Sekitar $1.33 – $1.35 (per akhir Maret 2026), jauh di bawah ATH $3.65 tahun lalu.
3. Apa “catch” di balik penurunan harga XRP? Catch-nya adalah inflows ETF besar, ekspansi Ripple Payments, exchange outflows, dan aktivitas on-chain yang tetap positif — menunjukkan akumulasi institusi.
4. Apakah XRP berpotensi naik lagi di 2026? Banyak analis masih optimis jangka panjang. Jika altcoin season tiba atau ada katalis baru dari Ripple, XRP bisa rebound signifikan. Tapi short-term masih berisiko sideways.
5. Apa yang harus dilakukan holder XRP sekarang? Evaluasi portofolio, pantau berita Ripple dan regulasi, gunakan strategi DCA jika percaya fundamental, dan jangan panic sell di level rendah.













Responses (2)