Tabloid Crypto – Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan kekuatannya setelah menembus kembali level psikologis $70.000, memicu sentimen bullish di pasar kripto global. Kenaikan ini terjadi di tengah volatilitas makro dan ketidakpastian suku bunga, menandakan minat investor masih sangat kuat.
Lonjakan harga tersebut juga memperkuat pandangan optimistis dari Bernstein, firma riset dan investasi ternama, yang kembali menegaskan target harga Bitcoin di level $150.000 pada akhir 2026.
Bernstein: Narasi Bullish Bitcoin Masih Sangat Kuat
Dalam analisis terbarunya, Bernstein menyebut bahwa reli Bitcoin bukan sekadar pantulan teknikal. Ada beberapa faktor struktural yang menopang kenaikan harga BTC:
-
Arus masuk berkelanjutan ke ETF Bitcoin spot
-
Akumulasi oleh investor institusional
-
Penurunan pasokan pasca-halving
-
Meningkatnya peran Bitcoin sebagai lindung nilai makro
Menurut Bernstein, kombinasi faktor ini menciptakan fondasi kuat untuk tren naik jangka panjang.
Baca Juga : Bank Negara Rusia Buka Era Baru! Sber Resmi Tawarkan Pinjaman Berbasis Kripto ke Korporasi
ETF dan Institusi Jadi Mesin Penggerak Harga BTC
Sejak persetujuan ETF Bitcoin spot, minat institusi terhadap BTC terus meningkat. Banyak manajer aset besar mulai:
-
Menambah eksposur Bitcoin dalam portofolio
-
Mengalihkan dana dari aset tradisional
-
Menggunakan BTC sebagai aset lindung nilai inflasi
Bernstein menilai ETF menjadi “gerbang utama” adopsi Bitcoin di pasar keuangan arus utama.
Target $150.000 di 2026: Terlalu Ambisius?
Meski terdengar agresif, Bernstein menegaskan bahwa target $150.000 masih masuk akal jika:
-
Permintaan institusional terus meningkat
-
Regulasi kripto semakin jelas
-
Likuiditas global kembali longgar
Dalam siklus sebelumnya, Bitcoin juga mencatat kenaikan eksponensial setelah fase konsolidasi panjang.
Risiko Tetap Ada, Tapi Tren Jangka Panjang Positif
Bernstein tetap mengingatkan investor terhadap risiko:
-
Tekanan regulasi global
-
Ketegangan geopolitik
-
Volatilitas pasar makro
Namun, secara keseluruhan, prospek jangka panjang Bitcoin dinilai lebih kuat dibanding siklus sebelumnya.
Kesimpulan
Kembalinya Bitcoin ke atas $70.000 mempertegas dominasi BTC sebagai aset kripto utama. Dengan Bernstein mempertahankan target $150.000 pada akhir 2026, sentimen bullish kembali menguat di kalangan investor institusional. Meski volatilitas jangka pendek masih mungkin terjadi, arah jangka panjang Bitcoin dinilai tetap positif. (redtc)
Baca Juga : Arthur Hayes Bongkar Dalang Kejatuhan Bitcoin: Bukan Panik Pasar, Tapi Manuver ETF BlackRock
FAQ – Bitcoin & Prediksi Harga
1. Mengapa Bitcoin kembali naik ke atas $70.000?
Didorong oleh arus masuk ETF, akumulasi institusi, dan sentimen bullish global.
2. Siapa Bernstein dan mengapa prediksinya penting?
Bernstein adalah firma riset investasi besar yang sering menjadi acuan investor institusional.
3. Apakah target Bitcoin $150.000 realistis?
Bernstein menilai target tersebut realistis jika tren adopsi berlanjut.
4. Apa risiko utama bagi harga Bitcoin ke depan?
Regulasi, geopolitik, dan kebijakan moneter global.
5. Apakah ini waktu yang tepat membeli Bitcoin?
Keputusan investasi tetap bergantung pada profil risiko masing-masing investor.













Response (1)