Harga Bitcoin Diprediksi Reli ke $32.000 di 2023

oleh -88 Dilihat
Bitcoin

unnamed 1
Crypto News – Bitcoin berhasil bertahan di atas $17.000 setelah Dollar AS kembali menunjukan penurunan nilai terlihat dari indeks dollar DXY yang kembali mencatatkan nilai terendahnya terhitung semenjak awal November 2022.

Per 5 Desember 2022, 1 USD setara dengan Rp15.440 yang dimana pada bulan lalu sempat menyentuh Rp15.740 per USD.

Indeks DXY secara garis besar memiliki korelasi negatif dengan harga Bitcoin dimana ketika DXY mengalami penurunan, harga Bitcoin cenderung menguat.

Per 5 Desember 2022 pukul 18.23 WIB, Bitcoin diperdagangkan pada harga $17,316.06 , mengalami kenaikan +6,85% dalam sepekan terakhir.

Baca Juga : Bursa Kripto Zipmex Dicaplok, Saham Ditukar Kripto dan Dolar

Bitcoin Ada Potensi Reli di 2023

Jika dilihat dari timframe tinggi yakni 1 hari, Bitcoin terlihat dalam tren turun, tetapi jika dibandingkan dengan pergerakan pada bear market 2018 setelah bullrun 2017, Bitcoin mengalami sideway hingga bulan Maret dan kemudian tren berbalik menjadi tren naik.

Kemudian harga Bitcoin di tanggal yang sama yakni 5 Desember 2018 dibandingkan harga teringgi Bitcoin pada 2017 mengalami penurunan -81,3%. Sementara per 5 Desember 2022, Bitcoin mengalami penurunan -75,0% dibandingkan harga tertingginya pada tahun 2021.

Jika mempertimbangkan pola harga sebelumnya, kemungkinan besar nilai terendah Bitcoin sudah dekat dan bersiap untuk membalik tren di tahun berikutnya.

bitcoin
Gambar: Grafik harga Bitcoin pada 2017 – 2018
2 2
Gambar: Grafik harga Bitcoin pada 2021 – 2022

Kesamaan lainnya pada bull-bear market sebelumnya adalah biaya mining (mining cost) yakni biaya operasional yang dikeluarkan miners untuk menambang bitcoin.

Dilansir dari MacroMicro, per 5 Desember 2022 sudah di atas harga Bitcoin saat ini yakni biaya rata-rata sebesar $20.315 per harga Bitcoin $17.314.

Ternyata kejadian ini juga terjadi pada tanggal yang sama di tahun 2018 dimana mining cost saat itu adalah $4.395 sedangkan harga Bitcoin saat itu adalah $3.753.

Ketika mining cost lebih besar daripada harga Bitcoin, maka miners mengalami kerugian dan cenderung keluar dari jaringan Bitcoin. Biasanya setelah hal ini terjadi, harga Bitcoin akan mengalami peningkatan dan miners akan profitable kembali.

3 1
Gambar: Grafik mining cost vs. harga Bitcoin

Dari pertimbangan di atas, maka kemungkinan terjadinya rebound Bitcoin pada 2023 cukup besar dan kemungkinan terjadi setelah Maret 2023.

4 2
Gambar: Grafik harga Bitcoin dengan Fibonacci timeframe 1 hari

Baca Juga : Wow! Rupiah Digital Bisa Dipakai untuk Beli Bitcoin Cs

Berdasarkan Fibonacci Retracement pada timeframe 1 hari, terbentuk kemungkinan harga terendah Bitcoin yakni pada $11.570. Jika skenario mirip dengan bull-bear market sebelumnya, maka Bitcoin akan mengalami rally harga ke $24.420 dan mencapai puncak rally di harga sekitar $32.000.

Sumber : coininvestasi.com

Berlangganan Tabloid Crypto
nabung crypto currency rekeningku 1
Cloud Hosting

Tentang Penulis: Tabloid Crypto

MEDIA ONLINE KOMUNITAS CRYPTO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *