Pasar Kripto Menjelang Akhir Tahun 2023

oleh -76 Dilihat
Cryptocurrencies 800x533 L 1556444923 e1627056382192
Ilustrasi Mata Uang Kripto

banner3
Tabloid Crypto – Setiap orang ingin berpartisipasi dalam pengumpulan kripto yang diproyeksikan akan semakin menarik di tahun-tahun mendatang, dan bulan Desember 2023 diperkirakan akan menjadi titik masuk bagi banyak orang ke pasar kripto.

Sinyal persetujuan untuk memperdagangkan Bitcoin ETF Spot terus meningkat. Selain itu, karena peristiwa Halving Bitcoin, tahun 2024 dianggap sebagai pesta cryptocurrency.

Gabriel Rey, Chief Executive Officer (CEO) Triv, mengatakan bahwa menjelang akhir tahun 2023, permintaan aset kripto akan meningkat. Banyak pelaku pasar memperkirakan lonjakan harga di awal tahun depan karena keputusan final ETF Bitcoin dan momentum halving pada April 2024.

Baca Juga : Singapura akan Menggunakan Uang Blockchain pada Tahun 2024 dan Menggunakan Bitcoin Buatan Sendiri

Kuartal keempat menunjukkan permintaan yang meningkat. Menurut Gabriel, Jumat (17/11), peningkatan investor yang membeli bitcoin dalam 1-2 bulan terakhir juga terlihat di platform kami.

Berita terbaru menunjukkan bahwa persetujuan dagang ETF Bitcoin semakin dekat. Bursa dan Komisi Sekuritas AS harus membuat keputusan akhir tentang dua belas ETF Bitcoin yang telah beredar, termasuk Blackrock dan Grayscale.

Namun, setelah menunda kembali pengajuan dari Hashdex, yang seharusnya selesai pada 17 November 2023, SEC menunjukkan bahwa tidak ada hal-hal yang dapat membuat mereka berubah pendapat.

Menurut Gabriel, kemungkinan besar SEC akan tetap tidak memberikan keputusan sampai 10 Januari 2024. Itu sebabnya pasar kripto telah menanggapi keputusan ETF Bitcoin dengan negatif.

Fyqieh Fachrur, trader Tokocrypto, melihat perubahan pasar dalam 24 jam terakhir, terutama Bitcoin. Setelah harga Bitcoin meningkat sekitar dua puluh delapan persen setiap bulan dari Oktober hingga November tahun ini, nilai koin Bitcoin telah runtuh.

Dengan resistensi utama di sekitar level harga US$ 38.000, atau setara Rp 589 juta, yang sulit dipecahkan, Bitcoin mungkin akan menghadapi kesulitan untuk menjaga level tersebut dan mungkin akan bergerak di bawah level harga US$ 35.000, atau sekitar Rp 542 juta, dalam waktu dekat.

Baca Juga : Mengantisipasi Peningkatan Harga Bitcoin ke Puncak Rp 591 Juta

“Penurunan antusiasme terhadap persetujuan ETF Bitcoin spot mungkin menjadi penyebab koreksi saat ini,” kata Fyqieh pada Jumat (17/11).

Menurut Fyqieh, fakta bahwa BlackRock telah meluncurkan ETF Ethereum spot baru-baru ini membuat perkembangan terbaru tentang ETF Bitcoin semakin menarik. Karena ketertarikan manajemen investasi tradisional, aset kripto semakin meyakinkan karena potensinya yang sangat besar dan potensi pemanfaatan yang lebih besar.

Bahkan cerita tentang (RWA) Real World Asset, atau tokenized real asset, menjadi cerita lama yang dimunculkan kembali. Salah satunya adalah pertukaran Hong Kong yang meluncurkan bon bernilai US$ 180 juta.

Menurut Fyqieh, investor merespons dengan melakukan entry secara bertahap ke dalam Bitcoin, yang didukung oleh kepercayaan pasar yang kuat dan koreksi yang minimal. Harga Bitcoin dilaporkan meningkat dalam waktu singkat dari US$ 34.000 menjadi US$ 38.000.

“Kepercayaan investor terhadap sentimen positif terkait ETF masih cenderung bullish,” katanya.

Namun, menurut Fyqieh, sentimen ETF masih spekulatif sejauh ini. Oleh karena itu, jika tidak ada kemajuan, sentimen ETF akan surut pada akhirnya, yang dapat berdampak pada harga Bitcoin.

Dia menyatakan bahwa berita tentang Federal Reserve mengenai suku bunga AS adalah berita yang patut dinantikan karena tren bunga acuan menurun akan berdampak pada kenaikan lebih lanjut untuk aset berisiko seperti kripto.

Menurut Crypto Analyst Reku Fahmi Almuttaqin, ekspektasi investor terhadap penurunan suku bunga mulai meningkat. Akibatnya, laju penurunan suku bunga acuan akan berdampak positif pada industri kripto.

Jumlah dana investasi baru senilai US$ 293 juta masuk ke produk investasi aset kripto melalui instrumen ETP pekan lalu, melampaui total US$ 1 miliar, menurut data CoinShares.

Menurut Fahmi, perkembangan ETF Ethereum Spot Blackrock dapat meningkatkan keyakinan investor, terutama menjelang deadline ketiga persetujuan ETF Bitcoin Spot Blackrock pada 15 Januari 2024.

Baca Juga : Margin Call Episode 2 – Dampak Perang Israel-Hamas ke Market Crypto

Saat dihubungi, Jumat (17/11), Fahmi menyatakan, “Jika BTC dapat melewati resistance psikologis pada area US$40.000, maka ada kemungkinan terjadinya reli lanjutan ke teritori harga baru.”

Menurut Fyqieh, harga Bitcoin mungkin mencapai level US$ 40.000 pada akhir tahun 2023. Namun, sebelum mencapai level tersebut, Bitcoin diperkirakan menyentuh level koreksi awal di kisaran US$ 32.000-US$ 34.000 pada akhir November ini.

Gabriel setuju bahwa dia memperkirakan bahwa harga Bitcoin akan bergerak di antara $30.000 dan $40.000 pada akhir kuartal keempat. Dia memperkirakan bahwa harga akan terus meningkat jika ETF Bitcoin Spot resmi disetujui. (red/tc)

Berlangganan Tabloid Crypto
nabung crypto currency rekeningku 1

Tentang Penulis: Tabloid Crypto

MEDIA ONLINE KOMUNITAS CRYPTO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *