MEDIA KOMUNITAS CRYPTO

Home » Pasar Saham Menurun, Bursa Kripto Ini Dapat Izin Operasi di 7 Negara

Pasar Saham Menurun, Bursa Kripto Ini Dapat Izin Operasi di 7 Negara

Bursa Kripto

Ilustrasi foto/pexels/leeloo thefirst


Crypto News – Perkembangan perdagangan aset kripto di Indonesia dalam dua tahun terakhir cukup menarik, di mana terjadi pertumbuhan nilai transaksi dan jumlah pelanggan aset kripto yang luar biasa.

Pada 2021, total nilai transaksi aset kripto mencapai Rp859,4 triliun atau tumbuh 1.224% dibanding nilai transaksi pada 2020 sebesar Rp64,9 triliun.

Untuk tahun ini, hingga September 2022 nilainya tercatat Rp266,9 triliun atau turun 57,8% dibandingkan periode yang sama pada 2021.

Adapun jumlah pelanggan terdaftar hingga September 2022 mencapai 16,3 juta pelanggan dengan rata-rata peningkatan jumlah pelanggan terdaftar sekitar 692.000 setiap bulannya.

Baca Juga : Market Kripto Mulai Mundur, Bitcoin Mentok di US$ 20.000?

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga saat mengisi acara Blockchain Ecosystem Conference di Tangerang, Rabu (19/10) mengatakan, kripto dan blockchain akan berpengaruh luas dan intensif di berbagai sektor.

Pasalnya, aset kripto dapat mengubah pola regulasi ekonomi perdagangan lama dari yang didasarkan pada otoritas negara menjadi otoritas pasar dan komunitas.

Pemerintah melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) telah mengatur industri ini dengan sejumlah regulasi untuk menciptakan ekosistem perdagangan fisik aset kripto menjadi transparan, efisien, efektif dan juga dalam persaingan yang sehat.

“Bappebti terus berupaya memperkuat kebijakan dan regulasi terkait perdagangan aset kripto di Indonesia. Hal ini sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk mengutamakan perlindungan konsumen dan masyarakat,” ujarnya, dikutip Senin (24/10/2022).

Meski perdagangan kripto telah dilakukan, di Indonesia bursa untuk kripto sendiri belum ada. Kementerian Perdagangan masih menargetkan bursa untuk komoditas uang digital tersebut dapat terbentuk tahun ini. Menurut Wamendag, proses pembentukan bursa tersebut kini masih dalam tahap verifikasi dan validasi.

Kehadiran bursa akan berperan untuk mengawasi perdagangan aset kripto. Adanya bursa juga akan menghadirkan kliring, dan medium penyimpanan aset. Lembaga tersebut akan berfungsi untuk memastikan pencatatan aset kripto yang akurat, memastikan dana nasabah aman, dan juga akan tersedianya tempat penyimpanan aset kripto.

Sementara itu di dunia, Binance yang mengklaim sebagai bursa kripto terbesar berdasarkan volume, pada tahun ini terus memperluas operasinya di berbagai negara dan kawasan seperti Timur Tengah dan Eropa.

Terlepas dari kondisi pasar saham yang menurun (bear market) pada tahun 2022, pemerintah dari beberapa negara telah memberikan izin bagi Binance untuk beroperasi di negara mereka.

Dikutip dari cryptotvplus.com, berikut ini 7 negara yang memberikan lisensi bagi Binance pada tahun 2022:

1. Prancis

Pada 5 Mei 2022, Binance France menerima registrasi sebagai Penyedia Layanan Aset Digital (DASP) oleh Autorité des marchés financiers (AMF) dengan persetujuan dari Autorité de Contrôle Prudentiel et de Résolution (ACPR). Ini adalah pertama kalinya perusahaan kripto mendapat lisensi untuk beroperasi di negara Eropa.

AMF dan ACPR merupakan organisasi di Prancis yang mengatur pasar keuangan Prancis dan memantau “bank dan perusahaan asuransi”. Menurut tim Binance, izin tersebut menjadikan Binance France sebagai badan hukum di Prancis.

2. Bahrain

Pada 24 Mei 2022, Binance Bahrain menerima lisensi Kategori 4 sebagai penyedia layanan aset kripto (CASP) dari Bank Sentral Bahrain (CBB). Lisensi Kategori 4 ini merupakan yang pertama diberikan untuk perusahaan kripto di Bahrain.

3. Italia

Binance Italy menerima persetujuan regulasi oleh pemerintah Italia untuk beroperasi di negara tersebut. Diberikan pada 27 Mei 2022, persetujuan ini menjadikan Binance Italy “Penyedia Layanan Mata Uang Kripto dengan ‘Organismo Agenti e Mediatori’ (OAM).”

4. Spanyol

Binance mengumumkan bahwa anak perusahaan Binance Spanish, Moon Tech Spain, S.L., menerima registrasi sebagai Penyedia Layanan Aset Virtual (VASP) pada 7 Juli 2022, oleh Bank of Spain.

Warga Spanyol pun kini dapat mengakses bursa aset kripto dan layanan kustodi di Spanyol sesuai dengan aturan anti pencucian uang dan pendanaan kontra-teroris (AML/CTF) yang ditetapkan oleh Bank Sentral.

Baca Juga : Masa Sulit Aset Kripto, Periode Winter Hingga Pembobolan Siber

5. Selandia Baru

Binance secara resmi meluncurkan Binance New Zealand setelah menerima lisensi sebagai Penyedia Layanan Keuangan pada 10 September 2022. Beberapa layanan yang disediakan Binance seperti perdagangan spot, NFT, staking, dan lain-lain.

6. Dubai

Pada 20 September 2022, Virtual Asset Regulatory Authority (VARA) Dubai mengeluarkan lisensi Minimal Viable Product (MVP) untuk Binance. Perkembangan ini diraih setelah Binance menerima lisensi sementara pada Maret 2022.

Ketua VARA Helal Saeed Almarri menyatakan lisensi yang diberikan kepada Binance sejalan dengan komitmen Dubai terhadap penciptaan nilai dan manajemen risiko dalam mengembangkan “ekosistem aman generasi berikutnya” untuk ekonomi masa depan.

7. Kazakhstan

Pada 6 Oktober 2022, Binance mengumumkan penerimaan lisensi operasi di Kazakhstan. Otoritas jasa keuangan AIFC (AFSA) di Kazakhstan mengizinkan Binance untuk mengoperasikan platform aset digital dan menyediakan layanan kustodian di Pusat Keuangan Internasional Astana.

Sumber : sindonews.com

Berlangganan Tabloid Crypto

Cloud Hosting Indonesia