Bitcoin cs Mulai Lesu Lagi, Ada Apa?

oleh -38 Dilihat
Bitcoin Turun
Ilustrasi Bitcoin

unnamed 1
Crypto News – Harga kripto terpantau cenderung melemah pada perdagangan Rabu (19/10/2022), setelah beberapa hari sebelumnya sempat menguat secara terbatas.

Melansir data dari CoinMarketCap pada pukul 09:45 WIB, Bitcoin melemah 1,32% ke posisi harga US$ 19.272,43/koin atau setara dengan Rp 298.240.854/koin (asumsi kurs Rp 15.475/US$). Sedangkan untuk Ethereum ambles 2,25% ke posisi US$ 1.303,68/koin atau Rp 20.174.448/koin.

Hanya koin digital (token) alternatif (altcoin) Dogecoin yang terpantau menguat tipis pada hari ini, yakni naik 0,17% ke US$ 0,05978/koin (Rp 925 /koin).

Baca Juga : Bitcoin Tercatat di Guinness World Records pada 2022

Berikut pergerakan 7 kripto utama non-stablecoin pada hari ini.

Cryptocurrency Dalam Dolar AS Dalam Rupiah Perubahan Harian (%) Perubahan 7 Hari (%) Kapitalisasi Pasar (US$ Miliar)
Bitcoin (BTC) 19.272,43 298.240.854 -1,32% 1,16% 370,52
Ethereum (ETH) 1.303,68 20.174.448 -2,25% 1,71% 159,88
BNB 271,95 4.208.426 -0,91% 0,16% 43,99
XRP 0,4599 7.117 -3,23% -5,06% 23,06
Cardano (ADA) 0,3581 5.542 -2,97% -8,69% 12,36
Solana (SOL) 29,93 463.167 -3,39% -3,04% 10,78
Dogecoin 0,05978 925 0,17% -0,37% 7,96

Sumber: CoinMarketCap

Pasar kripto cenderung melemah pada hari ini, menandakan korelasi antara kripto dengan pasar saham Amerika Serikat (AS), terutama indeks S&P 500 berkorelasi negatif. Indeks S&P 500 masih menguat pada perdagangan Selasa kemarin.

Sebagian besar tahun ini, Bitcoin telah diperdagangkan secara sinkron dengan saham karena bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) terus memperketat kondisi moneter sebagai bagian dari kampanye untuk menurunkan inflasi yang masih tinggi, memberikan tekanan pada harga untuk aset berisiko termasuk saham dan mata uang kripto.

Baru-baru ini, korelasi kedunya yang sebelumnya kuat telah memudar. Beberapa analis aset digital bertanya-tanya apakah cryptocurrency seakan sudah terpisah dari saham.

Menurut IntoTheBlock, korelasi 30 hari antara bitcoin dan S&P 500 telah turun menjadi 0,04, meski pada dasarnya hal ini tidak terlalu berpengaruh karena korelasi mendekati 0 menunjukkan tidak ada hubungan harga sama sekali.

Indeks S&P 500 melesat lebih dari 1% pada Selasa kemarin, didukung oleh berita rilis pendapatan emiten di AS, termasuk laporan laba yang lebih baik dari perkiraan Goldman Sachs.

“Episode divergensi harga baru-baru ini telah membuat investor kripto bertanya-tanya apakah kelas aset yang baru lahir telah dipisahkan dari indeks teratas,” kata Iakov Levin, pendiri dan CEO platform investasi kripto Midas Investments, dikutip dari CoinDesk.

Investor di pasar kripto dan saham hingga kini tetap memfokuskan perhatiannya pada kenaikan suku bunga The Fed, di mana mereka berspekulasi tentang seberapa agresif para bankir sentral AS akan terus menaikkan tingkat lebih tinggi selama sisa tahun ini.

Baca Juga : Simpan Aset Kripto yang Aman? Kenali Jenis-Jenis Dompet Kripto ini!

Langkah The Fed telah membuat banyak investor khawatir hal itu dapat memiringkan ekonomi ke dalam resesi dengan membuat kesalahan kebijakan dan menaikkan suku bunga terlalu banyak.

Pejabat Fed sebagian besar telah sinkron dalam komentar tentang perlunya bank sentral untuk menekan inflasi.

Investor juga memperkirakan The Fed masih akan bersikap hawkish dengan menaikkan suku bunga acuannya pada pertemuan November mendatang.

Mengacu pada FedWatch, sebanyak 94,8% para pelaku pasar memproyeksikan The Fed akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin (bp) dan membawa tingkat suku bunga Fed ke kisaran 3,75%-4%.

Sumber : cnbcindonesia.com

Berlangganan Tabloid Crypto

Zipmex Banner 1 1
Unlimited Hosting WordPress Developer Persona

Tentang Penulis: Tabloid Crypto

MEDIA ONLINE KOMUNITAS CRYPTO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *