MEDIA KOMUNITAS CRYPTO

Home » Kripto Sumringah Lagi, Bitcoin Back to US$ 20.000

Kripto Sumringah Lagi, Bitcoin Back to US$ 20.000

Mata Uang Kripto

Ilustrasi Aset Crypto


Crypto News – Pasar kripto kembali menguat pada perdagangan Rabu (26/10/2022), di tengah membaiknya sentimen pasar global.

Melansir data dari CoinMarketCap pada pukul 09:00 WIB, Bitcoin melesat 4,85% ke posisi harga US$ 20,239,76/koin atau setara dengan Rp 315.740.256/koin (asumsi kurs Rp 15.600/US$). Sedangkan untuk Ethereum melejit 10,48% ke posisi US$ 1.480,69/koin atau Rp 23.098.764/koin.

Berikut pergerakan 7 kripto utama non-stablecoin pada hari ini.

Cryptocurrency Dalam Dolar AS Dalam Rupiah Perubahan Harian (%) Perubahan 7 Hari (%) Kapitalisasi Pasar (US$ Miliar)
Bitcoin (BTC) 20.239,76 315.740.256 4,85% 4,78% 386,20
Ethereum (ETH) 1.480,69 23.098.764 10,48% 13,30% 179,52
BNB 286,21 4.464.876 4,48% 4,92% 45,56
XRP 0,4604 7.182 2,09% 0,29% 22,89
Cardano (ADA) 0,3979 6.207 9,94% 10,39% 13,60
Solana (SOL) 31,21 486.876 10,32% 3,67% 11,10
Dogecoin 0,06362 992 6,97% 6,18% 8,41

Sumber: CoinMarketCap

Bitcoin berhasil menembus level psikologis di US$ 20.000 pada hari ini, setelah bertahan di kisaran US$ 19.000 dalam sebulan lebih, karena investor yang menghindari risiko secara kronis mendapat dorongan dari sejumlah rilis kinerja keuangan emiten di Amerika Serikat (AS) pada kuartal III-2022.

Tak hanya Bitcoin saja, Ethereum juga sempat menyentuh zona psikologis US$ 1.500 pada dini hari tadi, namun pada pagi hari ini diperdagangkan di kisaran US$ 1.480. Hal ini menjadikan Ethereum menyentuh level tertinggi sejak proses upgrade Ethereum Merge atau The Merge.

“Volatilitas kembali ke pasar kripto,” tulis kelompok riset Fundstrat dalam laporan riset hariannya, dikutip dari CoinDesk.

Investor cenderung merespons positif dari rilis data indeks keyakinan konsumen (IKK) AS pada Oktober 2022, di mana IKK Negeri Paman Sam mulai menurun kembali setelah mencatat kenaikan 2 bulan beruntun.

IKK yang dirilis Conference Board tercatat sebesar 102,5, turun tajam dari bulan sebelumnya 107.8.

Dilihat lebih detail, sebanyak 17,5% konsumen yang disurvei mengatakan kondisi bisnis “baik”. Persentase tersebut turun dari sebelumnya 20,7%

Pasar kripto mulai kembali bangkit setelah adanya kabar bahwa bank sentral AS (Federal Reserve/ The Fed) berpotensi memperlambat laju kenaikan suku bunganya.

Jika benar terjadi, maka tentunya akan menjadi kabar baik. Resesi memang hampir pasti terjadi, tetapi kemungkinan tidak akan dalam. Tinggal melihat apakah inflasi akan mulai menurun. Masalahnya jika inflasi masih tetap tinggi, maka The Fed bisa jadi akan terus agresif.

Investor juga menanti rilis data pertumbuhan ekonomi Negeri Paman Sam pada kuartal III-2022 yang akan dirilis pada Kamis besok.

Berdasarkan hasil polling Reuters, Produk Domestik Bruto (PDB) AS diprediksi akan tumbuh 2% di kuartal III-2022. Artinya, AS akan lepas dari resesi.

Baca Juga : Bitcoin cs Balik Arah & Melemah, Tenaganya Sudah Habis?

Namun, bukan berarti itu adalah titik cerah, sebab ada risiko Negeri Paman Sam akan mengalami double dip recession.

Kontraksi PDB dalam 2 kuartal beruntun secara teknis sudah disebut resesi. Namun, resesi di awal tahun ini ringan, bahkan mungkin belum terasa sebab pasar tenaga kerja AS masih sangat kuat, tetapi yang parah akan datang.

Survei terbaru yang dilakukan Wall Street Journal (WSJ) terhadap para ekonom menunjukkan sebanyak 63% memprediksi AS akan mengalami resesi 12 bulan ke depan. Persentase tersebut naik dari survei bulan Juli sebesar 49%.

Double dip recession pernah dialami AS pada 1980an. Resesi pertama terjadi pada kuartal I sampai III-1980, kemudian yang kedua pada kuartal III-1981 dan berlangsung hingga kuartal IV-1982.

Sumber : cnbcindonesia.com

Berlangganan Tabloid Crypto


Email Hosting