Nilai Transaksi Kripto Indonesia Menurun Pelaku Industri Sebut Masih Stabil

oleh -161 Dilihat
Bitcoin dan Kripto
Ilustrasi Bitcoin dan Kripto

nabung crypto currency rekeningku 1
Tabloid Crypto – Dalam setahun terakhir, nilai transaksi aset kripto menurun. Pada 2021, nilai transaksi mencapai Rp 859,4 triliun.

Pada tahun 2022, volume transaksi kripto turun sebesar 63% menjadi Rp 306,4 triliun. Sampai September 2023, penurunan ini terus berlanjut hingga baru mencapai Rp 94,4 triliun.

Baca Juga : Pekan Ini Bitcoin Berpotensi Mengalami Peningkatan

Mengomentari hal ini, Sumardi, CEO Reku, menyatakan bahwa nilai transaksi dapat meningkat pada tahun 2021 karena FOMO besar-besaran, dan harga aset kripto dapat melonjak ribuan persen.

Dalam acara Workshop Reku x CCA Financial Planner pada Rabu (22/11/2023), Sumardi menyatakan, “Saat itu aset kripto naik bukan karena aspek teknikal atau fundamental, tapi ada tokoh dunia terkenal menulis cuitan tertentu, harga bisa naik.”

Menurut Sumardi, penurunan ini juga disebabkan oleh musim dingin kripto pada 2022 hingga 2023. Meskipun demikian, meskipun kondisi seperti itu, nilai transaksi aset kripto masih mencapai Rp 90 triliun.

Baca Juga : CEO Binance Mengakui Kesalahan Pasar Kripto Menangis

Sumardi menyatakan bahwa musim dingin kripto juga terjadi pada 2018, sebelum harga kripto naik besar-besaran pada 2021. Namun, ada perbedaan dengan musim dingin kripto saat ini, yang tumbuh 10 kali lipat. Pada musim dingin kripto 2018 belum tentu nilai transaksi bisa mencapai 10 triliun dalam satu tahun. (red/tc)

Berlangganan Tabloid Crypto
535489c6958f1f6618a79c2c9419eaa1 1
NAGA INTERIOR Banner 1 1 scaled

Tentang Penulis: Tabloid Crypto

MEDIA ONLINE KOMUNITAS CRYPTO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *