Altcoin: Alternatif Investasi Crypto Selain Bitcoin

oleh -215 Dilihat
altcoin 031
Ilustrasi Aset Kripto

Triv Banner jpg

Tabloid Crypto – Ketika teknologi blockchain dan Bitcoin berkembang, hal-hal baru muncul di industri. Perkembangan altcoins, yang pada dasarnya adalah semua aset kripto selain Bitcoin, adalah salah satunya.

Menurut data dari CoinMarketCap, akan ada kurang lebih 10.000 aset kripto yang aktif per tahun 2022. Tim Pintu Academy akan menjelaskan apa itu altcoin dan jenisnya, bersama dengan beberapa contoh.

Ringkasan Artikel

  • 🪙 Altcoin adalah istilah yang mengacu pada semua cryptocurrency selain Bitcoin. Ia merupakan singkatan dari kata alternative dan coin yang biasa juga disingkat lebih lanjut jadi “alt.”
  • 💵 Altcoin bisa dilihat sebagai proyek-proyek crypto dengan fungsi, peran, dan penawaran nilai yang berbeda-beda. Dengan total sekitar 10.000 aset crypto yang aktif, kapitalisasi pasar altcoin memiliki nilai sebesar 300.421 Miliar (20 Maret 2024).
  • ⚖️ Perbedaan utama dari altcoin dengan Bitcoin adalah fungsi dan perannya dalam pasar aset crypto. Altcoin dapat dibagi menjadi banyak kategori berdasarkan fungsinya seperti altcoin stablecoin, platform smart contract, Layer-2, dan DeFi.
  • 🧠 Berinvestasi pada altcoin memiliki risiko yang lebih tinggi daripada Bitcoin karena pergerakan harganya biasanya lebih cepat dan lebih besar. Maka dari itu, kamu perlu meneliti setiap aset altcoin dengan baik sebelum membelinya.

Baca Juga : Bagaimana Cara Kerja Ethereum?

Pengertian Altcoin

Altcoin adalah istilah yang mengacu pada semua cryptocurrency selain Bitcoin. Istilah itu sendiri adalah singkatan dari kata “alternative”, dan koin yang umum juga disingkat menjadi “alt”. Di sisi lain, Bitcoin sering dianggap sebagai emas digital yang menyimpan nilai, sedangkan altcoin dapat dianggap sebagai proyek crypto dengan berbagai fungsi, peran, dan nilai yang ditawarkan. Dengan 10.000 koin yang aktif saat ini, kapitalisasi pasar altcoin mencapai 606 miliar dolar AS.

Altcoin sangat memengaruhi perkembangan industri crypto karena diciptakan sebagai alternatif untuk Bitcoin. Ethereum, altcoin dengan kapitalisasi pasar terbesar saat ini, diluncurkan pada tahun 2015, menciptakan persaingan di industri platform smart contract, memulai DeFi, dan mendorong munculnya berbagai altcoin baru.

Dengan sendirinya, Altcoin memainkan peran penting dalam menggerakkan pasar aset kripto. Istilah “altcoin season”, juga dikenal sebagai “altcoin season”, mengacu pada periode di mana harga mayoritas altcoin meningkat pesat, mengikuti Bitcoin. Untuk mengetahui kapan kita masuk Altseason, Anda bisa menggunakan indikator Altcoin Season Index.

Apa yang membedakan Altcoin dari Bitcoin?

Fungsi dan peran altcoin dalam pasar aset kripto adalah hal yang membedakan mereka dari Bitcoin. Bitcoin memiliki dua peran penting: sebagai medium perpindahan kekayaan seperti uang dan sebagai “emas digital” dengan nilai yang terus meningkat. Namun, altcoin memiliki berbagai fungsi dan mengisi kelemahan Bitcoin. Stablecoin seperti USDT dan USDC melindungi nilai aset saat pasar bear, sementara altcoin seperti ETH berfungsi sebagai biaya transaksi dan digunakan dalam berbagai aplikasi.

Kekurangan Memilih Altcoin

  • 📉 Fluktuasi Harga: Altcoin memiliki fluktuasi harga yang jauh lebih tinggi dibanding Bitcoin yang disebabkan oleh pasar altcoin yang lebih kecil. Koreksi altcoin biasanya lebih dalam dari Bitcoin. Bahkan, dalam fase bear market, altcoin bisa mengalami penurunan 90% dari harga tertingginya (ATH).
  • ❓ Terlalu Banyak Pilihan: Terdapat ribuan altcoin di pasar aset crypto. Namun, proyek yang memiliki potensi jangka panjang dan komunitas pengguna kuat bisa dihitung menggunakan jari. Kamu perlu hati-hati dalam memilih proyek altcoin.
  • ⚠️ Risiko Tinggi: Altcoin secara natural memiliki risiko yang lebih tinggi daripada Bitcoin. Seperti yang sejarah tunjukkan, banyak altcoin yang tiba-tiba populer dalam satu waktu namun beberapa tahun kemudian “mati”.

Keuntungan Memilih Altcoin

  • 📈 Kenaikan signifikan: Fluktuasi harga altcoin juga berlaku ke arah atas. Altcoin cenderung mengalami kenaikan harga yang lebih drastis dari Bitcoin.
  • 🔧 Memiliki kegunaan selain sebagai aset investasi: Mayoritas aset altcoin memiliki fungsi tambahan, tidak hanya sebagai aset investasi. Contohnya: Ethereum (ETH) digunakan sebagai biaya transaksi untuk aplikasi, kemudian token APE merepresentasikan suara dalam sebuah sistem pemilu untuk kebijakan ekosistem ApeCoin.
  • 🤑 Potensi keuntungan: Proyek altcoin yang begitu banyak juga memberikan potensi keuntungan besar. Kamu bisa saja menemukan proyek altcoin yang kemudian meledak karena koin tersebut menyelesaikan masalah fundamental di pasar crypto. Kamu hanya perlu meneliti nilai fundamental apa yang diberikan oleh suatu proyek crypto.

Jenis Altcoin dan Kategorinya

beberapa jenis dan kategori altcoin
Beberapa aset altcoin paling populer. Sumber: N26

Stablecoin

Salah satu altcoin paling populer, Stablecoin dipatokkan pada mata uang fiat (seperti dolar, rupiah, dll.) dan dimaksudkan untuk menjadi mata uang kripto dengan nilai yang stabil. Stablecoin juga berfungsi sebagai aset off-ramp dan on-ramp di dunia crypto, menjadikannya pintu gerbang awal bagi investor yang ingin masuk ke dunia crypto.

Stablecoin terbagi menjadi dua kategori berdasarkan aset yang menjaminnya: dijamin oleh fiat atau aset kripto. Contoh stablecoin yang dijamin oleh fiat adalah USDT, USDC, IDRT, dan BUSD. Contoh stablecoin yang dijamin oleh aset kripto adalah DAI dan USDD.

Platform Smart Contract

Aset crypto yang memiliki kemampuan untuk membuat ekosistem aplikasinya sendiri dikenal sebagai platform kontrak pintar, yang biasanya disebut layer-1. Ethereum (ETH) dan Avalanche adalah beberapa altcoin yang termasuk dalam kategori ini, dan setiap aset crypto memiliki ekosistem yang terdiri dari aset crypto lainnya dan aplikasi terdesentralisasi. Masing-masing dari mereka memiliki ekosistem yang terdiri dari berbagai aplikasi, protokol, dan aset kripto.

Di dunia cryptocurrency, banyak inovasi dipicu oleh aset crypto platform smart contract. Saat ini, ada persaingan sengit di antara berbagai jenis aset crypto, dengan masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

Layer-2

Sebagai solusi untuk skalabilitas jaringan blockchain lainnya, altcoin layer-2 dibangun di atas blockchain “induknya”. Tujuan dari pembuatan altcoin layer-2 adalah untuk meningkatkan kecepatan dan biaya transaksi dengan blockchain induknya. Industri layer-2 pertama kali muncul di Ethereum, yang selalu mengalami overload jaringan. Polygon (MATIC), Optimisme (OP), dan Immutable X (IMX) adalah beberapa aset yang termasuk dalam kategori ini.

DeFi

Di dunia crypto, desentralisasi keuangan (DeFi) adalah sektor yang menawarkan layanan keuangan yang tersebar di seluruh dunia. Industri ini berkembang pesat sejak Ethereum mengenalkan teknologi smart contract, yang memungkinkan banyak pengembang membuat aplikasi keuangan berbasis aset crypto. Altcoin dalam industri ini biasanya berfungsi sebagai token manajemen dalam aplikasi DeFi. UniSwap (UNI), Curve Finance (CRV), dan dYdX (DYDX) adalah beberapa contoh altcoin DeFi.

Memilih Altcoin

grafik kapitalisasi pasar altcoin
Grafik kapitalisasi pasar altcoin. Sumber: Trading View

Ada kemungkinan bahwa memilih altcoin sebagai aset investasi dapat sangat membingungkan. Tidak ada satu altcoin yang benar-benar terbaik karena semua altcoin memiliki kelebihan dan kekurangan mereka sendiri. Ada ribuan altcoin, tetapi hanya beberapa yang memiliki komunitas yang kuat, ekosistem aplikasi yang aktif, dan basis pengguna yang besar. Oleh karena itu, Anda harus berhati-hati saat memilih altcoin untuk investasi jangka panjang.

Baca Juga : Mengenal Definisi dan Fungsi Bitcoin

Lalu, bagaimana cara memilih altcoin? Kamu bisa memperhatikan beberapa hal di bawah:

  • 💻 Teknologi: Setiap altcoin menawarkan teknologi berbeda-beda dengan spesialisasi tertentu. Contoh: Solana selalu membanggakan kecepatan transaksinya, Ethereum memiliki jaringan paling terdesentralisasi, dan Fantom menawarkan keamanan yang bagus.
  • 👤 Komunitas dan Basis Pengguna: Salah satu indikator penting untuk proyek altcoin adalah basis pengguna yang aktif dan komunitas. Bahkan, hal ini bisa dibilang sebagai satu-satunya indikator yang perlu kamu perhatikan.
  • ⚖️ Tokenomics: Tokenomics atau ekonomi token berhubungan dengan sirkulasi sebuah aset crypto dan jumlah suplai maksimumnya. Prinsip pertama terkait ini adalah cari altcoin yang distribusi tokennya berorientasi kepada komunitas penguna dan bukan kepada investor besar di belakangnya. Selain itu, indikator baik lainnya adalah mayoritas tokennya sudah beredar di pasar.
  • 🧰 Kegunaan: Kriteria ini mengacu kepada fungsi dari sebuah altcoin dalam dua hal yaitu fungsi asetnya dan juga fungsi platformnya. Contohnya: ETH memiliki fungsi sebagai biaya transaksi sehingga akan terus digunakan dan Ethereum sebagai platform memiliki fungsi sebagai platform aplikasi. Carilah altcoin yang memiliki kegunaan jelas dan mendorong permintaan dari penggunanya. (red/tc)

Berlangganan Tabloid Crypto

Luno Banner1 jpg

NAGA INTERIOR Banner 1 1 scaled

Tentang Penulis: Tabloid Crypto

MEDIA ONLINE KOMUNITAS CRYPTO

Responses (3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *